Review: Mimpi Buruk Madrid Bernama Lewandowski
Editor Bolanet | 25 April 2013 03:46
- Empat gol dari Robert Lewandowski memastikan Borussia Dortmund menang telak atas Real Madrid di semifinal Liga Champions 2012/13 leg pertama. Dortmund sukses menjaga status sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Champions musim ini dan berpeluang lolos ke partai puncak di Wembley. Namun, Cristiano Ronaldo memastikan El Real membawa pulang satu gol away yang mungkin bakal berharga dari Jerman.
Di Signal Iduna Park, Kamis (25/4), Lewandowski menjadi pemain pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang mencetak tiga bahkan empat gol dalam satu pertandingan melawan Madrid. Lewandowski, yang gol keempatnya tercipta lewat titik putih, benar-benar menjadi mimpi buruk Madrid di laga ini. Pasukan Jose Mourinho kalah 1-4 dan punya tugas mahaberat pada leg kedua di Santiago Bernabeu seminggu lagi jika masih ingin mewujudkan ambisi besar mereka, La Decima.
Dortmund, yang menang 2-1 dan imbang 2-2 melawan Madrid di fase grup, langsung mengambil inisiatif serangan. Dortmund bahkan langsung memimpin 1-0 pada menit 8 ketika Lewandowski sukses menaklukkan Diego Lopez berkat crossing pemain yang akan bergabung dengan Bayern Munich musim depan, Mario Gotze.
Unggul satu gol, Dortmund pun meningkatkan tekanan dan membuat Madrid sulit mengembangkan permainan. Dortmund sempat mengancam lagi lewat Marco Reus dan mereka bahkan merasa seharusnya mendapat penalti ketika Reus dijatuhkan Raphael Varane di kotak terlarang. Namun, wasit Bjorn Kuipers berkata play on.
Madrid sendiri bermain cukup tenang sambil mencari celah. Pada menit 43, beberapa detik setelah klaim penalti Dortmund ditolak, bek Mats Hummels melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan saat melawan tim sekelas Madrid, yaitu blunder. Berawal dari kesalahannya, Higuain bisa mencuri bola dan memaksimalkannya untuk mengirim operan terakhir pada Ronaldo di depan gawang.
Dengan finishing sederhana, percobaan keduanya sepanjang babak pertama, Ronaldo mencetak golnya yang ke-12 di turnamen ini dan menyamakan kedudukan jadi 1-1 yang bertahan hingga jeda. Gol itu sendiri merupakan gol keenam Ronaldo dalam enam pertandingan secara beruntun di Liga Champions musim ini.
Dengan kuartet Reus, Gotze, Blaszczykowski dan Lewandowski, Dortmund mencoba mengambil kembali keunggulan mereka di babak kedua. Hasilnya, barisan pertahanan Madrid yang dikawal Varane dan Pepe serta Sergio Ramos di kanan dan Fabio Coentrao di kiri dengan dukungan Alonso dan Khedira kembali kecolongan oleh aksi Lewandowski hanya lima menit setelah restart.
Para pemain Madrid mengira gol tersebut tidak sah karena mereka menilai sang striker sudah berada di posisi offside saat menerima assist dari Reus. Namun, hakim garis tidak mengangkat bendera.
Lima menit berselang, skor bahkan menjadi 3-1 untuk Dortmund setelah Lewandowski menaklukkan Lopez untuk ketiga kalinya dengan sebuah stunner kaki kanan dari dalam area.
Gol keempat yang menjadi bukti keperkasaan sang wakil Bundesliga, lahir pada menit 67 dari titik penalti. Hukuman itu sendiri diberikan kepada Madrid setelah Kuipers menilai Xabi Alonso mendorong Reus di dalam kotak.
Tertinggal tiga gol dari skuad Jurgen Klopp, Mourinho lalu menarik keluar Higuain, Modric serta Alonso untuk memberi tempat bagi Benzema, Di Maria dan Kaka. Akan tetapi, skor 4-1 untuk kemenangan tuan rumah tidak berubah hingga peluit panjang.
Madrid, yang kini tercatat hanya menang sekali dalam 25 lawatan ke Jerman dan musim lalu disingkirkan wakil Bundesliga lainnya (Bayern) di babak yang sama, harus menerima kenyataan bahwa La Decima mereka mulai berada dalam ancaman. Satu gol away dari Ronaldo bisa jadi sangat berharga hanya jika Madrid sanggup menang minimal tiga tanpa balas di Bernabeu minggu depan.
Selain itu, ada satu fakta yang kini sepertinya tak terbantahkan. Dari leg pertama, Jerman lebih unggul atas Spanyol. Kekalahan 1-4 Madrid ini sendiri datang setelah dikubur Bayern 0-4 pada semifinal sebelumnya di Allianz Arena.
Susunan pemain Dortmund: Weidenfeller; Piszczek (Grosskreutz 83'), Subotic, Hummels, Schmelzer; Bender, Gundogan (Schieber 90'); Gotze, Reus, Blaszczykowski (Kehl 82'); Lewandowski (kuning 70').
Di Signal Iduna Park, Kamis (25/4), Lewandowski menjadi pemain pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang mencetak tiga bahkan empat gol dalam satu pertandingan melawan Madrid. Lewandowski, yang gol keempatnya tercipta lewat titik putih, benar-benar menjadi mimpi buruk Madrid di laga ini. Pasukan Jose Mourinho kalah 1-4 dan punya tugas mahaberat pada leg kedua di Santiago Bernabeu seminggu lagi jika masih ingin mewujudkan ambisi besar mereka, La Decima.
Dortmund, yang menang 2-1 dan imbang 2-2 melawan Madrid di fase grup, langsung mengambil inisiatif serangan. Dortmund bahkan langsung memimpin 1-0 pada menit 8 ketika Lewandowski sukses menaklukkan Diego Lopez berkat crossing pemain yang akan bergabung dengan Bayern Munich musim depan, Mario Gotze.
Unggul satu gol, Dortmund pun meningkatkan tekanan dan membuat Madrid sulit mengembangkan permainan. Dortmund sempat mengancam lagi lewat Marco Reus dan mereka bahkan merasa seharusnya mendapat penalti ketika Reus dijatuhkan Raphael Varane di kotak terlarang. Namun, wasit Bjorn Kuipers berkata play on.
Madrid sendiri bermain cukup tenang sambil mencari celah. Pada menit 43, beberapa detik setelah klaim penalti Dortmund ditolak, bek Mats Hummels melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan saat melawan tim sekelas Madrid, yaitu blunder. Berawal dari kesalahannya, Higuain bisa mencuri bola dan memaksimalkannya untuk mengirim operan terakhir pada Ronaldo di depan gawang.
Dengan finishing sederhana, percobaan keduanya sepanjang babak pertama, Ronaldo mencetak golnya yang ke-12 di turnamen ini dan menyamakan kedudukan jadi 1-1 yang bertahan hingga jeda. Gol itu sendiri merupakan gol keenam Ronaldo dalam enam pertandingan secara beruntun di Liga Champions musim ini.
Dengan kuartet Reus, Gotze, Blaszczykowski dan Lewandowski, Dortmund mencoba mengambil kembali keunggulan mereka di babak kedua. Hasilnya, barisan pertahanan Madrid yang dikawal Varane dan Pepe serta Sergio Ramos di kanan dan Fabio Coentrao di kiri dengan dukungan Alonso dan Khedira kembali kecolongan oleh aksi Lewandowski hanya lima menit setelah restart.
Para pemain Madrid mengira gol tersebut tidak sah karena mereka menilai sang striker sudah berada di posisi offside saat menerima assist dari Reus. Namun, hakim garis tidak mengangkat bendera.
Lima menit berselang, skor bahkan menjadi 3-1 untuk Dortmund setelah Lewandowski menaklukkan Lopez untuk ketiga kalinya dengan sebuah stunner kaki kanan dari dalam area.
Gol keempat yang menjadi bukti keperkasaan sang wakil Bundesliga, lahir pada menit 67 dari titik penalti. Hukuman itu sendiri diberikan kepada Madrid setelah Kuipers menilai Xabi Alonso mendorong Reus di dalam kotak.
Tertinggal tiga gol dari skuad Jurgen Klopp, Mourinho lalu menarik keluar Higuain, Modric serta Alonso untuk memberi tempat bagi Benzema, Di Maria dan Kaka. Akan tetapi, skor 4-1 untuk kemenangan tuan rumah tidak berubah hingga peluit panjang.
Madrid, yang kini tercatat hanya menang sekali dalam 25 lawatan ke Jerman dan musim lalu disingkirkan wakil Bundesliga lainnya (Bayern) di babak yang sama, harus menerima kenyataan bahwa La Decima mereka mulai berada dalam ancaman. Satu gol away dari Ronaldo bisa jadi sangat berharga hanya jika Madrid sanggup menang minimal tiga tanpa balas di Bernabeu minggu depan.
Selain itu, ada satu fakta yang kini sepertinya tak terbantahkan. Dari leg pertama, Jerman lebih unggul atas Spanyol. Kekalahan 1-4 Madrid ini sendiri datang setelah dikubur Bayern 0-4 pada semifinal sebelumnya di Allianz Arena.
Susunan pemain Dortmund: Weidenfeller; Piszczek (Grosskreutz 83'), Subotic, Hummels, Schmelzer; Bender, Gundogan (Schieber 90'); Gotze, Reus, Blaszczykowski (Kehl 82'); Lewandowski (kuning 70').
Cadangan: Langerak, Kehl, Leitner, Sahin, Grosskreutz, Schieber, Santana.
Susunan pemain Madrid: Lopez; Ramos (kuning 90'), Varane, Pepe, Coentrao; Khedira (kuning 54'), Alonso (kaka 80'); Ozil (kuning 64'), Modric (Di Maria 68'), Ronaldo; Higuain (Benzema 68').
Cadangan: Casillas, Di Maria, Kaka, Benzema, Albiol, Callejon, Nacho.
Statistik Dortmund - Madrid (via WhoScored)
Shots: 13 - 9
Shots on goal: 7 - 4
Penguasaan bola: 44% - 56%
Pelanggaran: 12 - 14
Corner: 4 - 2
Offside: 3 - 5
Kartu kuning: 1 - 3
Kartu merah: 0 - 0.
[polling]989[/polling] (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 12:33
-
Kylian Mbappe Runner-up Ballon d'Or 2026, Yamal Peringkat 3, Rodri 4, Messi 5
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 07:06
-
PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 06:03
-
Hansi Flick Beri Pemain Barcelona Libur Dua Hari setelah Kalah dari Real Madrid
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 23:09
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







