Sebelum Bertemu Barcelona, Baiknya Bayern Munchen Membenahi Sederet Kelemahan Ini
Yaumil Azis | 10 Agustus 2020 07:38
Bola.net - Babak perempat final Liga Champions akan menyajikan laga seru. Dua kandidat terkuat juara musim ini, Bayern Munchen dan Barcelona, bakalan saling berhadapan di Estadio da Luz, Portugal.
Munchen berhasil mencapai babak perempat final setelah mampu mengalahkan Chelsea pada leg kedua fase 16 besar di Allianz Arena hari Minggu (9/8/2020). Pertandingan tersebut berhasil dimenangkan Munchen dengan skor telak 4-1.
Pada pertemuan sebelumnya yang berlangsung di Stamford Bridge, tepat sebelum pandemi Covid-19 melanda, Munchen sukses meraih kemenangan dengan skor 3-0. Dengan begitu, Munchen secara agregat menang dengan skor 7-1.
Di sisi lain, Barcelona berhasil lolos usai mengalahkan Napoli pada hari yang sama. Klub besutan Quique Setien itu menang dengan skor 3-1 dan membuat kedudukan agregat berubah jadi 4-2.
Menilik rekam jejak pertemuan antara kedua tim, Munchen mungkin patut merasa berada di atas angin. Sebab mereka hanya menelan dua kekalahan saja dari delapan pertemuan secara total. Tiga kemenangan, dan sisanya kekalahan.
Namun bukan berarti Bayern Munchen boleh melonggarkan level kewaspadaannya, sebab Barcelona bukan lawan yang mudah dikalahkan. Mereka adalah salah satu kandidat juara pada musim ini.
Untuk bisa meraih kemenangan, ada baiknya Die Bavarians memperbaiki sederet kelemahannya terlebih dahulu. Berikut ini informasi seputar sisi lemah Bayern Munchen yang harus diperbaiki dalam waktu dekat.
Menghindari Offside
Bayern Munchen memang memiliki lini depan yang sangat mumpuni untuk mengacak-acak pertahanan lawan. Namun tidak jarang mereka gagal mencetak gol lantaran terjebak dalam posisi offside.
Contohnya adalah saat bertemu Werder Bremen di pentas Bundesliga. Mereka mencatatkan lima offside dalam laga tersebut. Beruntung, Die Bavarians mampu menang dengan skor tipis 1-0.
Munchen memiliki materi penyerang dengan kecepatan yang sangat tinggi, di mana seharusnya itu menjadi senjata utama untuk mengalahkan jebakan offside lawan. Kalau torehannya masih tinggi, maka masalahnya kemungkinan besar terletak di pemahaman taktik pemain yang rendah.
Meminimalisir Peluang Lawan
Bayern Munchen tampil dengan sangat dominan sewaktu bertemu Chelsea. Mereka melepaskan 18 tembakan serta memiliki penguasaan bola sebesar 64 persen berbanding 36 persen.
Masalahnya, meskipun hanya diberikan penguasaan bola sekecil itu, Chelsea masih bisa membuat 10 tembakan yang empat di antaranya menemui sasaran. Manuel Neuer dkk masih terlalu berleha-leha membiarkan lawan menembak.
Munchen jelas tidak boleh membiarkan hal seperti itu terulang lagi saat menghadapi Barcelona. Sebab Lionel Messi dkk memiliki kemampuan untuk memberi hukuman kepada Die Bavarians dalam kondisi lengah ataupun siaga.
Membendung Lionel Messi
Siapapun timnya, mereka harus menganggap Messi sebagai batu kryptonite buat dirinya. Kemampuan olah bola pemain berkebangsaan Argentina itu memang sudah berada di luar jangkauan nalar manusia biasa.
Saat menghadapi Napoli, Messi menciptakan gol dengan serangkaian aksi solo dan melepaskan tembakan dari sudut sempit. Ia masih mampu meliuk-liuk kendati pemain lawan telah memberikan kontak fisik secara bertubi-tubi.
Salah satu pemain Bayern Munchen, Jerome Boateng, pernah dipermalukan olehnya. Ia terkecoh aksi tipuan Messi dengan bola hingga membuatnya terjatuh, dan mencetak gol tanpa menemui kesulitan saat diterjang Manuel Neuer.
Momen itu terjadi pada tahun 2015 lalu, dan sampai sekarang Boateng masih menjadi salah satu andalan di lini pertahanan Die Bavarians. Ia harus segera memperbaiki dirinya agar tidak terkecoh lagi, dan ini berlaku buat semua pemain Munchen.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



