Saat Juara Serie A Babak Belur di Liga Champions: Napoli Tak Berdaya Hadapi PSV Eindhoven
Richard Andreas | 22 Oktober 2025 11:59
Bola.net - Di Eindhoven, mimpi buruk Napoli terjadi. Klub yang musim lalu menaklukkan Italia kini justru terlihat seperti tim yang kehilangan arah di pentas Eropa.
Sorak-sorai pendukung PSV Eindhoven menggema di Philips Stadion saat papan skor menunjukkan angka mencolok: 6-2 untuk tuan rumah. Bagi Napoli, ini bukan sekadar kekalahan, tapi kehancuran yang menampar harga diri juara bertahan Serie A.
Antonio Conte menurunkan formasi terbaiknya, berharap dominasi di Serie A bisa berlanjut di Liga Champions. Napoli bahkan sempat unggul lewat Scott McTominay, tapi keunggulan itu justru memantik kebangkitan PSV.
Tim tuan rumah membalas lewat gol bunuh diri Alessandro Buongiorno, sebelum Ismael Saibari dan Dennis Man masing-masing mencetak dua gol dalam pesta enam gol di Philips Stadion.
PSV bermain dengan intensitas tinggi, memanfaatkan ruang di lini tengah Napoli yang tampak rapuh. Setelah kartu merah Lorenzo Lucca di babak kedua, pertahanan Napoli runtuh total, sementara publik Eindhoven merayakan salah satu kemenangan terbesar klub di Liga Champions.
Krisis yang Mulai Terbuka
Bagi Napoli, kekalahan telak ini membuka luka lama, yaitu kegagalan beradaptasi dengan tempo dan tekanan kompetisi Eropa.
Statistik dari UEFA menunjukkan Napoli hanya mencatat 32 kali pemulihan bola, dan kalah dalam hampir semua duel udara.
Conte menyebut timnya kehilangan kontrol di setiap fase permainan, mengakui bahwa ini adalah salah satu malam terburuk dalam karier Eropanya.
Situasi ini menjadi alarm keras bagi Napoli yang kini terancam di posisi ketiga grup. Jika tak segera membenahi koordinasi lini belakang dan disiplin taktik, mereka bisa terdepak lebih awal dari Liga Champions musim ini.
Refleksi untuk Juara Italia

Kekalahan 2-6 ini menjadi pengingat bahwa kejayaan domestik tak selalu berarti keunggulan di Eropa. Napoli harus kembali ke dasar: keseimbangan, determinasi, dan mentalitas juara sejati.
Conte tak menutupi kekecewaannya, namun ia juga menegaskan bahwa situasi seperti ini bukanlah kebetulan. “Tentu ada rasa kecewa, tapi hal seperti ini tidak pernah terjadi secara kebetulan. Kami harus belajar dari apa yang terjadi malam ini,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.
Ia menjelaskan bahwa kesuksesan musim lalu saat meraih Scudetto terjadi karena kesatuan tim dan kerja luar biasa dari pemain-pemain yang melampaui batas kemampuan mereka. Namun, perubahan besar di skuad kini menjadi tantangan baru.
“Kami menambah terlalu banyak pemain baru, sembilan wajah baru di ruang ganti bukan hal mudah. Tapi kami dipaksa melakukan itu,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Arsenal Melaju Sempurna di Liga Champions: 3 Laga, 9 Poin, 8 Gol, dan 0 Kebobolan
- Assist Spektakuler Nick Pope dalam Kemenangan Newcastle atas Benfica: Sukar Dipercaya!
- Matchday Gila Liga Champions: 43 Gol, Melihat Tim Jose Mourinho dan Antonio Conte Kena Bantai
- Erling Haaland Samai Rekor Cristiano Ronaldo, Cetak Gol dalam 12 Laga Beruntun
- Rapor Pemain Man City Saat Menang 2-0 di Kandang Villarreal: Ketajaman Haaland Tiada Lawan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 29 Desember 2025, 11:06
-
Klasemen Liga Italia Hari Ini: Inter Milan Kudeta AC Milan, 4 Besar Memanas!
Liga Italia 29 Desember 2025, 09:13
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Cagliari vs Milan: Rafael Leao
Liga Italia 3 Januari 2026, 04:47
-
Hasil Cagliari vs Milan: Rossoneri Awali Tahun 2026 dengan Kedinginan di Puncak!
Liga Italia 3 Januari 2026, 04:40
-
Prediksi Espanyol vs Barcelona 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Atalanta vs Roma 4 Januari 2026
Liga Italia 3 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Bournemouth vs Arsenal 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 00:30
-
Prediksi Juventus vs Lecce 4 Januari 2026
Liga Italia 3 Januari 2026, 00:00
-
Ketika Pep Guardiola Tidak Habis Pikir Chelsea Pecat Enzo Maresca
Liga Inggris 2 Januari 2026, 23:49
-
Tantang Leeds United, Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo Bisa Perkuat MU?
Liga Inggris 2 Januari 2026, 23:36
-
Espanyol vs Barcelona: Manolo Gonzalez Singgung Joan Garcia dan Kisah Luis Figo
Liga Spanyol 2 Januari 2026, 23:11
-
Cagliari vs Milan: Duel-duel Kunci Penentu Arah Laga di Sardinia
Liga Italia 2 Januari 2026, 22:08
-
Real Madrid Tegaskan Nico Paz Bukan Aset Dagang usai Dipulangkan 2026
Liga Spanyol 2 Januari 2026, 20:57
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43






