Messi Masih tak Bisa Temukan Penjelasan Atas Kekalahan Barcelona dari Liverpool
Dimas Ardi Prasetya | 20 Februari 2020 18:27
Bola.net - Lionel Messi mengaku ia masih tetap tidak bisa menemukan penjelasan atas tumbangnya Barcelona di babak knock out Liga Champions dalam dua musim terakhir, khususnya saat jumpa Liverpool.
Messi dkk berhasil merajai pentas domestik Spanyol. Barcelona berhasil dibawanya jadi juara La Liga sebanyak tujuh kali dalam 10 tahun.
Demikian juga di pentas Copa del Rey. Barcelona menjadi juara di kompetisi tersebut sebanyak lima kali dalam satu dekade terakhir.
Namun beda ceritanya di Liga Champions. Dalam satu dekade terakhir Barcelona cuma bisa dua kali jadi juara. Hal itu berbanding terbalik dengan Real Madrid yang mampu merebut trofi si Kuping Besar empat kali dalam 10 tahun.
Lionel Messi terakhir kali membawa Barcelona jadi juara Liga Champions pada musim 2014-15. Total saat ini ia telah mengoleksi empat trofi juara UCL.
Gugur di Knockout
Lionel Messi sempat bertekad untuk membawa Barcelona bisa jadi juara Liga Champions lagi. Akan tetapi dalam dua musim terakhir, perjalanan mereka selalu terhenti dengan drastis di babak knockout.
Pada musim 2017-18, Barca sukses melaju ke babak perempat final. Di babak ini mereka dipertemukan dengan AS Roma dan tentu dijagokan bisa melangkah dengan mudah ke babak berikutnya.
Di leg pertama di Camp Nou, Barca mampu menang telak 4-1 atas Roma. Namun di leg kedua di Olimpico, I Lupi bisa menang telak 3-0 dan lolos ke semifinal dengan keunggulan gol tandang.
Pada musim 2018-19, Barca mampu melangkah ke babak semifinal dan berduel dengan Liverpool. Di leg pertama di Camp Nou, Messi dkk tampak bakal lolos ke final setelah menang telak 3-0.
Akan tetapi Liverpool tak mau menyerah begitu saja. Mereka akhirnya berbalik menang dengan skor 4-0 di leg kedua di Anfield.
Messi Tak Bisa Temukan Penjelasannya
Dua kekalahan dari AS Roma dan Liverpool itu disebut telah menimbulkan efek psikologis yang besar pada skuat Barcelona. Lionel Messi kemudian ditanya soal dua kegagalan tersebut.
Ia mengaku sampai saat ini tak bisa menjelaskan kenapa Barca bisa sampai kalah dua kali beruntun. Khususnya, saat mereka bersua dengan Liverpool.
"Yang benar adalah tidak. Saya tidak bisa menemukan penjelasan, terutama untuk Liverpool," aku Messi pada Mundo Deportivo.
"Roma dapat terjadi sekali dan mengejutkan Anda, tetapi itu terjadi lagi pada tahun berikutnya dengan hasil yang kita miliki dan yang kurang lebih mirip dengan apa yang terjadi sulit untuk dijelaskan," seru Messi.
Kandidat Juara
Lionel Messi kemudian membeberkan tim mana saja yang pantas dianggap sebagai calon juara di Liga Champions. Uniknya ia tak memasukkan nama Barcelona.
Ia menilai kompetisi Liga Champions musim ini terbilang unik dan sulit diprediksi. Namun ia tetap merasa ada empat tim yang layak dijadikan kandidat juara.
"Semua rumit dan sulit," seru Messi.
"Paris bertandang untuk bermain lawan Dortmund dan kalah, Liverpool berlaga ke markas Atletico dan kalah, tapi saya pikir, seperti itu dan semuanya, Liverpool, Juventus, Paris, dan Real Madrid adalah yang terkuat hari ini," cetusnya.
Barcelona sendiri akan berhadapan dengan Napoli di babak 16 besar Liga Champions ini. Lionel Messi dkk akan menjalani duel leg pertama lawan Partenopei di Naples, 26 Februari mendatang.
(Mundo Deportivo)
Baca Juga:
- Barcelona Resmikan Perekrutan Martin Braithwaite, Klausul Rilisnya Bikin Melongo
- Tanpa Liga Champions, Messi Sebut Man City Bakal Ambyar
- Sederet Fakta Martin Braithwaite, Calon Striker Baru Barcelona
- Cristiano Ronaldo Cetak Gol 10 Laga Beruntun di Serie A, Lionel Messi: Dia Predator!
- Guardiola Beri Peringatan: Jangan Bicara Terlalu Nyaring, Barcelona!
- Lionel Messi Angkat Bicara Soal Skandal Media Sosial Barcelona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




