Punya Lionel Messi, Mengapa Barcelona Sulit Juara Liga Champions?
Richard Andreas | 25 Januari 2020 06:40
Bola.net - Mungkin terdengar aneh, bahwa Barcelona terakhir kali menjuarai Liga Champions pada tahun 2015 lalu meski memiliki Lionel Messi. Sampai taraf tertentu, puasa gelar Eropa ini bisa dianggap sebagai kegagalan Barca dan Messi.
Barca bukannya tidak mencoba. Mereka sudah memberikan yang terbaik dari tahun ke tahun, tapi kekalahan di Roma dan Anfield justru jadi yang paling diingat atas perjuangan Barca.
Musim 2019/20 ini Barca mencoba lagi, tentu dengan Messi. Kali ini situasinya berbeda, sedikit lebih baik. Mereka mendatangkan beberapa pemain top seperti Antoine Griezmann dan Frenkie de Jong.
Meski masih baru, De Jong tahu betul betapa besarnya hasrat Barca menjuarai Liga Champions. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Punya Messi, tapi Gagal
Bicara kepada Sport, De Jong menyinggung kegagalan Barcelona di Liga Champions meski memiliki pemain sekaliber Lionel Messi. Pertama-tama De Jong menegaskan bahwa Messi tetap dan akan selalu jadi pemain terbaik di dunia, terlepas dari apa pun hasil Barca di Liga Champions.
Namun, Messi tetap tidak bisa menjuarai Liga Champions seorang diri. Kompetisi paling bergengsi di dunia sepak bola itu selalu rumit, tidak ada tim lemah, prediksi pun tidak benar-benar berguna.
"Saya sudah mengatakan ini berkali-kali: Dia [Messi], sejauh ini, adalah pemain terbaik di dunia. Ada perbedaan besar antara dia dan pemain-pemain lain," tegas mantan pemain Ajax Amsterdam ini.
"Namun, soal Liga Champions, Anda tahu bagaimana itu. Ada banyak tim bagus yang terlibat dan itu merupakan kompetisi spesial."
"Sebab jika Anda mendapati satu momen buruk dalam pertandingan, atau jika Anda tidak beruntung, Anda akan tersingkir," imbuhnya.
La Liga Berbeda
Meski gagal di Liga Champions, Barcelona tetap mendominasi di La Liga. Blaugrana menjuarai empat dari lima edisi terakhir La Liga, bukti dominasi dan kekuatan Lionel Messi dkk. di Spanyol.
"La Liga berbeda, ada 38 pertandingan dan jika Anda menjalani masa-masa buruk, Anda masih bisa memperbaikinya," lanjut De Jong
"Namun, di Liga Champions, 10 menit bermain buruk berarti Anda bisa melupakannya [menang]. Jauh lebih sulit menjuarai Liga Champions," tutupnya.
Sumber: Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ayah Lionel Messi di Bawah Pengawasan Medis
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:25
-
Diincar MU, Berlian Muda Barcelona Ini Siap Cabut ke Old Trafford?
Liga Inggris 18 Juni 2026, 19:30
-
Resmi! Real Madrid Perkenalkan Ibrahima Konate Sebagai Rekrutan Baru
Liga Spanyol 18 Juni 2026, 18:19
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 12:57
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:59
-
Man of the Match Brasil vs Haiti: Vinicius Junior
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:47
-
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Juni 2026, 10:10
-
Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Brasil dan Maroko Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:03
-
Hasil Brasil vs Haiti: Matheus Cunha dan Vinicius Bersinar, Samba Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 09:36
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











