Opini: Kritikan untuk PSG, Sudah Rusak Transfer Kini Ingin Tampak Tak Bersalah
Richard Andreas | 20 April 2021 07:20
Bola.net - PSG jadi salah satu klub besar yang masih belum memberikan jawaban mereka untuk tawaran European Super League (ESL). Ada pula Bayern Munchen dan Borussia Dortmund yang masih menolak.
Di antara tiga klub besar ini, sikap PSG mungkin paling menyebalkan bagi klub-klub top lain. 12 klub penggagas Super League bisa jadi sangat kesal dengan penolakan PSG.
Pasalnya, PSG memegang peran besar dalam perubahan sepak bola Eropa. Sayangnya perubahan ini adalah perubahan buruk yang masih bertahan hingga kini.
Segalanya dimulai dari transfer Neymar beberapa tahun lalu. Dengan merekrut Neymar dari Barcelona, PSG sebenarnya telah merusak iklim sepak bola Eropa.
Rusak harga dan gaji pemain
PSG mendatangkan Neymar dengan harga luar biasa mahal. Tahun 2017 lalu, Neymar menjadi pemain termahal di dunia dengan biaya transfer 222 juta euro.
Dengan kurs saat ini, kira-kira PSG mengeluarkan uang sebesar 3,9 triliun rupiah hanya untuk membeli satu pemain. Luar biasa, bukan?
Sejak saat itu, sepak bola memasuki era baru yang disebut era post-neymar. Harga pemain meroket tak keruan, klub-klub jadi kerepotan.
Pemain-pemain top juga berani mendesak klub, meminta kenaikan gaji. Ada banyak klub yang jadi korban, seperti kasus Arsenal dengan Mesut Ozil.
Klub-klub lain kerepotan
Gara-gara transfer gila PSG tersebut, klub-klub top Eropa lainnya jadi ikut kesulitan. Berapa uang yang harus dikeluarkan Manchester United untuk membeli Harry Maguire?
Harga pemain jadi tidak masuk akal, padahal pendapatan klub terbatas. Lalu pandemi menghantam, laga tanpa penonton, dan klub semakin menderita.
Klub-klub top yang seharusnya punya kekuatan finansial besar seperti Barcelona, Real Madrid, bahkan Manchester United, merugi besar-besaran sejak pandemi.
Beban gaji mereka terlalu besar, padahal pendapatan macet karena tidak ada penjualan tiket.
ESL jadi solusi
Karena itulah klub-klub top itu berusaha membentuk ESL. Bukan sekadar liga tandingan, tapi liga yang lebih sehat dan transparan.
ESL juga lebih menarik bagi para investor karena jaminan laporan keuangan sehat. Klub-klub mendapatkan uang, gaji pemain pun terbayarkan.
Nahasnya, PSG justru menolak tawaran awal masuk ESL. Padahal mereka memegang peran besar dalam kerusakan iklim sepak bola Eropa.
Nah, bagaimana menurut Anda Bolaneters? Tulis di kolom komentar ya!
*Catatan: Tulisan ini adalah opini pribadi penulis, tidak terkait dengan pandangan media
Baca ini juga ya!
Pede Betul! MU Yakin Tidak Akan Ditendang Premier League
Beragam Aksi Protes European Super League di Laga Leeds vs Liverpool, dari Kaus hingga Pesawat
Super League Bikin Messi Limbung di Barcelona
European Super League Soal Uang, Emangnya UEFA Enggak?
Begini Kondisi Internal Chelsea Usai Deklarasi Super League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



