Memuji Sikap Marquinhos
Afdholud Dzikry | 31 Mei 2026 05:56
Bola.net - Arsenal harus mengubur mimpi meraih gelar Liga Champions pertama setelah kalah dari PSG lewat adu penalti pada final di Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam. Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze menjadi sorotan setelah gagal mengeksekusi tendangan mereka.
PSG akhirnya menang 4-3 dalam drama adu penalti dan berhasil mempertahankan gelar juara Eropa. Bagi Arsenal, hasil ini menjadi akhir yang menyakitkan setelah perjalanan panjang mereka sepanjang musim.
Gabriel yang menjadi penendang terakhir Arsenal gagal mencetak gol setelah sepakannya melambung di atas mistar. Sebelumnya, Eze juga lebih dulu menyia-nyiakan peluang ketika tendangannya tidak menemui sasaran.
Tak lama setelah peluit akhir berbunyi, suasana emosional langsung menyelimuti para pemain Arsenal. Beberapa di antaranya terlihat menangis di lapangan karena gagal membawa pulang trofi yang sudah begitu dekat.
Gabriel dan Eze Jadi Korban Drama Adu Penalti

Final berlangsung sengit hingga 120 menit tanpa pemenang. Kedua tim akhirnya harus menentukan juara melalui adu penalti.
PSG mendapat keuntungan lebih dulu setelah memenangkan undian sisi tendangan. Adu penalti pun dilakukan di depan tribun yang dipenuhi pendukung mereka di Puskas Arena.
Eze menjadi eksekutor pertama Arsenal yang gagal setelah sepakannya melebar. Meski begitu, harapan sempat kembali muncul ketika David Raya berhasil menggagalkan tendangan Nuno Mendes.
Saat kedudukan imbang 3-3, Lucas Beraldo sukses menaklukkan Raya dan membawa PSG kembali unggul. Tekanan kemudian berpindah ke Gabriel, yang gagal memanfaatkan kesempatan terakhir sehingga Arsenal harus menerima kekalahan.
Marquinhos Langsung Hibur Gabriel

Kegagalan Gabriel menghadirkan salah satu momen paling emosional setelah pertandingan berakhir. Bek asal Brasil itu terlihat sangat terpukul sesaat setelah tendangannya meleset.
Saat para pemain PSG berlari merayakan kemenangan, Marquinhos justru mengambil arah berbeda. Kapten PSG itu langsung menghampiri Gabriel untuk memberikan dukungan.
"Saya benar-benar ikut sedih untuk Gabriel. Sangat sedih untuknya. Ada satu momen luar biasa yang kita lihat tadi. Begitu dia gagal mengeksekusi penalti, tahu siapa orang pertama yang menghampirinya?" ujar Ally McCoist, pandit TNT Sports yang juga mantan pemain Skotlandia.
"Itu Marquinhos, rekan sesama bek tengah asal Brasil. Dia langsung memeluk Gabriel erat-erat. Mungkin saat itu tidak banyak berarti baginya, tetapi itu tetap sebuah gestur yang sangat menyentuh."
Air Mata Arsenal Setelah Mimpi Eropa Pupus
Gabriel bukan satu-satunya pemain yang larut dalam kesedihan setelah pertandingan. Eze juga tampak terpukul karena gagal menjalankan tugasnya dalam adu penalti.
Sementara itu, Declan Rice terlihat berkaca-kaca saat menunggu prosesi penyerahan medali. Gelandang Arsenal tersebut sempat berlutut di lapangan, mencoba menerima kenyataan pahit yang baru saja terjadi.
Di tengah perayaan PSG, sejumlah pemain juara bertahan itu tetap menunjukkan respek kepada lawannya. Mereka memberikan pelukan dan kata-kata penyemangat saat para pemain Arsenal berjalan menuju podium.
Di sisi lain, asisten pelatih Arsenal, Gabriel Heinze, terlihat berusaha menenangkan Jurrien Timber yang juga sangat kecewa. Momen-momen itu menjadi penutup malam yang berat bagi Arsenal, yang harus melihat impian Eropa mereka kembali tertunda.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harga Mahal Strategi Ultradefensif Arteta di Final Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 06:21
-
Wasit Menghukum Arsenal di Final Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 06:02
-
Memuji Sikap Marquinhos
Liga Champions 31 Mei 2026, 05:56
LATEST UPDATE
-
Harga Mahal Strategi Ultradefensif Arteta di Final Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 06:21
-
Wasit Menghukum Arsenal di Final Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 06:02
-
Memuji Sikap Marquinhos
Liga Champions 31 Mei 2026, 05:56
-
Jumlah Trofi Liga Champions: PSG Punya 2, Kylian Mbappe Masih 0!
Liga Champions 31 Mei 2026, 03:39
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04











