Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United

Gia Yuda Pradana | 4 November 2026 08:14
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Pemain AS Roma Matias Soule melakukan percobaan mencetak gol dalam laga Liga Champions antara Man Utd vs Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Manchester United berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan AS Roma 3-2 pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026-27. Kekalahan tersebut terasa menyakitkan bagi Roma karena mereka sempat unggul dua gol dan mengendalikan jalannya pertandingan di Old Trafford.

Matias Soule dan Donyell Malen membawa tim tamu unggul 2-0 pada 17 menit pertama. Namun, gol penalti Bruno Fernandes pada menit ke-58 mengubah momentum pertandingan sebelum Matheus Cunha mencetak dua gol pada menit ke-83 dan ke-86.

Advertisement

Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menilai perubahan pendekatan permainan Manchester United setelah turun minum menjadi salah satu faktor utama kebangkitan tuan rumah. Menurutnya, Setan Merah bermain lebih agresif dengan menerapkan tekanan tinggi karena tidak lagi memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan.

Intip ketatnya persaingan Liga Champions melalui klasemen Liga Champions di sini.

1 dari 5 halaman

Manchester United Mengubah Pendekatan pada Babak Kedua

Gasperini menjelaskan bahwa Manchester United melakukan sejumlah penyesuaian taktik saat jeda pertandingan. Tertinggal dua gol membuat tuan rumah harus mengambil risiko lebih besar untuk mengejar ketertinggalan.

"Mereka melakukan beberapa perubahan saat jeda dan tidak punya banyak hal untuk dipertaruhkan, jadi mulai melakukan pressing tinggi. Mungkin dalam situasi seperti itu kami seharusnya lebih banyak memanfaatkan umpan-umpan panjang," ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia.

Menurut pelatih asal Italia tersebut, Roma mulai kehilangan kemampuan untuk menjaga pemain lawan dalam penguasaan dan pengawalan yang tepat. Manchester United kemudian mampu memanfaatkan tekanan tinggi untuk membatasi ruang bermain tim tamu sekaligus membangun serangan.

Gasperini menilai Roma seharusnya berusaha memutus ritme permainan lawan melalui duel-duel yang lebih intens dan memperlambat tempo pertandingan.

2 dari 5 halaman

Penalti Bruno Fernandes Mengubah Momentum Pertandingan

Sebelum kebangkitan Manchester United, Roma sebenarnya memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan. Namun, gol penalti Fernandes pada menit ke-58 menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Penalti tersebut sempat digagalkan kiper Devis Vasquez. Namun, wasit memerintahkan pengulangan karena terjadi pelanggaran saat eksekusi pertama. Fernandes kemudian berhasil menjalankan tugasnya pada kesempatan kedua.

Gasperini menilai gol tersebut memberikan tambahan energi bagi Manchester United. Sebaliknya, Roma mulai kesulitan mempertahankan intensitas permainan seperti pada babak pertama.

"Pertandingan berubah setelah penalti tersebut. Manchester United tiba-tiba mendapatkan tambahan semangat dan kami tidak mampu mengimbanginya," kata Gasperini.

Gol penyama kedudukan Matheus Cunha pada menit ke-83 semakin memperburuk situasi Roma. Hanya tiga menit berselang, Cunha kembali mencetak gol untuk membawa tuan rumah unggul.

3 dari 5 halaman

Gasperini Bandingkan Kekalahan dari Manchester United dan Real Madrid

Kegagalan mempertahankan keunggulan bukan pengalaman baru bagi Roma. Dalam pertandingan Liga Champions sebelumnya melawan Real Madrid, mereka juga kehilangan keunggulan 3-1 setelah kebobolan tiga gol dalam tujuh menit.

Gasperini mengakui kedua pertandingan tersebut memiliki karakter berbeda. Namun, ia menilai Roma bisa mengambil pelajaran lebih banyak dari kekalahan di Old Trafford karena timnya sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk mengamankan kemenangan.

"Kami belajar lebih banyak dari pertandingan ini dibandingkan laga melawan Real Madrid. Kekalahan sebelumnya terasa sulit diprediksi, sedangkan hari ini kami harus mampu menghadapi situasi ketika Old Trafford memberikan tekanan kepada tim," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Roma Harus Belajar Menghadapi Tekanan

Gasperini juga menyoroti masalah mentalitas pemain ketika pertandingan mulai berjalan tidak sesuai rencana. Menurutnya, Roma cenderung kehilangan ketenangan setelah lawan mendapatkan momentum.

Hal tersebut terlihat ketika Bryan Mbeumo membentur tiang gawang kurang dari satu menit setelah penalti Fernandes. Situasi semakin sulit setelah Roma kebobolan gol penyama kedudukan dan gol kemenangan dalam rentang tiga menit.

Gasperini menduga kekecewaan karena kemenangan mulai menjauh membuat para pemain kehilangan fokus. Ia berharap pengalaman tersebut membantu Roma menghadapi tekanan dalam pertandingan berikutnya.

Bagi Manchester United, kemenangan 3-2 sekaligus mengakhiri rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan. Sementara itu, Roma harus mengevaluasi kemampuan mempertahankan keunggulan, terutama ketika menghadapi tekanan tinggi dari lawan.

Sumber: Football Italia

5 dari 5 halaman

Klasemen