Penaldo! Kenapa Sih Gol Penalti Cristiano Ronaldo Selalu Dicibir? Memang Apa yang Salah?
Richard Andreas | 25 Juli 2020 08:00
Bola.net - Hampir setiap kali setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol dari titik putih, cibiran beruntun menyerangnya. Seolah-olah nilai gol penalti tidak sebesar gol-gol lainnya, padahal faktanya tidak demikian.
Semua yang mengenal sepak bola tahu betul bahwa mencetak gol penalti bukan perkara sepele. Karena itulah cibiran terhadap Ronaldo biasanya datang dari fans lawan atau dari mereka yang membencinya, dan biasanya hanya berani berisik di media sosial.
Ya, mencetak gol penalti tidak semudah yang terlihat, terlebih untuk beberapa gol penalti Ronaldo yang begitu penting. Sebut saja penalti di menit ke-90+3 saat timnya sedang tertekan, atau sepakan terakhir di babak adu penalti final Liga Champions.
Tekanan pada momen-momen penting itu sangat besar, dan Ronaldo tidak pernah hancur menghadapinya. Sebaliknya, dia hampir selalu muncul sebagai pemenang.
Sebab itu, cibiran terhadap gol penalti Ronaldo sebenarnya tidak masuk akal. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Dikritik karena terlalu sering: Penaldo!
Saking seringnya mencetak gol dari titik putih, Ronaldo sampai mendapatkan julukan tersendiri: Penaldo.
Tercatat, tanpa menghitung adu penalti, Ronaldo telah mencetak 126 gol penalti dari 138 kesempatan di level klub. Artinya dia nyaris tak pernah gagal dan selalu dipercaya jadi algojo.
Inilah penyebab munculnya julukan Penaldo, yakni karena Ronaldo terlalu sering mendapat kesempatan dan menuntaskannya dengan baik.
Sebagai perbandingan, Lionel Messi mendapatkan 97 kesempatan penalti dan berhasil mencetak 90 gol. Sebenarnya sama saja, hanya penalti Messi belum sebanyak Ronaldo.
Dikritik saat tidak menendang
Anehnya, Ronaldo tidak hanya dikritik ketika terlalu banyak menendang penalti, dia pun dikecam karena tidak menendang penalti.
Seperti yang terjadi pada final Coppa Italia 2020 ini, ketika Juve takluk dari Napoli di babak adu penalti. Saat itu, Ronaldo dipercaya jadi algojo kelima.
Sayangnya Ronaldo tidak sempat menendang karena dua penendang Juve gagal. Sepakan Dybala ditepis, sepakan Danilo melenceng. Napoli pun menang 4-2.
Jelas, setelah kekalahan ini, Ronaldo lagi-lagi jadi sasaran kecaman. Dia disebut sengaja memilih jadi penendang kelima untuk mendapatkan sorotan lebih ketika Juve menang, supaya golnya jadi penentu.
Padahal, penendang kelima dalam penalti biasanya memang diisi oleh pemain algojo terbaik. Ada beban mental lebih di sana, yang biasanya jadi penentu kemenangan atau kegagalan.
Dikritik saat gagal
Nahas bagi Ronaldo, selain dikritik karena terlalu banyak gol penalti dan karena tidak menendang, dia pun dkritik ketika gagal. Entah apa yang sebenarnya diinginkan fans.
Kritikan ini terjadi pada semifinal Liga Champions 2011/12, babak adu penalti Real Madrid kontra Bayern Munchen. Saat itu Ronaldo maju sebagai penendang pertama, bukan penendang kelima
Ronaldo mencetak dua gol Madrid di waktu normal, tapi Bayern membalas satu gol dan memaksa laga dilanjutkan ke adu penalti (agg: 3-3).
Bintang Portugal ini maju sebagai penendang pertama, tapi gagal menaklukkan Manuel Neuer. Sepertinya kegagalan ini menjatuhkan mental pemain Madrid, yang akhirnya takluk 1-3.
Jelas, Ronaldo dikritik setelahnya. Jadi penendang pertama dkiritik, penendang kelima pun dikritik. Artinya, Ronaldo selalu salah ketika gagal (dan tetap disebut Penaldo saat sukses)
Mental Ronaldo
Alhasil, jika mengamati nasib Ronaldo di atas, sebenarnya tidak ada yang salah dengan gol penalti Ronaldo. Mereka yang membenci Ronaldo memang sengaja mencari-cari kesalahan sang megabintang, entah itu terlalu banyak, entah gagal, bahkan saat tak sempat menendang.
Bagaimanapun, Ronaldo tetaplah salah satu algojo penalti terbaik, fakta ini tidak bisa dibantah. Tekniknya dilengkapi mental tangguh, yang tak gentar di situasi sesulit apa pun.
Lihat saja video yang beredar di media sosial beberapa tahun lalu. Tayangan ini menunjukkan momen sesaat sebelum Ronaldo mengeksekusi penalti krusial pada duel leg kedua perempat final UCL, Real Madrid vs Juventus.
Kondisinya, Madrid sudah menang 3-0 di leg pertama di Turin, seharusnya leg kedua mudah. Namun, tak disangka Juve justru tampil beringas di Bernabeu dan berhasil unggul 3-0.
Seharusnya laga berlanjut ke babak tambahan, tapi Madrid mendapatkan penalti tepat di menit ke-90. Konflik tak terhindarkan di lapangan, pemain-pemain Juve berang memprotes wasit.
Namun, saat itu Ronaldo terlihat hanya fokus kepada bola, bahkan perkatan rekan-rekannya diabaikan, apalagi konfrontasi pemain Juve. Tekanan besar di pundak Ronaldo, dan dia menuntaskan penalti dengan baik.
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
Best XI Perekrutan Terburuk La Liga, Ada Felix dan Griezmann, Minus Hazard
Tak Hanya Lincah di Panggung, Sepuluh KPOP Idol Ini Juga Piawai Beraksi di Lapangan Hijau
Reaksi Netizen Lihat Pertahanan Juventus: Dari yang Terbaik, Kini Lembek Seperti Keju Swiss
Sederet Penawaran 'Afgan' Arsenal: Tawar Luis Suarez Seharga 40 Juta + 1 Pounds!
Apa yang Membuat Jurgen Klopp Jadi Sosok Ideal untuk Liverpool?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
LATEST UPDATE
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

