Marquinhos dan 12 Tahun Pengabdian di PSG yang Berujung Takhta Eropa
Asad Arifin | 1 Juni 2025 06:59
Bola.net - Pada malam bersejarah di Allianz Arena, PSG akhirnya meraih gelar yang selama ini hanya menjadi angan: Liga Champions. Bukan hanya klub yang larut dalam kebahagiaan, tetapi juga sang kapten, Marquinhos, yang tak kuasa menahan haru.
Saat bergabung dengan PSG pada musim panas 2012, Marquinhos hanyalah pemuda kurus asal Brasil yang datang dari AS Roma dengan banderol €31,5 juta, angka yang sempat membuat banyak pihak mengernyitkan dahi.
Kini, setelah 12 musim, ia menjelma menjadi tembok kokoh di lini pertahanan sekaligus simbol ketangguhan dan loyalitas Les Parisiens. Namanya pun kini tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari skuad PSG yang mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.
Sebagai kapten tim, Marquinhos mendapat kehormatan mengangkat trofi Liga Champions 2024/2025. Momen yang telah lama dinanti bukan hanya oleh klub, tetapi juga oleh dirinya pribadi, sebuah puncak dari perjalanan panjang dan penuh pengorbanan.
Marquinhos Bertumbuh Bersama Klub

Datang sebagai remaja, pulang sebagai legenda. Lebih dari satu dekade, Marquinhos menyaksikan langsung transformasi PSG: dari proyek ambisius yang dipenuhi bintang, menjadi kekuatan dominan di kompetisi domestik.
Ia telah merasakan manisnya sepuluh gelar Ligue 1, sederet trofi domestik lainnya, dan menjalani musim demi musim bersama para pemain top dunia. Namun, selalu ada satu kekosongan di lemari prestasi PSG, trofi Liga Champions yang selama ini sulit dijangkau.
“Saya banyak menderita, tapi saya bertumbuh bersama tim ini,” ungkap Marquinhos penuh emosi, dikutip dari beIN Sports.
Pernyataannya mencerminkan bahwa perjalanan ini bukan sekadar soal jumlah pertandingan, tetapi juga perjalanan mental dan emosional yang penuh ujian. “Ini adalah campuran dari kebahagiaan, dari semua emosi yang kita lalui bersama,” tambahnya.
Dari Luka di 2020 hingga Kejayaan di 2025

Final Liga Champions 2020 menjadi titik penting dalam sejarah PSG. Saat itu, untuk pertama kalinya mereka menembus partai puncak, namun impian mereka kandas oleh gol tunggal Kingsley Coman yang membawa Bayern Munchen juara. Marquinhos hanya bisa menatap langit Lisbon dengan perasaan hampa.
Dalam momen kemenangan kali ini, Marquinhos mengenang para pemain hebat yang lebih dulu berjuang namun gagal mengangkat trofi Si Kuping Besar: Thiago Silva, Lucas Moura, Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, hingga Angel Di Maria. “Mereka pantas mendapatkannya, tapi belum berhasil,” ujarnya. “Saya memikirkan semua yang telah datang dan pergi namun tak berhasil mewujudkan ini.”
Namun sejarah akhirnya berpihak kepada mereka yang bersabar. PSG kembali mencapai final di musim 2024/2025, dan kali ini, ketika peluit akhir dibunyikan, Paris akhirnya bersorak lega, impian mereka jadi kenyataan.
Kapten, Ikon, dan Sumber Inspirasi

Marquinhos bukan sekadar pemain; ia adalah bagian dari identitas PSG. Di tengah era sepak bola modern yang penuh dinamika dan perputaran pemain bintang, sosoknya menjadi bukti bahwa loyalitas sejati masih eksis.
“Ini adalah hari terbaik dalam hidup saya. Keluarga saya berada di sini, merasakannya bersama saya. Dua belas tahun penuh tantangan dan pengorbanan. Saya sangat menghargai gelar ini. Ini adalah milik kita, dan akan kita bawa pulang,” ucapnya penuh haru.
Tak banyak pemain yang mampu menyatu begitu dalam dengan jati diri klub seperti Marquinhos. Malam itu, ia tak hanya mengangkat trofi di Wembley, tetapi juga mengangkat beban sejarah, menyeka luka masa lalu, dan mengukir euforia abadi dalam kisah PSG.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil PSG vs Lyon: 2 Gol Babak Kedua Bawa Les Parisiens ke Puncak Klasemen
Liga Eropa Lain 27 Oktober 2026, 05:00
-
Prediksi PSG vs Lyon 27 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 24 Oktober 2026, 15:00
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
-
Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
Liga Champions 22 Oktober 2026, 19:43
-
Como Terlihat Bermain dengan '12 Orang' saat Bantai MU 4-1
Liga Champions 22 Oktober 2026, 18:55
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



