PSG vs Arsenal: Supercomputer Opta Akhirnya Ubah Prediksi Juara Liga Champions

Dimas Ardi Prasetya | 29 Mei 2026 09:42
PSG vs Arsenal: Supercomputer Opta Akhirnya Ubah Prediksi Juara Liga Champions
Trofi Liga Champions diletakkan di atas dudukan sebelum final antara PSG dan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - PSG dan Arsenal sama-sama datang ke final Liga Champions 2025/2026 dengan modal luar biasa. Kedua tim baru saja memastikan gelar liga domestik mereka dan kini bersiap menuntaskan musim dengan trofi paling prestisius di Eropa.

PSG melangkah ke final setelah melewati duel dramatis melawan Bayern Munchen di semifinal. Tim asuhan Luis Enrique menang agregat 6-5, dengan gol cepat Ousmane Dembele di Allianz Arena menjadi penentu tiket mereka menuju Budapest.

Advertisement

Di sisi lain, Arsenal tampil lebih pragmatis ketika menghadapi Atletico Madrid. Setelah bermain imbang 1-1 di leg pertama, The Gunners memastikan kemenangan lewat gol tunggal Bukayo Saka pada leg kedua untuk mengantar mereka ke final Liga Champions kedua sepanjang sejarah klub.

Final ini menghadirkan pertarungan menarik antara lini serang paling tajam di Eropa melawan pertahanan terbaik di kompetisi musim ini. Menariknya, supercomputer Opta kini mulai mengubah prediksi mereka menjelang duel panas tersebut.

1 dari 3 halaman

Opta Kini Lebih Percaya PSG Angkat Trofi

Opta Kini Lebih Percaya PSG Angkat Trofi

Selebrasi skuad PSG dalam laga versus Lens di Ligue 1, Kamis (14/5/2026). (c) AP Photo/Jean-Francois Badias

Sepanjang sebagian besar musim 2025/2026, Arsenal sebenarnya lebih sering ditempatkan sebagai favorit juara oleh supercomputer Opta. Bahkan setelah semifinal selesai dimainkan, The Gunners masih sempat berada di posisi teratas dalam simulasi Opta.

Namun situasi berubah menjelang partai final. PSG kini diprediksi memiliki peluang sebesar 55,78 persen untuk keluar sebagai juara Liga Champions dan mempertahankan gelar mereka musim ini.

Perubahan prediksi itu tidak lepas dari kekuatan serangan luar biasa PSG sepanjang musim. Klub asal Paris tersebut sudah mencetak 44 gol di Liga Champions musim ini, menjadi jumlah terbanyak dalam satu musim dalam sejarah kompetisi.

Kondisi Ousmane Dembele yang mulai membaik juga diyakini memengaruhi simulasi terbaru Opta. Penyerang timnas Prancis itu sebelumnya menegaskan, “sedikit ketidaknyamanan,” dan ia memastikan akan “kembali ke lapangan pada 30 Mei.”

Selain lini depan yang tajam, PSG juga tampil seimbang di semua lini musim ini. Vitinha menjadi motor permainan di lini tengah, sementara pertahanan mereka juga tampil solid saat menghadapi tekanan di fase gugur.

2 dari 3 halaman

Arsenal Datang dengan Mental Juara

Arsenal Datang dengan Mental Juara

Para pemain Arsenal merayakan gelar juara Premier League mereka dengan trofi setelah laga antara Crystal Palace vs Arsenal di London, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Kin Cheung

Meski tidak lagi menjadi favorit utama menurut Opta, Arsenal tetap memiliki peluang besar untuk menciptakan sejarah. Supercomputer memberi The Gunners kemungkinan sebesar 44,22 persen untuk memenangkan gelar Liga Champions pertama mereka.

Kepercayaan diri Arsenal juga sedang berada di titik tertinggi setelah sukses mengakhiri penantian panjang gelar Premier League. Pasukan Mikel Arteta bangkit luar biasa setelah sempat kehilangan keunggulan sembilan poin pada April lalu.

Performa pertahanan Arsenal menjadi salah satu kekuatan terbesar mereka sepanjang musim ini. William Saliba, Gabriel, dan David Raya mampu menjaga konsistensi sehingga The Gunners tetap tak terkalahkan di kompetisi Eropa musim ini.

Kini tantangan terbesar Arsenal adalah meredam agresivitas lini serang PSG di final nanti. Dengan peluang meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub, para pemain Arsenal diyakini akan tampil habis-habisan di Budapest.

LATEST UPDATE