Saking Membosankannya, Wesley Sneijder Sebut Laga Arsenal vs Atletico Merusak Gengsi Liga Champions
Afdholud Dzikry | 7 Mei 2026 08:18
Bola.net - Wesley Sneijder melontarkan kritik keras terhadap semifinal Liga Champions antara Arsenal dan Atletico Madrid di Emirates Stadium. Meski Arsenal lolos ke final lewat kemenangan agregat 2-1, legenda Belanda itu menilai kualitas pertandingan jauh dari standar kompetisi elite Eropa.
Arsenal memastikan tiket final setelah menang 1-0 melalui gol Bukayo Saka. Namun, Sneijder menganggap laga tersebut membosankan dan tidak mencerminkan gengsi semifinal Liga Champions.
Mantan playmaker Inter Milan itu bahkan menyindir UEFA seharusnya menghentikan pertandingan. Menurutnya, permainan kedua tim terlalu monoton untuk level setinggi itu.
The Gunners memang berhasil melangkah ke final, tetapi Sneijder tetap tidak terkesan dengan performa di lapangan. Ia menilai pertandingan berlangsung datar sejak awal hingga akhir.
Kekecewaan Sneijder

Saat menjadi komentator, Sneijder menyampaikan kritiknya secara terbuka. Ia bahkan berkelakar bahwa final lebih layak dimainkan oleh Bayern Munchen dan PSG.
Menurutnya, pendekatan defensif Diego Simeone membuat pertandingan kehilangan ritme. Di sisi lain, dominasi penguasaan bola Arsenal dinilai tidak cukup menghibur penonton.
"Saya katakan setelah 35 menit, UEFA harus turun tangan. Mereka perlu menelepon London: kedua tim keluar dari lapangan," ujar Wesley Sneijder.
"Saya tahu ini akan terjadi, Atletico memilih bermain ke dalam, bertahan, dan memberikan penguasaan bola, dan Arsenal memiliki banyak kontrol atas bola," lanjutnya.
Sindiran Pedas untuk Skuad Mikel Arteta

Sneijder juga menyoroti kualitas individu pemain Arsenal. Ia menilai skuad Mikel Arteta tidak memiliki pemain kelas dunia, meski tampil konsisten sepanjang musim.
Komentar itu cukup mengejutkan karena Arsenal hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan Liga Champions musim ini. Catatan tersebut menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka mencapai final.
"Saya melihat para pemain itu lagi, dan Arteta sudah pantas mendapatkan patung. Dia sama sekali tidak memiliki pemain top, dan dengan skuad saat ini, dia berhasil memukul mundur Atletico, itu sangat mengesankan," sindir Sneijder.
Menurut Sneijder, keberhasilan Arsenal lebih ditentukan oleh kecerdikan taktik Arteta dibanding kualitas individu para pemainnya. Ia pun membandingkan tim Arsenal saat ini dengan generasi klub-klub besar Eropa yang dipenuhi bintang top.
Respons Berkelas dari Diego Simeone

Berbeda dari Sneijder, Diego Simeone merespons kekalahan timnya dengan tenang. Pelatih Atletico Madrid itu memilih memberi kredit kepada Arsenal ketimbang mencari alasan.
Simeone mengakui Arsenal tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, terutama pada babak pertama. Ia juga tetap bangga terhadap perjuangan para pemainnya sepanjang laga.
"Jika kami tersingkir, itu karena lawan kami layak untuk melaju. Mereka tampil klinis di babak pertama dan mendapatkan tempatnya. Namun yang saya rasakan adalah ketenangan, kedamaian. Tim sudah memberikan segalanya," ungkap Diego Simeone.
"Kami datang untuk bersaing melawan tim yang sangat kuat, dan dengan kekuatan kami sendiri, kami berjuang sekuat tenaga. Saya berterima kasih kepada penggemar kami, pemain kami, dan saya bangga berada di posisi saya sekarang," tegasnya.
Kini Arsenal bersiap menghadapi final di Budapest dengan modal pertahanan yang solid. Terlepas dari kritik Sneijder, hasil di lapangan tetap mengukuhkan keberhasilan proyek yang dibangun Mikel Arteta.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jose Mourinho Tak Boleh Ulangi Kesalahan dengan Bernardo Silva
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:07
-
Dean Huijsen, Kartu Merah, dan Pola Pelanggaran yang Terus Terulang
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:02
-
Pesan Keras untuk Real Madrid
Liga Spanyol 22 September 2026, 05:37
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
LATEST UPDATE
-
Trio Penyerang Barcelona Unggul Jauh dari Real Madrid
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:43
-
Hansi Flick Capai Tonggak Baru dalam Kariernya Bersama Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:39
-
Raphinha dan Risiko Perjalanan 35.000 Km Bersama Timnas Brasil
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:33
-
Menengok Kiprah 5 Pemain Pinjaman dari Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:17
-
Karim Adeyemi, Barcelona Membelinya di Harga yang Tepat
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:11
-
Untuk Saat Ini, Posisi Vinicius Junior di Real Madrid Tetap Aman
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:51
-
Jiwa Pemimpin Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:45
-
Bernardo Silva Harus Starter!
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:16
-
Real Madrid dan Catatan Historis yang Mengancam Peluang Juara Mereka
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:12
-
Kylian Mbappe dan Vinicius Junior Tumpang Tindih di Sisi Kiri
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:07
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
-
Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:34
-
Leny Yoro Mulai Terancam di Manchester United, 3 Bek Baru Masuk Radar
Liga Inggris 22 September 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

