Ranieri Diceraikan Monaco
Editor Bolanet | 21 Mei 2014 11:26
- AS Monaco nampaknya sudah habis kesabaran dengan Claudio Ranieri dan akhirnya memutuskan berpisah dengan pelatih asal Italia itu.
Ranieri bergabung ke Stade Louis II pada Mei 2012 saat klub masih berkubang di Ligue 2. Ia langsung membawa Monaco kembali ke Ligue 1 di musim 2013-14 kemarin, namun prestasi klub yang 'cuma' finis runner-up meski sudah digelontor dana belanja fantastis memaksa klub mendepak pelatih 62 tahun itu.
Direktur olahraga Les Rouges et Blancs, Vasim Vasilyev memberi konfirmasi kabar itu kala mengatakan, Saya bisa benarkan kepergian Claudio Ranieri. Kami mengambil keputusan untuk berpisah. Saya ingin menghaturkan penghargaan atas kinerja teramat bagus yang sudah dilakukan Ranieri.
Memandu Monaco kembali ke Liga Champions, kinerja Ranieri sejatinya tak terlalu buruk. Bahkan ia mencatat persentase kemenangan tertinggi di antara manajer Monaco sebelumnya di Ligue 1. Tetapi finis sembilan poin di belakang sang kampiun Paris Saint-Germain dianggap kurang memuaskan oleh klub.
Ranieri juga gagal mengulangi sukses Monaco pada 1978 sebagai tim terakhir yang menjadi kampiun Prancis dengan status tim promosi. Ini keputusan sulit, tak pernah mudah saat hasilnya bagus. Namun kami percaya di tahap proyek saat ini, kami perlu dinamika baru, imbuh Vasilyev. [initial]
(sky/row)
Ranieri bergabung ke Stade Louis II pada Mei 2012 saat klub masih berkubang di Ligue 2. Ia langsung membawa Monaco kembali ke Ligue 1 di musim 2013-14 kemarin, namun prestasi klub yang 'cuma' finis runner-up meski sudah digelontor dana belanja fantastis memaksa klub mendepak pelatih 62 tahun itu.
Direktur olahraga Les Rouges et Blancs, Vasim Vasilyev memberi konfirmasi kabar itu kala mengatakan, Saya bisa benarkan kepergian Claudio Ranieri. Kami mengambil keputusan untuk berpisah. Saya ingin menghaturkan penghargaan atas kinerja teramat bagus yang sudah dilakukan Ranieri.
Memandu Monaco kembali ke Liga Champions, kinerja Ranieri sejatinya tak terlalu buruk. Bahkan ia mencatat persentase kemenangan tertinggi di antara manajer Monaco sebelumnya di Ligue 1. Tetapi finis sembilan poin di belakang sang kampiun Paris Saint-Germain dianggap kurang memuaskan oleh klub.
Ranieri juga gagal mengulangi sukses Monaco pada 1978 sebagai tim terakhir yang menjadi kampiun Prancis dengan status tim promosi. Ini keputusan sulit, tak pernah mudah saat hasilnya bagus. Namun kami percaya di tahap proyek saat ini, kami perlu dinamika baru, imbuh Vasilyev. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daya Pikat Yan Diomande Mulai Terlihat
Liga Champions 22 Oktober 2026, 18:03
-
Diobok-obok Como, Michael Carrick Janji Bakal Evaluasi Total Manchester United
Liga Champions 22 Oktober 2026, 16:58
-
Dipermalukan Como, Bruno Fernandes Pertanyakan Mental Manchester United
Liga Champions 22 Oktober 2026, 16:30
-
Nyinyiri Michael Carrick, Bruno Fernandes Kena Semprot Legenda Liverpool!
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 16:08
-
Akar Masalah Kekalahan MU di Kandang Como: Penggawa Setan Merah Pemalas!
Liga Champions 22 Oktober 2026, 15:20
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


