Parkir Bus, di Balik Duel MU vs Barcelona pada Liga Champions 2007/2008
Asad Arifin | 30 April 2020 08:27
Bola.net - Ada cerita unik di balik kemenangan Manchester United atas Barcelona pada Liga Champions 2007/2008. Saat itu, Paul Scholes protes kepada Sir Alex Ferguson lantaran Setan Merah harus tampil bertahan dan sangat taktikal.
Manchester United berjumpa Barcelona pada laga semifinal Liga Champions musim 2007/2007. Laga leg pertama digelar di Camp Nou pada 23 April 2008, sedangkan leg kedua di Old Trafford pada 29 April 2008.
Pada musim itu, Barcelona menjadi tim unggulan. Dilatih Frank Rijkaard, Barcelona punya materi pemain papan atas seperti Samuel Eto'o, Thierry Henry dan Lionel Messi di lini depan.
United juga tidak kalah hebat. Tim racikan Sir Alex Ferguson sedang berada dalam fase terbaiknya. Rio Ferdinand menjadi andalan di barisan belakang. Setan Merah juga punya Edwin van der Sar.
Saat Manchester United Harus 'Parkir Bus'
Frank Rijkaard, sebagai pelatih asal Belanda, menerapkan sepak bola atraktif di Barcelona. Rijkaard punya materi pemain yang mumpuni. Ada trio Xavi, Yaya Toure, dan Deco sebagai pengendali lini tengah.
United sebenarnya tidak kalah hebat dalam potensi menerapkan sepak bola menyerang. Sebab, mereka punya Wayne Rooney, Carlos Tevez, dan Cristiano Ronaldo.
Namun, Sir Alex Ferguson, atas saran Carlos Quieroz, memilih cara berbeda. Fergie enggan meladeni Barcelona dengan permainan terbuka. United memilih bermain bertahan dan melatih skema ini selama satu pekan penuh.
"Saya pikir itu adalah sesuatu yang dibawa Carlos ke tim utama," kenang mantan bek Manchester United, Mikael Silvestre pada MUTV.
"Ada banyak latihan taktik dan penempatan posisi, kami harus tahu kapan bergeser dan kami harus menekan dan turun. Karena, Barcelona bisa dengan mudah mematahkan kami," kata Mikael Silvestre.
"Sangat penting untuk tetap kompak selama 90 menit," katanya.
Berujung Manis
Keputusan Fergie menerima saran dari sang asisten berbuah manis. Kendati terus digempur Barcelona pada leg pertama di Camp Nou, gawang Edwin van der Sar tidak kebobolan. United pulang dengan hasil imbang 0-0.
Leg kedua digelar di Old Trafford. United harus menang, berapa pun skornya, untuk lolos ke final.
Lagi-lagi, Fergie tidak mengambil resiko. Sukses dengan 'parkir bus' di leg pertama, strategi serupa diulang pada leg kedua. United tampil lebih bertahan walau bermain di kandang sendiri.
"Kami berhasil melakukan itu dan semua karena kerja keras tim. Ini bukan pekerjaan terbaik, tetapi ini soal taktik. Saya pernah bermain di Italia dan cara itu tidak begitu bagus di Inggris," sambung Mikael Silvestre.
United menang dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Paul Scholes pada leg kedua. Setan Merah melaju ke final dan berjumpa Chelsea.
Sempat Ditentang Paul Scholes
Paul Scholes sempat menolak rencana yang dibawa Carlos Queiroz dan disepakati Sir Alex Ferguson. Sebab, bermain bertahan tidak sesuai dengan karakter Manchester United dan sepak bola Inggris waktu itu.
"Paul Scholes banyak mengeluh, dia tidak senang dengan permainan taktik, tetapi pada akhirnya itu yang membantu kita mengalahkan Barcelona," ucap Mikael Silvestre.
Manchester United bertahan dengan sempurna. Paul Scholes menjadi pahlawan lewat tendangan roketnya pada menit ke-14. Setelah gol cepat itu, United tampil kompak di lini pertahanan.
Lionel Messi, Samuel Eto'o dan Thierry Henry hanya mampu melepaskan tiga tendangan tepat sasaran pada leg kedua.
"Tekanan sangat tinggi. Sebagai pemain, kami berpikir ini sudah gila, tetapi kami sangat senang. Semakin banyak tekanan, kami semakin bersemangat," ucap pria asal Prancis tersebut.
"Malam itu, suasana di Old Trafford fantastis," kenang Mikael Silvestre.
Apa Kata Ferguson?
Pada leg pertama, United hanya punya 27 persen penguasaan bola. Sedangkan, Barcelona mendapatkan 73 persen penguasaan bola. Dicatat ESPN, United hanya melepas delapan tendangan sedangkan Barcelona melepas 26 tendangan.
Lantas, apa kata Fergie melihat statistik yang begitu timpang tersebut?
"Biasanya kami yang menguasai bola jauh lebih baik daripada yang kami lakukan malam ini, transisi kami dari bertahan ke menyerang tidak cukup baik dan kami tidak cukup cepat saat mendapat bola," kata Fergie dikitip dari The Guardian.
Situasi di leg kedua juga tidak jauh berbeda. United hanya melepas 10 tendangan, sedangkan Barcelona 17 kali. United hanya punya 38 persen penguasaan bola. Sementara, Barcelona punya 62 persen penguasaan bola.
Komentar Frank Rijkaard
Frank Rijkaard, pelatih Barcelona, secara terbuka mengeluhkan cara bermain Manchester United. Dengan Park Ji-sung di lini tengah, dia tidak bisa mendapat banyak ruang dan United juga bertahan sangat rapat.
"Manchester United bermain sangat bertahan dan kami punya sedikit ruang. Pertahanan mereka sangat kuat," kata Frank Rijkaard.
"Saya tidak terkejut bahwa mereka bermain bertahan. Tim-tim Inggris memang seperti itu. Cerdik, kuat, dan terorganisasi dengan baik. Selalu ada perbedaan mencolok antara cara bermain mereka di Premier League dan Eropa."
"Malam ini, semua tampak begitu nyata," tegas pelatih asal Belanda tersebut.
Baca Ini Juga:
Mandalika: Kisah Kembalinya Indonesia ke Kalender Balap MotoGP
Hari Ini 14 Tahun Lalu: Ketika Chelsea Merayakan Gelar Premier League di Hadapan MU
Hari Ini 12 Tahun yang Lalu, Roket Scholes ke Gawang Barcelona Bawa MU Lolos ke Final UCL
Mengenang Ali Dia, Si Pembohong dan Pemain Terburuk dalam Sejarah Premier League
Ketika Ronaldo Menciptakan Gol Tercepat di Derby Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






