Mikel Arteta Salah Pilih Eksekutor Penalti jadi Biang Kekalahan Arsenal di Final Liga Champions?
Asad Arifin | 31 Mei 2026 02:27
Bola.net - Arsenal kembali harus menunda mimpi meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. The Gunners kalah dari PSG pada final Liga Champions 2025/2026 yang digelar di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Pertandingan berjalan sangat ketat selama 120 menit. Kedua tim bermain imbang 1-1 sebelum PSG memastikan kemenangan dengan skor 4-3 lewat babak adu penalti.
Kai Havertz sempat membawa Arsenal unggul cepat pada awal pertandingan. Namun, PSG mampu bangkit melalui gol penalti Ousmane Dembele pada babak kedua dan memaksa laga berlanjut hingga adu penalti.
Kekalahan itu menyisakan banyak pertanyaan bagi Arsenal. Salah satu yang paling banyak dibahas adalah keputusan Mikel Arteta dalam menentukan daftar penendang penalti pada momen paling menentukan musim ini.
Arsenal Gagal Memanfaatkan Kesempatan di Adu Penalti

Arsenal tampil disiplin sepanjang pertandingan dan mampu membatasi kreativitas PSG. Bahkan, tim asuhan Mikel Arteta sempat berada di jalur juara setelah unggul lebih dulu melalui Kai Havertz.
Namun, setelah skor tetap imbang hingga akhir babak tambahan, pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Pada fase inilah Arsenal gagal menunjukkan ketenangan yang dibutuhkan untuk menjadi juara Eropa.
Eberechi Eze dan Gabriel menjadi dua pemain Arsenal yang gagal menjalankan tugas dari titik putih. Kegagalan tersebut membuka jalan bagi PSG untuk mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih musim sebelumnya.
Khusus untuk kegagalan Gabriel, momen itu menjadi pukulan telak bagi Arsenal. Bek asal Brasil tersebut sebelumnya tampil solid sepanjang pertandingan sebelum akhirnya menjadi sosok yang paling terpukul setelah peluit akhir berbunyi.
Keputusan Arteta Jadi Perdebatan

Sorotan kemudian mengarah kepada keputusan Mikel Arteta dalam memilih lima penendang penalti. Beberapa pemain yang dikenal memiliki kualitas teknik tinggi justru tidak masuk dalam daftar eksekutor.
Martin Zubimendi, yang dikenal tenang dalam menguasai bola dan memiliki teknik umpan sangat baik, tidak mendapat kesempatan menjadi penendang. Begitu pula dengan Noni Madueke sebagai penyerang dan mungkin lebih terbiasa mengambil penalti.
Keputusan tersebut menjadi bahan perdebatan karena adu penalti sering kali ditentukan oleh ketenangan dan kualitas teknik individu. Ketika dua eksekutor gagal, pilihan Arteta pun tidak terhindarkan dari kritik.
"Momen yang sangat kejam dan pukulan telak bagi Gabriel yang telah menjadi pilar kekuatan bagi Arsenal. Salah satu momen John Terry dan ini termasuk dalam kategori itu," kata Matt Upson yang jadi pandit di BBC Sport.
Momen Kontras PSG dan Arsenal

Gelar ini menjadi trofi Liga Champions kedua secara beruntun bagi PSG. Sebelumnya, pada musim 2024/2025, mereka meraih gelar pertama setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di partai final.
Bagi Arsenal, hasil ini menjadi luka lama yang kembali terbuka. Setelah gagal pada final 2006 melawan Barcelona, The Gunners kembali harus menerima kenyataan pahit sebagai runner-up setelah begitu dekat dengan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Baca Ini Juga
Selamat, PSG Juara Liga Champions 2025/2026
Hasil PSG vs Arsenal: Menang Adu Penalti 4-3, Les Parisiens Pertahankan Takhta Eropa
Penalti untuk PSG Tepat, Tapi Mengapa Cristhian Mosquera Tidak Dapat Kartu Kuning Kedua?
Kontroversi Final Liga Champions: Arsenal Tak Dapat Penalti, Arteta dan Rice Mengamuk
Momen Final Liga Champions: Noni Madueke Dijatuhkan Nuno Mendes, Haruskah Arsenal Dapat Penalti?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Xabi Alonso Siapkan Perubahan pada 2 Sektor Chelsea untuk Hadapi Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 13:29
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 4 September 2026, 05:16
-
Terungkap, Bintang Arsenal Ini Nyaris Gabung Manchester United di Musim Panas 2026
Liga Inggris 3 September 2026, 19:00
-
Prediksi PSG vs Monaco 5 September 2026
Liga Eropa Lain 3 September 2026, 09:51
LATEST UPDATE
-
Jude Bellingham Makin Bersinar di Sistem Jose Mourinho: Lebih Bebas dan Lebih Berbahaya
Liga Spanyol 4 September 2026, 21:25
-
Hasil BRI Super League: Bali United Bungkam PSS Sleman, Dua Gol Dianulir
Bola Indonesia 4 September 2026, 21:19
-
Chelsea Siapkan 100 Juta Euro untuk Pengganti Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 20:50
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Barcelona Punya Alasan Khusus Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Datangkan Julian Alvarez
Liga Spanyol 4 September 2026, 19:40
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
-
Jose Mourinho Segera Jalani Ujian Besar di Real Madrid: Hadapi Betis dan Inter
Liga Spanyol 4 September 2026, 18:30
-
Arsenal Daftarkan 22 Pemain di Liga Champions, William Saliba Tetap Dibawa
Liga Champions 4 September 2026, 17:55
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 5-6 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 17:48
-
Hasil BRI Super League: 4-0, Sepak Sudut Arema FC Sukses Hancurkan Isenmulang!
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:29
-
Chiesa dan Endo Tidak Masuk, Ini Skuad Liverpool untuk Liga Champions
Liga Champions 4 September 2026, 17:20
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





