Mourinho: Saya Lebih Terbiasa Bermain 10 Orang
Editor Bolanet | 6 Maret 2013 11:35
- Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho mengatakan jika timnya lebih terbiasa bermain dengan 10 orang, daripada harus menghadapi 10 orang pemain lawan.
Hal itu diutarakannya usai Los Blancos sukses mengalahkan Manchester United 2-1, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Old Trafford. Di pertandingan tersebut, tuan rumah unggul terlebih dahulu melalui gol bunuh diri Sergio Ramos.
Namun keberuntungan United memudar, ketika diusir wasit Cuneyt Cakir di menit ke-56. Sejak saat itu Madrid tampak tak lagi kesulitan, dan berhasil membalikkan keadaan, lewat gol-gol Luka Modric dan Cristiano Ronaldo.
Pasca pertandingan pelatih asal Portugal itu berulang kali mengungkapkan rasa simpatinya kepada skuad besutan Alex Ferguson. Ia bahkan mengaku lebih memiliki pengalaman untuk bermain dengan 10 orang, daripada menghadapi 10 orang.
Sejarah saya tidak untuk bermain menghadapi 10 pemain, namun sejarah saya adalah bermain dengan 10 pemain, terutama di babak semifinal, ujar Mourinho singkat.
Komentar Mourinho tersebut ada benarnya. Selama berkiprah di Liga Champions bersama empat tim berbeda, Mou sudah tiga kali merasakan semifinal tanpa tim yang utuh.
Bersama , ia kehilangan Didier Drogba dan Asier Del Horno di laga semifinal. Bersama Inter Milan, Thiago Motta menjadi pemain berikutnya. Yang terakhir adalah dikartu merahnya , dalam semifinal El Clasico tahun 2011. (espn/atg)
Hal itu diutarakannya usai Los Blancos sukses mengalahkan Manchester United 2-1, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Old Trafford. Di pertandingan tersebut, tuan rumah unggul terlebih dahulu melalui gol bunuh diri Sergio Ramos.
Namun keberuntungan United memudar, ketika diusir wasit Cuneyt Cakir di menit ke-56. Sejak saat itu Madrid tampak tak lagi kesulitan, dan berhasil membalikkan keadaan, lewat gol-gol Luka Modric dan Cristiano Ronaldo.
Pasca pertandingan pelatih asal Portugal itu berulang kali mengungkapkan rasa simpatinya kepada skuad besutan Alex Ferguson. Ia bahkan mengaku lebih memiliki pengalaman untuk bermain dengan 10 orang, daripada menghadapi 10 orang.
Sejarah saya tidak untuk bermain menghadapi 10 pemain, namun sejarah saya adalah bermain dengan 10 pemain, terutama di babak semifinal, ujar Mourinho singkat.
Komentar Mourinho tersebut ada benarnya. Selama berkiprah di Liga Champions bersama empat tim berbeda, Mou sudah tiga kali merasakan semifinal tanpa tim yang utuh.
Bersama , ia kehilangan Didier Drogba dan Asier Del Horno di laga semifinal. Bersama Inter Milan, Thiago Motta menjadi pemain berikutnya. Yang terakhir adalah dikartu merahnya , dalam semifinal El Clasico tahun 2011. (espn/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








