Penebusan Dosa Nan Sempurna Ala Robben
Editor Bolanet | 26 Mei 2013 05:30
- Dijadikan sasaran hujatan musim lalu, Arjen Robben bangkit secara brilian musim ini dengan menjadi pahlawan kemenangan Bayern Munich di final Liga Champions kontra Borussia Dortmund, Minggu (26/5).
Robben harus merasakan sakit hati setelah kalah di final Eropa pada 2010, dan lebih sakit lagi tahun lalu kala dihentikan . Bahkan ia menjadi kambing hitam setelah gagal menjadi algojo penalti kontra The Blues pada partai puncak di kandang sendiri, Allianz Arena musim lalu.
Winger asal Belanda itu nampaknya akan kembali jadi tumpahan kemarahan fans Die Roten setelah ia melewatkan beberapa peluang emas kontra Dortmund di Wembley. Namun ia mengamuk di babak kedua dengan menjadi kreator gol Mario Mandzukic sebelum mencetak sendiri gol penentu kemenangan 2-1 Bayern di menit 89.
Dan Robben mengungkapkan kegembiraannya dengan mengatakan, Saya sudah memimpikan momen ini. Saya punya perasaan bagus saat kami sampai di sini, namun sebenarnya menjuarai Liga Champions sungguh sukar dipercaya. Kami masuk buku sejarah kini. Kami kalahkan di semifinal dan menang di final, Anda tak bisa meminta lebih dari itu. (uefa/row)
Robben harus merasakan sakit hati setelah kalah di final Eropa pada 2010, dan lebih sakit lagi tahun lalu kala dihentikan . Bahkan ia menjadi kambing hitam setelah gagal menjadi algojo penalti kontra The Blues pada partai puncak di kandang sendiri, Allianz Arena musim lalu.
Winger asal Belanda itu nampaknya akan kembali jadi tumpahan kemarahan fans Die Roten setelah ia melewatkan beberapa peluang emas kontra Dortmund di Wembley. Namun ia mengamuk di babak kedua dengan menjadi kreator gol Mario Mandzukic sebelum mencetak sendiri gol penentu kemenangan 2-1 Bayern di menit 89.
Dan Robben mengungkapkan kegembiraannya dengan mengatakan, Saya sudah memimpikan momen ini. Saya punya perasaan bagus saat kami sampai di sini, namun sebenarnya menjuarai Liga Champions sungguh sukar dipercaya. Kami masuk buku sejarah kini. Kami kalahkan di semifinal dan menang di final, Anda tak bisa meminta lebih dari itu. (uefa/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Trofi Bundesliga di Kantong, tapi Ambisi Bayern Munchen Masih Membara!
Bundesliga 20 April 2026, 17:17
LATEST UPDATE
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
Piala Dunia 22 April 2026, 13:38
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
-
Tempat Menonton PSIM vs Persija Jakarta Hari Ini, 22 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 13:10
-
Marcus Thuram Optimistis Inter Milan Raih Dua Trofi
Liga Italia 22 April 2026, 13:03
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59















