'Sporting Merit', Bukti Kebingungan UEFA dalam Sikapi Penghentian Liga
Richard Andreas | 24 April 2020 08:30
Bola.net - UEFA masih terus mencari cara terbaik untuk menyelesaikan musim ini. Badan tertinggi sepak bola Eropa itu meminta setiap liga tetap mengutamakan penyelesaian musim, meski tidak menutup kemungkinan beberapa opsi lain.
Sejak awal, UEFA menegaskan bahwa musim 2019/20 ini harus dituntaskan, entah bagaimana caranya. Mereka yakin pandemi virus corona bakal mereda di awal bulan Juni, dengan demikian liga bisa bergulir kembali.
Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, sepak bola terbukti sulit mencari cara untuk kembali bergulir. Sebut saja Eredivisie yang bisa dihentikan total karena pemerintah Belanda melarang semua kegiatan olahraga sampai September, juga ada beberapa liga lain yang mengalami kasus sama.
Untuk itu, UEFA perlahan-lahan telah mengendurkan ketegasan mereka untuk menuntaskan liga. Jika memang kondisi tidak memungkinkan, mereka mengizinkan liga-liga mengajukan permintaan penghentian total.
Apa yang bakal terjadi? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Sporting Merit
Pada pertemuan virtual teranyar yang melibatkan 55 negara anggota, UEFA tetap menegaskan bahwa musim 2019/20 harus dituntaskan. Namun, mereka juga membuka kemungkinan penghentian total dalam beberapa kasus khusus.
Menukil Sky Sports, andai musim ini tidak bisa diselesaikan, UEFA mengonfirmasih bahwa kualifikasi untuk UCL dan UEL harus ditentukan melalui 'sporting merit'.
Setiap liga harus menentukan bagaimana 'sporting merit' dalam pemahaman dan penerapan di kompetisi masing-masing dan harus disetujui oleh UEFA.
Sporting merit yang dimaksud adalah bagaimana liga menentukan klasemen akhir berdasarkan kompetensi setiap tim. Tentu setiap liga harus menentukan parameternya terlebih dahulu.
Pada bagian 4 regulasi UCL dan UEL, ada tertulis: "Agar memenuhi syarat untuk berpartisipasi di kompetisi, klub-klub harus terkualifikasi untuk kompetisi berdasarkan sporting merit."
Bagaimana Menentukannya?
Menentukan sporting merit bukan perkara mudah. Setiap liga harus transparan membagikan pertimbangan mereka, harus ada poin-poin objektif yang bisa digunakan untuk menilai kekuatan suatu tim.
UEFA menambahkan: "Sporting Merit harus didasarkan pada prinsip-prinsip objektif, transparan, dan tidak diskriminatif."
Kendati demikian, UEFA menegaskan behwa mereka punya hak untuk menolak atau meninmbang ulang pengajuan klub mana pun yang dikirim oleh liga-liga domestik jika ada sedikit protes ketidakadilan di masyarakat.
Intinya, UEFA sendiri bingung bagaimana cara terbaik menentukan tim-tim yang pantas bermain di UCL dan UEL musim depan andai musim tidak diselesaikan. Karena itulah mereka berulang kali menegaskan pentingnya penyelesaian musim.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- 23 Tahun Lalu: Berseragam Juventus, Zidane Permalukan Lini Belakang Ajax
- 5 Pemilik Klub Terkaya di Premier League, Mana yang Layak Menyandang Status 'Sultan'?
- Ucapan Selamat Puasa dan Jadwal Imsakiah dari Klub-Klub Top Eropa untuk Umat Muslim di Indonesia
- 5 Pemain Inggris Idola Michael Carrick, Ada Gazza dan Wazza
- Pavel Nedved: Si Meriam Ceko yang Menyesal tak Gabung Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Everton vs Liverpool: Virgil van Dijk
Liga Inggris 20 April 2026, 02:18
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:43
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:39
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 20 April 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00














