Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat

Gia Yuda Pradana | 24 Februari 2026 13:17
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Pemain Monaco, Wout Faes (kiri), berusaha menghalau tembakan dari pemain PSG, Khvicha Kvaratskhelia, dalam laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). (c) AP Photo/Philippe Magoni

Bola.net - Pertandingan PSG vs Monaco pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions 2025-2026 akan berlangsung Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB di Parc des Princes. Paris Saint-Germain membawa modal kemenangan comeback 3-2 dari leg pertama yang digelar di Stade Louis II.

Duel sesama klub Prancis itu menyajikan drama sejak menit awal dan mengubah peta persaingan menuju fase berikutnya. PSG kini berada dalam posisi paling menguntungkan berkat keunggulan agregat serta performa stabil di kompetisi Eropa.

Advertisement

AS Monaco datang dengan beban berat karena sejarah tidak berpihak kepada mereka saat tertinggal di leg pertama. Namun, laga ini tetap menyimpan potensi kejutan mengingat rivalitas domestik kedua tim yang selalu berjalan ketat.

1 dari 3 halaman

Rekap Leg Pertama yang Sarat Drama

Rekap Leg Pertama yang Sarat Drama

Pemain PSG, Desire Doue, mencetak gol pembuka timnya dalam pertandingan leg pertama play-off Liga Champions kontra Monaco, Rabu (18/2/2026). (c) AP Photo/Philippe Magoni

Leg pertama pada 17 Februari berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Monaco sempat unggul cepat melalui dua gol Folarin Balogun pada menit pertama dan menit ke-18.

PSG mampu membalas sebelum turun minum lewat gol Desire Doue pada menit ke-29 dan Achraf Hakimi pada menit ke-41. Akan tetapi, peluang emas sempat terbuang setelah Vitinha gagal mengeksekusi penalti.

Situasi berubah drastis ketika Monaco kehilangan Aleksandr Golovin akibat kartu merah pada menit ke-48. PSG memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan gol kedua Doue pada menit ke-67 yang memastikan kemenangan comeback.

Pertemuan itu menjadi duel Eropa pertama sepanjang sejarah antara Paris Saint-Germain dan AS Monaco. Fakta tersebut menambah nilai historis pada persaingan dua wakil Ligue 1 di panggung Liga Champions.

2 dari 3 halaman

Statistik dan Rekam Jejak Kedua Tim

Statistik dan Rekam Jejak Kedua Tim

Pemain PSG, Nuno Mendes (tengah), dan pemain Monaco, Wout Faes, berebut bola dalam pertandingan leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). (c) AP Photo/Philippe Magoni

PSG memiliki catatan impresif saat menghadapi sesama klub Prancis di kompetisi Eropa. Musim lalu, mereka menyingkirkan Brest dengan agregat telak 10-0 pada tahap yang sama.

Monaco justru menyimpan kenangan pahit ketika bertemu klub Prancis di Eropa setelah tersingkir dari Marseille pada UEFA Cup 1998/99. Catatan itu memperpanjang daftar hasil negatif mereka dalam duel dua leg terakhir di kompetisi UEFA.

Dalam konteks domestik, Monaco sempat menang 1-0 atas PSG di Ligue 1 pada 29 November melalui gol Takumi Minamino. Kemenangan tersebut mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun dan lima laga tanpa kemenangan melawan PSG.

Statistik performa PSG di Eropa juga mempertegas posisi mereka sebagai favorit. Mereka hanya kalah dua kali dari 13 laga terakhir dengan delapan kemenangan dan tiga hasil imbang.

PSG juga memenangi enam dari tujuh duel gugur Liga Champions terakhir. Mereka bahkan menang 33 dari 40 duel Eropa setelah unggul di leg pertama, termasuk 19 dari 20 saat memulai dengan kemenangan tandang.

Monaco berada di sisi sebaliknya dengan hanya dua kemenangan dari 12 laga Liga Champions terakhir. Mereka juga cuma mampu menang tujuh kali dari 29 duel Eropa setelah kalah di leg pertama.

3 dari 3 halaman

Balogun dan Faktor Individu Penentu

Balogun dan Faktor Individu Penentu

Pemain PSG, Achraf Hakimi (tengah), merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan leg pertama play-off Liga Champions kontra Monaco, Rabu (18/2/2026). (c) AP Photo/Philippe Magoni

Folarin Balogun mencatat sejarah sebagai pemain Amerika pertama yang mencetak dua gol dalam satu laga gugur Liga Champions. Performanya menjadi ancaman utama bagi pertahanan PSG menjelang laga penentuan.

Balogun telah mencetak lima gol dalam enam penampilan terakhirnya di kompetisi ini.

Di sisi lain, PSG memiliki kedalaman skuad dan pengalaman yang lebih matang dalam laga besar. Faktor mental ini kerap menjadi pembeda dalam duel dua leg di kompetisi elite Eropa.

Thilo Kehrer juga menjadi figur menarik karena pernah membela PSG selama empat musim dari 2018 hingga 2022. Pengalamannya menghadapi mantan klub bisa memberi nilai tambah bagi Monaco di lini belakang.

Secara keseluruhan, laga PSG vs Monaco mengarah pada satu kesimpulan utama terkait peluang lolos ke fase berikutnya. PSG unggul secara psikologis dan statistik, sementara Monaco harus melawan tren buruk.

Laga ini akan menjadi ujian konsistensi PSG di Liga Champions sekaligus peluang Monaco membalikkan sejarah. Namun, semua indikator menunjukkan tuan rumah berada selangkah lebih dekat menuju babak selanjutnya.

Sumber: UEFA.com

LATEST UPDATE