Real Madrid Krisis Gelandang saat Jumpa Inter Milan

Asad Arifin | 7 September 2026 20:45
Real Madrid Krisis Gelandang saat Jumpa Inter Milan
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho memberi isyarat dalam laga La Liga Spanyol antara Betis vs Madrid di Sevilla, Spanyol, Jumat, 4 September 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid menghadapi situasi pelik di lini tengah menjelang duel kontra Inter Milan pada matchday pertama Liga Champions. Jose Mourinho kehilangan sejumlah pemain penting sehingga harus menyiapkan solusi taktis yang tidak biasa.

Tiga pemain, yakni Eduardo Camavinga, Bernardo Silva, dan Arda Guler, dipastikan absen karena skorsing. Kondisi semakin rumit karena Aurelien Tchouameni masih diragukan tampil sejak menit awal.

Advertisement

Keterbatasan tersebut membuat Fede Valverde menjadi salah satu opsi utama yang tersedia di lini tengah. Mourinho bahkan dikabarkan mempertimbangkan Trent Alexander-Arnold untuk mendampinginya dalam skema double pivot.

Keputusan itu bisa menjadi perjudian besar bagi Mourinho saat Real Madrid memulai perjalanan di Liga Champions. Namun, karakter Alexander-Arnold yang memiliki kemampuan distribusi bola membuat opsi tersebut cukup masuk akal dalam situasi darurat.

1 dari 2 halaman

Krisis Gelandang Paksa Mourinho Berimprovisasi

Krisis Gelandang Paksa Mourinho Berimprovisasi

Gelandang Real Madrid, Federico Valverde merayakan golnya ke gawang Girona, 11 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Menurut Alberto Pereiro lewat Madrid Zone, Mourinho mempertimbangkan Alexander-Arnold sebagai bagian dari double pivot bersama Valverde. Bek asal Inggris itu dapat diberi tugas mengalirkan bola dan membangun serangan dari area yang lebih dalam.

Valverde akan menjalankan peran berbeda dengan bergerak lebih luas di lapangan. Energi, kemampuan bertahan, dan kekuatan fisiknya diharapkan mampu menutup ruang yang ditinggalkan Alexander-Arnold ketika membantu membangun serangan.

Absennya Camavinga, Bernardo Silva, dan Guler membuat pilihan Mourinho semakin terbatas. Jika Tchouameni juga belum cukup bugar, pelatih asal Portugal itu bahkan berpotensi mengandalkan pemain akademi untuk melengkapi komposisi tim.

Situasi tersebut menjelaskan mengapa Alexander-Arnold muncul sebagai salah satu alternatif serius. Pemain yang memiliki pengalaman bermain lebih ke dalam itu dinilai mampu memberikan kualitas umpan dan kreativitas yang dibutuhkan Real Madrid.

2 dari 2 halaman

Alexander-Arnold Bisa Jadi Kunci Kreativitas

Alexander-Arnold Bisa Jadi Kunci Kreativitas

Bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold dalam laga Liga Champions melawan Benfica, 26 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Alexander-Arnold memiliki kemampuan mengirim umpan jauh dan membaca celah dari area belakang. Kualitas tersebut dapat menjadi senjata tambahan bagi Real Madrid, terutama setelah variasi serangan mereka dinilai kurang maksimal ketika kalah dari Betis.

Eksperimen tersebut juga berkaitan dengan perubahan komposisi di posisi bek kanan. Dengan Denzel Dumfries menempati posisi tersebut, Alexander-Arnold bisa mendapatkan keleluasaan untuk bergerak lebih ke tengah dan membantu Valverde.

Mourinho tentu harus memastikan pembagian tugas keduanya berjalan jelas. Alexander-Arnold dapat mengatur tempo dan mengirim umpan progresif, sedangkan Valverde bertugas menjelajah sekaligus memberikan perlindungan defensif.

Laga melawan Inter akhirnya menjadi ujian penting bagi kemampuan Mourinho mengatasi krisis personel. Dengan pilihan gelandang yang terbatas, keberanian melakukan perubahan taktik bisa menjadi pembeda bagi Real Madrid dalam membuka kiprah mereka di Liga Champions.

Sumber: Madrid Universal

LATEST UPDATE