Terbaik dan Terburuk Liverpool 0-1 Inter Milan: Ultramen Vidal Kuat, Salah dan Jota Tumpul!
Asad Arifin | 9 Maret 2022 06:48
Bola.net - Inter Milan tampil sangat baik pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions 2021/2022 melawan Liverpool, Rabu (9/3/2022) dini hari WIB. Walau bermain di Anfield, Inter pulang dengan kepala tegak dengan kemenangan 1-0.
Inter Milan kehilangan Nicolo Barella karena sanksi. Sementara, Liverpool tidak bisa memainkan Roberto Firmino yang mencetak gol pada leg pertama. Laga babak pertama berjalan cukup berimbang.
Babak kedua sedikit lebih menarik. Bukan hanya karena terciptanya gol dari aksi Lautaro Martinez, tapi juga soal insiden kartu merah Alexis Sanchez. Kartu merah itu berpengaruh besar pada jalannya laga.
Di kubu Liverpool, trio pemain depan gagal tampil impresif. Sementara, Alessandro Bastoni dan Arturo Vidal tampil bagus untuk Inter. Simak pemain dengan performa terbaik dan terburuk pada duel Liverpool vs Inter Milan di bawah ini ya Bolaneters:
Terbaik: Milan Skriniar

Skriniar menjadi sosok kunci di lini belakang Inter. Ketika Stefan De Vrij tidak dalam kondisi terbaik, Skriniar mampu menutup banyak celah di lini belakang.
Skriniar membuat Jota mati kutu. Dia juga tidak memberi banyak ruang gerak untuk Mane. Skriniar membuat lini belakang Inter bagaikan tembok. Dia membuat sembilan sapuan, paling banyak dibanding pemain lain.
Terburuk: Mohamed Salah

Mohamed Salah tidak bermain terlalu buruk. Tapi, dengan begitu banyak peluang didapat dan tidak ada gol yang tercipta, Salah harus mendapat rating rendah. Squawka memberi nilai 5 untuk aksi Salah.
Dua peluang Salah mengenai gawang, sementara satu peluang lain tidak tepat sasaran. Salah cukup sering menang saat melakukan dribel, tetapi tidak cukup membahayakan gawang Inter Milan.
Terbaik: Alessandro Bastoni

Tumpulnya Mohamed Salah bukan perkara performa di bawah standar atau kurang beruntung saja. Ada peran Bastoni yang membuat pemain asal Mesir itu tidak bisa 'menari' seperti biasanya.
Bastoni bermain sangat disiplin. Jarang kehilangan bola dan sangat gigih dalam duel. Pada menit 85, saat Salah berhasil melewatinya, Bastoni memilih melanggar Salah agar situasi lebih bahaya tidak terjadi.
Walau dihukum kartu kuning atas aksi tersebut, keputusan Bastoni cukup jitu.
Terburuk: Diogo Jota

Keputusan Klopp memainkan Diogo Jota sedari awal mengundang tanya. Sebab, Jota tidak dalam performa terbaiknya. Jota cukup lama tidak mencetak gol untuk The Reds.
Pada laga melawan Inter, Jota terbukti kesulitan. Dia sama sekali tidak punya peluang. Tidak ada shots yang dilepas pemain asal Portugal. Dia juga tidak melepas umpan kunci.
Terbaik: Trent Alexander-Arnold

Ketika lini tengah Liverpool buntu saat membangun serangan, di situlah sosok Alexander-Arnold memainkan peran krusial. Bek kanan The Reds sangat dominan dalam build-up serangan tim racikan Klopp.
Alexander-Arnold jadi pemain yang paling banyak melepas umpan kunci, 5 kali. Alexander-Arnold juga sempat melepas dua shots, tetapi tidak ada yang menjadi gol.
Terburuk: Hakan Calhanoglu

Calhanoglu tidak mampu memberi dampak besar bagi serangan Inter. Pemain asal Turki itu kesulitan meladeni Fabinho di sepertiga wilayah Liverpool. Tidak banyak aksi berbahaya dia lakukan.
Calhanoglu hanya melepas satu umpan kunci sepanjang laga. Calhanoglu memang beberapa kali mengancam dari situasi bola mati, tapi secara umum aksinya di bawah standar.
Terbaik: Marcelo Brozovic

Berbeda dengan Calhanoglu, Brozovic tampil sangat solid di lini tengah. Dia selalu menjadi pemain ekstra saat Inter berada dalam tekanan. Brozovic punya andil besar atas nirbobol Inter Milan.
Tapi, Brozovic juga hanya sibuk dengan aksi bertahan. Pemain asal Kroasia juga bisa diandalkan sebagai kreator serangan. Dia menciptakan satu umpan kunci pada duel lawan Liverpool.
Terburuk: Sadio Mane

Sadio Mane memulai laga dengan peran sebagai penyerang kiri. Dia tidak punya banyak peluang. Mane kerepotan dengan penjagaan Dumfries dan Darmian di sisi kanan pertahanan Inter.
Sepanjang laga, Mane hanya melepas satu shots dan itu tidak tepat sasaran. Mane juga tidak memberi dampak besar saat diubah perannya sebagai penyerang tengah.
Terbaik: Arturo Vidal

Vidal menunjukkan performa bagus pada leg pertama. Lalu, pada leg kedua, 'si rambut ultramen' kembali tampil apik. Dia membuat Thiago tidak mampu berbuat banyak di lini tengah.
Salah satu momen terbaik Vidal adalah saat memblok sepakan Luis Diaz pada menit-menit akhir laga. Walau Inter gagal lolos ke perempat final, aksi itu Vidal memastikan kekalahan pertama Liverpool musim ini di Anfield.
Terburuk: Alexis Sanchez

Sebenarnya, tidak adil memasukkan nama Sanchez pada kategori terburuk. Sanchez tampil bagus, terutama pada babak pertama. Sanchez berani berduel dan merepotkan. Dia juga membuat assist.
Tapi, dengan pengalaman yang dimiliki, Sanchez harusnya bisa menghindari aksi ceroboh yang berujung kartu merah. Tekel Sanchez mengenai bola, tapi gerakan selanjutnya bersarang di kaki Fabinho. Kartu kuning kedua yang sangat fatal.
Terbaik: Simone Inzaghi

Inzaghi patut bangga dengan apa yang dilakukan anak asuhnya di Anfield. Inter memang tidak lolos, tapi telah menunjukkan performa yang bagus. Pemilih pemain dan taktik Inzaghi patut dipuji.
Salah satu pergantian krusial yang dibuat adalah memainkan D'Ambrosio pada awal babak kedua. Inter pun lebih kuat saat build-up. Tapi, kartu merah merusak segalanya.
Terburuk: Jurgen Klopp

Klopp mungkin punya pertimbangan lain, tapi memainkan Luis Diaz pada menit ke-83 ketika tim tertinggal sulit dimengerti. Diaz masuk membawa dampak besar, tapi tidak punya banyak waktu di lapangan.
Kombinasi pemain tengah yang dipilih Klopp juga tidak efektif. Dua pemain bahkan harus diganti tidak lama setelah kebobolan. Curtis Jones dan Thiago kali ini tidak cukup efektif.
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




