Penegasan Status PSG Sebagai Kekuatan Utama Sepak Bola Eropa
Gia Yuda Pradana | 31 Mei 2026 17:29
Bola.net - PSG menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa setelah menjuarai Liga Champions 2025/26. Klub asal Prancis itu mempertahankan gelar usai mengalahkan Arsenal melalui adu penalti pada final di Puskas Arena, Budapest.
Keberhasilan tersebut menjadikan Paris Saint-Germain sebagai juara Liga Champions dua musim beruntun. Mereka menjadi klub kedua yang mampu mempertahankan trofi pada era Liga Champions setelah Real Madrid.
Perjalanan menuju gelar tidak selalu berjalan mulus bagi tim asuhan Luis Enrique. PSG bahkan harus melewati babak play-off fase gugur setelah finis di peringkat ke-11 fase liga.
Namun, performa mereka meningkat drastis ketika memasuki fase gugur. Sejumlah lawan kuat berhasil disingkirkan hingga akhirnya mengangkat trofi untuk kedua kalinya secara beruntun.
Keberhasilan ini memperlihatkan kedalaman skuad, kematangan taktik, dan mental juara yang terus berkembang. PSG pun menutup musim Eropa dengan pencapaian bersejarah.
Perjalanan PSG Menuju Gelar
PSG mengawali fase liga dengan hasil positif melalui kemenangan atas Atalanta, Barcelona, dan Leverkusen. Meski demikian, mereka juga kehilangan poin saat menghadapi Bayern, Sporting CP, Athletic Club, dan Newcastle.
Hasil tersebut membuat PSG harus menjalani play-off fase gugur melawan Monaco. Mereka lolos dengan agregat tipis 5-4 setelah menghadapi perlawanan sengit dari sesama wakil Prancis.
Memasuki babak 16 besar, PSG tampil jauh lebih dominan. Chelsea disingkirkan dengan agregat telak 8-2 dalam dua pertandingan.
Liverpool kemudian menjadi korban berikutnya pada perempat final. PSG melangkah ke semifinal setelah menang agregat 4-0.
Duel Dramatis hingga Final
Semifinal menghadirkan salah satu pertandingan terbaik musim ini saat PSG bertemu Bayern Munchen. Klub Prancis tersebut lolos dengan agregat ketat 6-5 berkat ketajaman lini serang mereka.
Pada partai final, Arsenal sempat unggul lebih dulu. PSG kemudian menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele sebelum memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.
Alasan PSG Kembali Menjadi Juara
Pengalaman menjuarai kompetisi ini pada musim sebelumnya menjadi modal penting bagi PSG. Kepercayaan diri yang tinggi membuat mereka mampu melewati tekanan pada pertandingan-pertandingan besar.
Kemenangan besar atas Chelsea dan Liverpool menunjukkan kualitas skuad yang dimiliki. Kombinasi kemampuan individu, intensitas permainan, dan kerja kolektif menjadi fondasi keberhasilan mereka.
PSG juga tampil lebih matang dibandingkan fase liga. Mereka mampu meningkatkan performa pada momen yang paling menentukan.
Taktik Luis Enrique yang Efektif
Luis Enrique berhasil membentuk tim yang seimbang antara pertahanan dan serangan. Marquinhos serta Willian Pacho menjadi fondasi utama di lini belakang.
Nuno Mendes dan Achraf Hakimi memperoleh kebebasan untuk membantu serangan dari sisi lapangan. Peran tersebut membuat PSG memiliki banyak variasi ketika membangun peluang.
Di lini tengah, Vitinha dan Joao Neves mengatur ritme permainan dengan konsisten. Sementara itu, Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi ancaman utama di lini depan.
Pemain Kunci dan Statistik Menarik
Khvicha Kvaratskhelia tampil sebagai pencetak gol terbanyak PSG di Liga Champions musim ini dengan 10 gol. Ia juga menjadi salah satu pemain dengan jumlah assist terbanyak, yakni enam assist bersama Achraf Hakimi.
Vitinha mencatat jarak tempuh tertinggi dengan 190,8 kilometer sepanjang kompetisi. Lucas Hernandez menjadi pemain tercepat dengan kecepatan maksimum 39,6 km/jam.
Willian Pacho menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak mencapai 1.560 menit. Sementara itu, Ousmane Dembele kembali menjadi figur penting setelah mencetak gol penyama kedudukan pada final dan membantu tim meraih trofi.
Catatan Bersejarah untuk PSG
Keberhasilan mempertahankan gelar menempatkan PSG dalam kelompok elite sepak bola Eropa. Hanya Real Madrid yang sebelumnya mampu melakukan pencapaian serupa pada era Liga Champions.
Dengan skuad yang masih kompetitif dan pelatih berpengalaman di kursi kepelatihan, PSG kini memiliki fondasi kuat untuk terus bersaing di level tertinggi. Dominasi mereka di Eropa pun berpotensi berlanjut pada musim-musim mendatang.
Sumber: UEFA.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







