Mengulik Rahasia Bayern Munchen: Tetap Tangguh Saat Tim Besar Lain Bapuk, Kok Bisa?
Richard Andreas | 24 Agustus 2020 09:00
Bola.net - Bayern Munchen boleh menyombongkan trofi Liga Champions 2019/20 yang baru saja mereka raih. Ketika tim-tim raksasa lain kesulitan dan merosot, Bayern tetap tangguh dan konsisten, juara tanpa banyak bersuara.
Trofi ini pun terasa lebih istimewa lagi karena Bayern menyempurnakan treble winner musim ini. Sebelumnya mereka telah menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal, bukti dominasi total.
Mengutip Fox Sports, Bayern sekarang terbukti sedang menanjak, langkah yang ganjil ketika tim-tim besar lain terbukti sedang menurun. Anehnya, Bayern melakukannya tanpa perlu menghambur-hamburkan uang.
Mengapa demikian? Apa yang dimaksud? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Perencanaan matang
Tercatat, starting XI yang diturunkan Bayern di semifinal Liga Champions lalu hanya bernilai total 80 juta pounds. Sebagai perbandingan, angka itu bahkan tidak sampai sepertiga biaya transfer Neymar ke PSG, dan hampir separuh biaya transfer Kylian Mbappe.
Jika jangkauannya diperluas, hampir semua tim-tim besar terus belanja gila-gilaan. Ada Barcelona yang mendatangkan dua pemain dengan total lebih dari 100 juta pounds, ada Real Madrid yang juga membayar lebih dari 100 juta pounds untuk Eden Hazard.
Lalu ada Juventus yang mengeluarkan banyak uang untuk Cristiano Ronaldo, juga Manchester United yang membeli Harry Maguire plus beberapa pemain lain. Bahkan, Arsenal pun mengeluarkan sampai 72 juta pounds untuk Nicolas Pepe tahun lalu.
Singkatnya, ketika klub-klub besar lain terus belanja pemain dalam satu dekade terakhir, Bayern memilih pembelian mereka dengan hati-hati.
Revolusi skuad
Masih mengutip Fox Sports, proyek perkembangan skuad Bayern tidak hanya mengandalkan uang segudang, mereka pun menyiapkan proyek besar dengan hati-hati dan perlahan-lahan.
Mereka mencari pengganti Arjen Robben dan Franck Ribery dengan tepat. Ada Serge Gnabry, pemain yang dicap gagal di Arsenal, juga Ivan Perisic, pemain yang seharusnya telah memasuki ujung kariernya, buangan dari Inter Milan.
Lalu ada Kingsley Coman, yang baru saja jadi pahlawan di final UCL dini hari WIB tadi. Plus Philippe Coutinho, yang merupakan bagian dari kesalahan proyek transfer Barca, Bayern mau meminjamnya.
Jika diamati, dalam empat winger ini ada kombinasi pemain muda dengan pemain berpengalaman. Kombinasi inilah yang jadi nada dasar pembangunan skuad Bayern secara menyeluruh.
Senior-Junior
Manuel Neuer, David Alaba, dan Jerome Boateng masih dipercaya jadi starter, tapi Alaba harus rela digeser jadi bek tengah demi memberi ruang untuk Alphonso Davies, bakat muda asal Kanada.
Lalu, di lini tengah ada Leon Goretzka dalam peran gelandang box-to-box, bermain di samping Thomas Muller dan Thiago Alcantara. Kombinasi trio ini sempurna, indah, tangguh, plus cerdas.
Kombinasi ini disempurnakan oleh Robert Lewandowksi, striker mematikan yang telah mencetak 55 gol dalam 47 pertandingan musim ini. Di sektor mana pun dalam skuad Bayern, ada kombinasi pemain muda dan pemain berpengalaman.
Sumber: Fox Sports
Baca ini juga ya!
- 4 Hal Penting yang Urung Terjadi di Final Liga Champions: Sabar ya, Neymar!
- Daftar Peraih Gelar Liga Champions: Bayern Munchen Sejajar dengan Liverpool
- Pertanyaan Penting untuk Juara Liga Champions, Thiago Alcantara jadi Pindah ke Liverpool?
- Janji Presiden PSG: Kami Pasti akan Juara Liga Champions Musim Depan!
- Kisah Alphonso Davies: Tahun 2000 Lahir di Kamp Pengungsi, Kini Juara Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




