Mengapa Leonardo Bonucci Meneriaki Blaise Matuidi Sebelum Pertandingan?
Yaumil Azis | 27 Februari 2020 09:39
Bola.net - Bek Juventus, Leonardo Bonucci, sempat menarik perhatian publik sebelum melakoni laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Ia terlihat sedang berdebat dengan rekan setimnya, Blaise Matuidi, dalam sesi pemanasan.
Bonucci ikut serta sejak menit awal pertandingan kontra Lyon yang diselenggarakan pada hari Kamis (22/2/2020). Sebagai informasi, Juventus harus menelan pil pahit karena kalah dengan skor 0-1.
Juventus tidak mampu membalas gol yang dicetak Lucas Tousart pada menit ke-31. Faktanya, mereka menguasai jalannya permainan dan melepaskan 14 tembakan hingga peluit panjang dibunyikan, namun tak ada satupun yang menemui sasaran.
Jelas ini menjadi PR besar bagi Juventus di leg kedua nanti. Mereka harus bisa membalikkan defisit satu gol tersebut. Untungnya, leg kedua yang berlangsung pada bulan Maret nanti digelar di markasnya, Allianz Stadium.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Penjelasan Bonucci
Namun yang paling menarik dari laga kali ini adalah momen perdebatan antara Bonucci dan Matuidi sebelum permainan dimulai. Atau lebih tepatnya, Bonucci terlihat memarahi Matuidi dalam sesi pemanasan.
Matuidi sendiri sebenarnya bukan salah satu dari starting XI yang diturunkan oleh sang pelatih, Maurizio Sarri, di laga itu. Bahkan ia hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.
"Saya tidak menyuruh Matuidi berhenti. saya memberitahu dia kalau tim, termasuk mereka yang menduduki bangku cadangan, untuk siap berkontribusi," ujarnya kepada Sky Sport Italia usai pertandingan.
"Saya bisa melihat ada sesuatu yang tidak 'menyala' dalam starting XI juga. Kam harus menyelesaikan masalah ini, sebab hal semacam ini bisa membuat perbedaan," lanjutnya.
Masalah Mentalitas
Bonucci juga menjelaskan bahwa masalah 'menyala' ini merupakan salah satu faktor yang membuat Juventus tumbang. Ia beranggapan kalau mentalitas rekan-rekan setimnya sedang buruk.
"Saya bisa melihat kalau ada sesuatu yang sedang tidak 'menyala'. Kami selalu menjadi kedua dalam setiap bola. Dalam beberapa laga, anda akan membayar kerugian atas kesalahan yang paling kecil sekalipun," tambahnya.
"Kami bermain terlalu longgar, tidak cukup agresif dan itu adalah masalah mentalitas, kami seharusnya bisa bangun lebih cepat," pungkasnya.
(Goal International)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asunya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
-
Wonderkid MU Ini Kaget Tiba-tiba Diminta Main di Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 7 Juni 2026, 05:20
-
Anthony Martial Tinggalkan Klubnya Setelah Hanya 20 Laga
Bola Dunia Lainnya 7 Juni 2026, 04:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













