Mimpi Quadruple di Depan Mata, Bagaimana Arsenal Menjalaninya?
Editor Bolanet | 11 Maret 2026 15:00
Bola.net - Peluang Arsenal meraih quadruple musim ini mulai ramai diperbincangkan publik sepak bola. Meriam London berpotensi menyapu empat trofi sekaligus jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Harapan itu muncul setelah performa stabil Arsenal di berbagai kompetisi. Lolos ke fase gugur Liga Champions semakin menguatkan keyakinan bahwa tim asuhan Mikel Arteta memiliki kapasitas untuk bersaing di semua ajang.
Meski begitu, Arteta menolak larut dalam euforia. Ia sadar perjalanan menuju empat gelar masih panjang dan sarat rintangan.
Ujian terdekat datang dari Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Laga ini menjadi tolok ukur apakah ambisi besar tersebut masih realistis untuk dikejar.
Tabu Menyebut Kata Quadruple

Di tengah sorotan publik, Arteta justru memilih pendekatan yang lebih hati-hati. Ia tidak ingin para pemain terbebani ekspektasi besar sejak terlalu dini.
Bagi sang manajer, kunci kesuksesan Arsenal musim ini terletak pada fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Jadwal padat membuat tim harus cepat beradaptasi dengan tuntutan tiap kompetisi.
“Tidak, saya tidak menggunakan istilah itu. Saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat saya tidak ada di sana,” ujar Mikel Arteta.
“Namun kita semua tahu tingkat kesulitan dari setiap kompetisi. Sejauh ini kita sudah melakukannya dengan sangat baik dan perlu terus melanjutkan itu,” tambahnya.
Transformasi Kematangan Skuad Meriam London

Perkembangan Arsenal dalam beberapa musim terakhir terlihat jelas pada kedalaman dan kematangan skuad. Banyak pemain kini memiliki pengalaman bertanding di panggung besar Eropa.
Situasi ini berbeda dibanding awal masa kepelatihan Arteta, ketika sebagian besar pemain belum terbiasa dengan tekanan Liga Champions. Kini, pemahaman mereka terhadap ritme dan tuntutan kompetisi tersebut jauh lebih matang.
“Mereka tentu memiliki lebih banyak pengalaman dalam kompetisi ini. Saat saya bergabung, sebagian besar tim belum pernah bermain di kompetisi ini,” tutur Mikel Arteta.
“Itu jelas sesuatu yang diperlukan seperti di kompetisi lainnya dan mereka memahaminya lebih baik. Sekarang kita harus menunjukkan performa tersebut,” tegas mantan asisten Pep Guardiola ini.
Pelajaran Mahal dari Semifinal Musim Lalu

Perjalanan hingga semifinal musim lalu memberi Arsenal banyak pelajaran penting. Arteta menggunakan pengalaman itu sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan tim.
Menurutnya, fase gugur Liga Champions sering ditentukan oleh detail kecil. Karena itu, tim harus lebih tajam dan efisien saat peluang muncul.
“Ya, Anda belajar tentang hal-hal yang dilakukan dengan baik dan alasan mengapa Anda berada di sana. Serta hal-hal yang bisa ditingkatkan,” jelas Mikel Arteta.
“Anda harus menerapkan pembelajaran itu di momen tersebut. Jendela kesempatannya sangat kecil, jadi Anda harus sangat efisien,” imbuhnya.
Ujian Konsistensi di BayArena

Arsenal kini mulai dipandang sebagai tim yang rutin bersaing di fase gugur Liga Champions. Namun, reputasi tersebut harus dibuktikan lewat performa nyata di setiap pertandingan.
Duel melawan Bayer Leverkusen di BayArena menjadi ujian penting bagi konsistensi mereka. Arteta menuntut fokus penuh karena laga besar sering ditentukan oleh momen singkat.
“Saya percaya begitu, tapi ini sepak bola dan Anda harus menunjukkannya besok malam. Anda harus sangat jelas tentang apa yang akan dituntut oleh pertandingan,” kata Mikel Arteta.
“Liga Champions adalah tentang hari pertandingan dan di dalam hari itu ada momen-momen tertentu. Anda harus tampil lebih baik daripada lawan,” tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Mikel Arteta Ingatkan Arsenal, Fleetwood Town Bisa Jadi Ancaman di Carabao Cup
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:22
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






