Penderitaan Bale Saat Membantu Madrid Juara Liga Champions
Richard Andreas | 6 Februari 2019 11:20
Bola.net - - Bintang Real Madrid, Gareth Bale mengaku belum pernah berbicara lagi dengan mantan pelatihnya, Zinedine Zidane pasca aksi impresif Bale ketika mencetak gol tendangan salto di final Liga Champions 2017/18. Kala itu, hubungan Bale dengan Zidane memang dikabarkan kurang apik.
Melatih Real Madrid memang tak pernah mudah. Ada begitu banyak pemain bintang yang ingin mendapatkan kesempatan bermain, tapi hanya ada 11 tempat tersedia. Alhasil, Zidane harus membuat keputusan berat saat menentukan starting line-up, Bale kerap jadi korbannya.
Semasa kepelatihan Zidane, Bale lebih banyak menghuni bangku cadangan, bisa karena cedera, bisa juga karena dianggap tak cocok. Kondisi inilah yang membuat Bale merasa frustrasi, dia hanya ingin bermain, dan Bale bahkan sempat berpikir untuk hengkang.
Kendati demikian, Bale juga menyebut hubungannya dengan Zidane masih berjalan profesional. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Tak Lagi Bicara
Pada final Liga Champions 2017/18, Madrid vs Liverpool, Bale lagi-lagi memulai laga dari bangku cadangan. Dia baru bermain di menit ke-61, dan langsung mencetak gol spektakuler tiga menit berselang melalui tendangan salto.
"Dia [Zidane] tidak berbicara dengan saya soal itu - saya belum pernah lagi bicara dengan dia sejak saat itu. Hubungan kami bagus. Saya tidak mengatakan kami kawan baik, itu adalah hubungan profesional yang sewajarnya," tegas Bale di fourfourtwo.
"Saya hanya merasa frustrasi karena tidak memulai laga sejak awal. Saat itu saya bermain cukup baik setelah pulih dari cedera ringan pada bulan Desember."
"Saya mencetak lima gol dalam empat laga liga terakhir saya musim itu, dan saya merasa saya layak terlibat sejak awal laga," sambung Bale.
Sedikit Marah

Ketika diberi kesempatan bermain di babak kedua itu, Bale merasa sedikit marah. Dia menilai kemarahan itu juga berperan penting pada keberhasilannya mencetak gol salto yang membawa Madrid unggul dan pada akhirnya juara.
"Saya sangat berharap untuk bermain. Ketika saya berlari masuk, saya masih sedikit marah, dan mungkin karena itulah saya melakukan apa yang saya perbuat berikutnya [gol salto]."
"Saya sudah melihat gol itu beberapa kali. Saya merasa saya tak perlu membuktikan apa pun - saya ingin melakukannya untuk diri saya sendiri dan untuk tim," lanjutnya.
"Jika anda bermain di final apa pun, anda selalu ingin pulang dengan trofi, tak peduli apa yang harus dilakukan. Jika itu berarti anda harus menunggu kesempatan bermain dalam 30 menit akhir, biarlah begitu."
Berita Video
Berita video tentang tim yang berhasil membuat Jose Mourinho stress sepanjang karier melatihnya.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












