Mimpi Quadruple di Depan Mata, Bagaimana Arsenal Menjalaninya?

Editor Bolanet | 11 Maret 2026 15:00
Mimpi Quadruple di Depan Mata, Bagaimana Arsenal Menjalaninya?
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berbicara kepada para pemainnya saat pertandingan melawan Brighton pada Kamis 5 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Peluang Arsenal meraih quadruple musim ini mulai ramai diperbincangkan publik sepak bola. Meriam London berpotensi menyapu empat trofi sekaligus jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim.

Harapan itu muncul setelah performa stabil Arsenal di berbagai kompetisi. Lolos ke fase gugur Liga Champions semakin menguatkan keyakinan bahwa tim asuhan Mikel Arteta memiliki kapasitas untuk bersaing di semua ajang.

Advertisement

Meski begitu, Arteta menolak larut dalam euforia. Ia sadar perjalanan menuju empat gelar masih panjang dan sarat rintangan.

Ujian terdekat datang dari Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Laga ini menjadi tolok ukur apakah ambisi besar tersebut masih realistis untuk dikejar.

1 dari 4 halaman

Tabu Menyebut Kata Quadruple

Tabu Menyebut Kata Quadruple

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta berbicara di konferensi pers jelang laga melawan Bayer Leverkusen di 16 besar Liga Champions. (c) AP Photo/Martin Meissner

Di tengah sorotan publik, Arteta justru memilih pendekatan yang lebih hati-hati. Ia tidak ingin para pemain terbebani ekspektasi besar sejak terlalu dini.

Bagi sang manajer, kunci kesuksesan Arsenal musim ini terletak pada fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Jadwal padat membuat tim harus cepat beradaptasi dengan tuntutan tiap kompetisi.

“Tidak, saya tidak menggunakan istilah itu. Saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat saya tidak ada di sana,” ujar Mikel Arteta.

“Namun kita semua tahu tingkat kesulitan dari setiap kompetisi. Sejauh ini kita sudah melakukannya dengan sangat baik dan perlu terus melanjutkan itu,” tambahnya.

2 dari 4 halaman

Transformasi Kematangan Skuad Meriam London

Transformasi Kematangan Skuad Meriam London

Pemain Arsenal merayakan gol William Saliba saat melawan Chelsea, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Perkembangan Arsenal dalam beberapa musim terakhir terlihat jelas pada kedalaman dan kematangan skuad. Banyak pemain kini memiliki pengalaman bertanding di panggung besar Eropa.

Situasi ini berbeda dibanding awal masa kepelatihan Arteta, ketika sebagian besar pemain belum terbiasa dengan tekanan Liga Champions. Kini, pemahaman mereka terhadap ritme dan tuntutan kompetisi tersebut jauh lebih matang.

“Mereka tentu memiliki lebih banyak pengalaman dalam kompetisi ini. Saat saya bergabung, sebagian besar tim belum pernah bermain di kompetisi ini,” tutur Mikel Arteta.

“Itu jelas sesuatu yang diperlukan seperti di kompetisi lainnya dan mereka memahaminya lebih baik. Sekarang kita harus menunjukkan performa tersebut,” tegas mantan asisten Pep Guardiola ini.

3 dari 4 halaman

Pelajaran Mahal dari Semifinal Musim Lalu

Pelajaran Mahal dari Semifinal Musim Lalu

Suporter Arsenal memberikan dukungan saat melawan Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup di Emirates, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Perjalanan hingga semifinal musim lalu memberi Arsenal banyak pelajaran penting. Arteta menggunakan pengalaman itu sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan tim.

Menurutnya, fase gugur Liga Champions sering ditentukan oleh detail kecil. Karena itu, tim harus lebih tajam dan efisien saat peluang muncul.

“Ya, Anda belajar tentang hal-hal yang dilakukan dengan baik dan alasan mengapa Anda berada di sana. Serta hal-hal yang bisa ditingkatkan,” jelas Mikel Arteta.

“Anda harus menerapkan pembelajaran itu di momen tersebut. Jendela kesempatannya sangat kecil, jadi Anda harus sangat efisien,” imbuhnya.

4 dari 4 halaman

Ujian Konsistensi di BayArena

Ujian Konsistensi di BayArena

Selebrasi pemain Arsenal. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Arsenal kini mulai dipandang sebagai tim yang rutin bersaing di fase gugur Liga Champions. Namun, reputasi tersebut harus dibuktikan lewat performa nyata di setiap pertandingan.

Duel melawan Bayer Leverkusen di BayArena menjadi ujian penting bagi konsistensi mereka. Arteta menuntut fokus penuh karena laga besar sering ditentukan oleh momen singkat.

“Saya percaya begitu, tapi ini sepak bola dan Anda harus menunjukkannya besok malam. Anda harus sangat jelas tentang apa yang akan dituntut oleh pertandingan,” kata Mikel Arteta.

“Liga Champions adalah tentang hari pertandingan dan di dalam hari itu ada momen-momen tertentu. Anda harus tampil lebih baik daripada lawan,” tutupnya.

LATEST UPDATE