Panas di Kubu Celtic
Editor Bolanet | 14 Februari 2013 08:00
- Suasana panas tercipta di kubu sehari setelah ditundukkan 0-3. Penyebabnya adalah winger Kris Commons yang terang-terangan menyalahkan rekan setimnya, Efe Ambrose, atas kekalahan tersebut.
Menjamu Juventus di Celtic Park dalam partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2), Celtic kalah telak. Bek Ambrose, yang baru bermain di final Piala Afrika bersama Nigeria, diturunkan sebagai starter dan menjadi biang terjadinya dua gol ke gawang Fraser Forster.
Manajer memilihnya. Manajer bertanya tentang kondisinya, dan dia berkata bahwa dia dalam keadaan brilian, tutur Commons seperti dikutip Football Italia.
Kalau sedang tidak baik, seharusnya dia bilang saja. Jika memang bagus, harusnya dia menampilkan performa yang lebih baik, imbuh Commons.
Menurut Commons, kesalahan-kesalahan Ambrose sangat mendasar dan sepele, tapi tak seharusnya muncul di panggung sebesar Liga Champions.
Hanya kesalahan-kesalahan remeh. Di playground hal tersebut mungkin tak berpengaruh, tapi ini 16 besar Liga Champions, ujar Commons.
Beberapa orang telah mengecewakan tim. Semoga tak terjadi lagi. Back four melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat kami kalah, tapi berkat mereka jugalah kami sampai di babak ini. Ini sungguh pahit, pungkasnya.
Wajar jika Commons dan mayoritas kubu Celtic kecewa dengan hasil ini. Pasalnya, seperti kata manajer Neil Lennon, Celtic butuh keajaiban untuk membalas defisit tiga gol kala melakoni leg kedua di Turin 7 Maret mendatang jika mereka ingin melewati La Vecchia Signora dan lolos ke perempat final. (foti/gia)
Menjamu Juventus di Celtic Park dalam partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2), Celtic kalah telak. Bek Ambrose, yang baru bermain di final Piala Afrika bersama Nigeria, diturunkan sebagai starter dan menjadi biang terjadinya dua gol ke gawang Fraser Forster.
Manajer memilihnya. Manajer bertanya tentang kondisinya, dan dia berkata bahwa dia dalam keadaan brilian, tutur Commons seperti dikutip Football Italia.
Kalau sedang tidak baik, seharusnya dia bilang saja. Jika memang bagus, harusnya dia menampilkan performa yang lebih baik, imbuh Commons.
Menurut Commons, kesalahan-kesalahan Ambrose sangat mendasar dan sepele, tapi tak seharusnya muncul di panggung sebesar Liga Champions.
Hanya kesalahan-kesalahan remeh. Di playground hal tersebut mungkin tak berpengaruh, tapi ini 16 besar Liga Champions, ujar Commons.
Beberapa orang telah mengecewakan tim. Semoga tak terjadi lagi. Back four melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat kami kalah, tapi berkat mereka jugalah kami sampai di babak ini. Ini sungguh pahit, pungkasnya.
Wajar jika Commons dan mayoritas kubu Celtic kecewa dengan hasil ini. Pasalnya, seperti kata manajer Neil Lennon, Celtic butuh keajaiban untuk membalas defisit tiga gol kala melakoni leg kedua di Turin 7 Maret mendatang jika mereka ingin melewati La Vecchia Signora dan lolos ke perempat final. (foti/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 4 Mei 2026, 06:06
-
Man of the Match Juventus vs Verona: Lorenzo Montipo
Liga Italia 4 Mei 2026, 01:21
LATEST UPDATE
-
Virgil van Dijk Sebut Musim Liverpool Tidak Dapat Diterima
Liga Inggris 5 Mei 2026, 01:00
-
Man of the Match Chelsea vs Nottingham Forest: Taiwo Awoniyi
Liga Inggris 4 Mei 2026, 23:43
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persita 5 Mei 2026
Bola Indonesia 4 Mei 2026, 22:53
-
Presiden Inter Akui Barcelona Tertarik pada Alessandro Bastoni
Liga Italia 4 Mei 2026, 21:16
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 4 Mei 2026, 22:18
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52














