Mungkinkah Magis Istanbul Terulang Buat Liverpool di Tahun Ini?
Yaumil Azis | 21 Maret 2021 18:00
Bola.net - Istanbul menghadirkan malam yang spesial buat klub raksasa Inggris, Liverpool, pada tahun 2005 lalu. Saat itu, mereka yang masih dipegang Rafael Benitez mampu melakukan 'comeback' spesial melawan AC Milan di babak final Liga Champions.
Tidak ada yang menyangka kalau the Reds bisa keluar sebagai pemenang. Bagaimana tidak, gawang mereka sudah dijebol sebanyak tiga kali oleh Paolo Maldini dan Hernan Crespo (dua gol) sebelum babak pertama berakhir.
Dewi Fortuna memilih pindah ke pelukan Liverpool di babak kedua. Dalam waktu 15 menit sejak permainan kembali digelar, Liverpool sukses menyamakan kedudukan berkat aksi Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso secara bergantian.
Kedudukan imbang memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, bahkan hingga ke drama adu penalti. The Reds sukses keluar sebagai pemenang setelah tiga eksekutor Milan, yakni Serginho, Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko, gagal melakukan tugasnya dengan baik.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Keyakinan Rafael Benitez
Sebelum pertandingan digelar, Liverpool sejatinya sudah menyandang status kuda hitam. Pasalnya Milan waktu itu diperkuat oleh banyak pemain hebat. Setiap lini memiliki materi pemain yang diberkahi potensi luar biasa.
Situasi serupa juga sedang dialami Liverpool tahun ini. Tidak bisa dimungkiri, 2021 bukanlah tahunnya the Reds. Tengok saja bagaimana kiprah pasukan Jurgen Klopp tersebut dalam ajang Premier League.
Kebetulan, di tahun ini, babak final bakal digelar di Istanbul lagi. Benitez yang merupakan sosok berjasa di balik kesuksesan Liverpool pada tahun 2005 memprediksi kalau momen 'Magis di Istanbul' bisa terulang pada tahun ini.
"Tentu saja. Liverpool memiliki potensi dan pelatihnya, itu bukanlah sebuah masalah," ujar Benitez ketika bertemu dengan Daily Mail.
Liverpool Beruntung? Kata Siapa?
Benitez mengenang kembali kejadian 'Magis di Istanbul' yang, buat sebagian orang, adalah sebuah keberuntungan. Benitez tidak sepakat. Sebab dalam perjalanannya, Liverpool bertemu dengan klub-klub hebat.
"Orang-orang berbicara soal Istanbul seolah-olah kalau kami beruntung. Namun kami tidak beruntung memenangkan Liga Champions, sebab kami menghadapi Juventus [di perempat final], tim hebat dan mereka memainkan 5-3-2," lanjutnya.
"Secara taktik kami harus beradaptasi melawan tim yang sangat menyulitkan dan kemudian, karena kami bermain dengan baik, kepercayaan diri bertumbuh. Kami bermain melawan Chelsea, kali ini tim terbaik mungkin di Eropa - sudah pasti di Inggris - [namun] tim kami benar-benar percaya diri sehingga secara taktik kami mampu mengatasinya."
"Saya pikir Liverpool bisa melakukan hal yang sama dan melaju ke final sudah jelas. AC Milan merupakan tim yang hebat tetapi kepercayaan diri tim bertumbuh karena, di fase gugur seperti ini, kami bisa melakukannya," pungkasnya.
(Daily Mail)
Baca Juga:
Kenapa Liverpool Harus Mewaspadai Karim Benzema?
Real Madrid, Lawan Nomor 1 Jurgen Klopp di Liga Champions
Saran untuk Liverpool: Ganti Firmino dengan Dybala
Klopp Senang Liverpool Tak Jumpa Chelsea atau Man City di Perempat Final UCL
5 Fakta Menarik dari Sederet Duel Akbar di Perempat Final Liga Champions 2020/21
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
-
Botol Minum Bikin FIFA Bingung
Piala Dunia 7 Juni 2026, 14:33
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














