Michael Owen: Taktik Diego Simeone Jenius? Apanya yang Jenius?
Serafin Unus Pasi | 12 Maret 2020 18:40
Bola.net - Legenda Liverpool, Michael Owen mengaku kesal melihat pujian berlebihan terhadap Diego Simeone setelah Atletico Madrid mengalahkan Liverpool. Owen menilai bahwa taktik yang diturunkan pelatih asal Argentina itu sangat negatif dan tidak selayaknya mereka mengalahkan Liverpool.
Dini hari tadi, Atletico Madrid bertandang ke Anfield. Mereka menghadapi Liverpool di pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim ini.
Pada laga itu Los Cholchorenos berhasil memastikan diri lolos ke babak perempat final. Mereka mengalahkan The Reds dengan skor 3-2 sehingga agregatnya menjadi 4-2 untuk keunggulan Atletico Madrid.
Owen mengaku kesal melihat gaya bermain Atletico yang cenderung bermain pragmatis. "Para pemain [Atletico] Madrid pasti merasa bangga dengan kemenangan ini," buka Owen kepada BT Sport.
Baca komentar lengkap eks striker Liverpool itu di bawah ini.
Tidak Pantas Menang
Di mata Owen, Atletico sangat tidak layak mengalahkan Liverpool dini hari tadi. Ia menilai The Reds mendominasi laga sepanjang jalan sementara tim tamu hanya bertahan sepanjang laga dan mengandalkan serangan balik.
"Para pemain mereka akan duduk di ruang ganti mereka sembari berkata satu sama lain 'Ya Tuhan, betapa bagus tim yang kita kalahkan hari ini? Kita tidak pernah bermain seperti ini."
"Namun mereka lupa bahwa Liverpool benar-benar mendominasi mereka dalam 90 menit pertandingan berlangsung."
Tidak Jitu Sama Sekali
Di media sosial, banyak pecinta sepakbola yang memuji taktik parkir bus Diego Simeone yang berhasil mengalahkan Liverpool.
Namun Owen menilai bahwa taktik Simeone itu sama sekali tidak pantas mendapatkan pujian.
"Tolong hentikan omong kosong mengenai kejeniusan Simeone. Saya rasa tidak ada jeniusnya sama sekali memainkan 11 pemain top untuk bertahan. Liverpool benar-benar membombardir mereka." ujarnya.
Dikritik Klopp
Kritikan senada juga diberikan Jurgen Klopp kepada Diego Simeone.
Ia menyayangkan keputusan sang pelatih yang lebih suka tampil bertahan ketimbang meladeni permainan terbuka Liverpool.
(BT Sports)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









