Pelatih Leverkusen Protes Keras: Arsenal Disebut Dapat Penalti Gaib
Afdholud Dzikry | 12 Maret 2026 05:48
Bola.net - Pelatih Bayer Leverkusen, Kasper Hjulmand, meluapkan kekecewaan setelah timnya ditahan imbang Arsenal 1-1 di BayArena. Ia menilai penalti untuk Arsenal pada menit akhir sebagai keputusan kontroversial yang menggagalkan kemenangan timnya.
Menurut Hjulmand, kontak antara Noni Madueke dan Malik Tillman tidak layak dianggap pelanggaran. Karena itu, ia merasa wasit merugikan Leverkusen meski keputusan tersebut telah ditinjau melalui VAR.
Kekecewaan itu terasa wajar. Sepanjang pertandingan, Leverkusen tampil disiplin meredam agresivitas Arsenal. Gol Robert Andrich bahkan sempat membawa tuan rumah unggul sebelum penalti di menit akhir mengubah jalannya laga.
Meski demikian, Hjulmand mencoba melihat sisi lain dari situasi tersebut. Ia menilai tekanan kini justru berada di pihak Arsenal menjelang leg kedua.
Protes Penalti di Menit Akhir

Insiden pada menit ke-89 menjadi titik balik pertandingan. Saat itu, Noni Madueke terjatuh setelah kontak dengan Malik Tillman di kotak penalti. Keputusan wasit langsung memicu protes keras dari para pemain Leverkusen.
Kai Havertz kemudian mengeksekusi penalti dengan tenang dan menyamakan skor menjadi 1-1. Bagi Hjulmand, gol tersebut terasa pahit karena datang setelah timnya tampil solid sepanjang laga.
“Saya memiliki perasaan yang campur aduk saat ini,” ujar Hjulmand.
“Ini performa yang sangat bagus melawan tim papan atas. Karena itu, adegan terakhir tadi tentu mengecewakan.”
Ia menilai skor 1-0 akan memberi keuntungan besar bagi Leverkusen sebelum bertandang ke London.
“Skor 1-0 jelas lebih baik daripada 1-1. Saya tidak melihat adanya penalti di sana, tetapi itulah yang terjadi,” tegasnya.
Psywar Jelang Leg Kedua

Meski gagal menang di kandang, Hjulmand tetap percaya diri menghadapi leg kedua di Emirates Stadium. Ia bahkan menyebut status favorit yang disandang Arsenal bisa menjadi tekanan tersendiri bagi tim tuan rumah.
Leverkusen, kata dia, akan datang ke London dengan keyakinan penuh untuk merebut tiket perempat final.
“Kami akan pergi ke London dengan membawa harapan besar,” ujarnya.
“Saya rasa sekarang justru ada banyak tekanan pada Arsenal.”
Ia pun meminta para pemainnya segera melupakan hasil ini dan fokus pada laga berikutnya.
“Kami harus kembali menunjukkan performa kuat. Kami harus mengambil peluang itu dan menantikannya pada hari Selasa,” tambahnya.
Performa Solid?Robert Andrich
Di balik kekecewaan tersebut, Hjulmand tetap memuji performa kapten tim, Robert Andrich. Gelandang berusia 31 tahun itu tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga tampil solid di lini tengah.
Hjulmand sempat khawatir ketika Andrich menerima kartu kuning cepat pada menit kedua. Ia bahkan mempertimbangkan untuk menariknya keluar lebih awal.
“Saya sempat berpikir untuk mengganti Rob lebih cepat,” aku Hjulmand.
“Namun saya tidak melakukannya, dan itu keputusan tepat karena dia pemain yang sangat berpengalaman.”
Menurutnya, ketenangan Andrich menjadi salah satu kunci Leverkusen mampu mengimbangi permainan Arsenal.
“Dia memainkan pertandingan yang luar biasa hari ini,” tutup Hjulmand.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Atletico Madrid vs Arsenal di Konteks yang Berbeda
Liga Champions 28 April 2026, 16:37
-
Ketajaman Atletico Madrid vs Solidnya Pertahanan Arsenal
Liga Champions 28 April 2026, 16:30
LATEST UPDATE
-
Haaland Kirim Peringatan: Manchester City Akan Lebih Mengerikan Musim Depan!
Liga Inggris 28 April 2026, 18:18
-
Battle of WAGs Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern Munchen
Bolatainment 28 April 2026, 17:17
-
Operasi Sukses, Luka Modric Ditargetkan Pulih Tepat Waktu untuk Piala Dunia
Piala Dunia 28 April 2026, 17:17
-
5 Pemain Pengubah Nasib di Semifinal Liga Champions: Harry Kane Nomor 1
Liga Champions 28 April 2026, 16:46
LATEST EDITORIAL
-
5 Rekor yang Masih Bisa Dipecahkan atau Disamai Bayern Munchen Musim Ini
Editorial 28 April 2026, 14:07
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
















