Termasuk Zinedine Zidane, Ini 7 Playmaker Hebat pada Era 1990-an
Aga Deta | 31 Agustus 2020 11:15
Bola.net - Dalam dunia sepak bola, pemain yang mempunyai posisi sebagai penyerang biasanya banyak mendapat sorotan. Namun, posisi playmaker sejatinya juga tak kalah penting.
Seorang playmaker berperan penting dalam irama permainan sepak bola. Ia bertugas mendistribusikan bola dan memberi jalan bagi stiker untuk mencetak gol.
Lionel Messi di era Pep Guardiola tidak akan tajam tanpa kehadiran Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Sementara Cristiano Ronaldo saat berseragam Real Madrid membutuhkan sosok Luka Modric dan Toni Kross untuk menopangnya.
Jauh sebelum era Iniesta dan kawan-kawan, penggila sepak bola era 90-an memiliki pilihan tersendiri untuk playmaker terbaik mereka. Pada era itu muncul nama-nama seperti Zinedine Zidane, Dennis Bergkamp, dan Roberto Baggio.
Mereka seperti menjadi inspirasi bagi para gelandang serang era sekarang. Berikut tujuh playmaker hebat pada sepak bola era 1990-an dilansir dari Planet Football.
1. Zinedine Zidane
Nama Zinedine Zidane muncul sebagai satu di antara playmaker hebat menjelang akhir 1990-an. Ia sukses meraih gelar Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000 bersama Timnas Prancis, dan beberapa trofi bergensi bersama Real Madrid.
Ia juga dinobatkan sebagai Man of the Match di final Piala Eropa 2020, Pemain Terbaik Dunia FIFA, dan Ballon d'Or. Rekan setim Zidane di Juventus, Edgar Davids, pernah menyebutnya sebagai pemain spesial.
"Dia menciptakan ruang ketika rasanya tidak ada. Tak masalah bagaimana dia mendapatkan bola, maka dia bisa keluar dari masalah," kata Davids tentang Zidane.
2. Michael Laudrup
Michael Laudrup merupakan pemain terbaik Denmark di masanya. Ia memiliki periode bermain pada 1989-1996.
Awal 1990-an ia mendapatkan 58 caps untuk negaranya dan mencetak 23 gol. Sementara di level klub, ia berhasil memenangkan gelar Serie A bersama Juventus dan dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Denmark.
Setelah itu, ia juga ikut terlibat dalam empat gelar La Liga berturut-turut bagi Real Madrid. Pada 1999 ia mendapat penghargaan pemain asing terbaik sepak bola Spanyol dalam 25 tahun terakhir.
3. Roberto Baggio
Roberto Baggio merupakan playmaker andal asal Italia. Ia mampu mencetak 220 gol di Serie A sebelum kariernya hancur karena cedera.
Ia juga merupakan eksekutor penalti yang ulung. Namun, satu kegagalan dalam mengeksekusi penalti pada Piala Dunia 1994 mengubah segalanya.
Permainan yang menawan selama perhelatan tersebut rontok dan semua orang hanya mengingat penalti buruknya. Namun, terlepas dari itu, ia tetap merupakan satu di antara playmaker terbaik era 90-an.
4. Gheorghe Hagi
Gheorghe Hagi mendapat julukan Maradona of the Carpathians. Pria perpaspor Rumania itu hampir membawa negaranya lolos ke semifinal Piala Dunia 1994.
"Hagi bisa menjadi pemain terbaik di dunia setelah Maradona," kata pelatih rumania, Mircea Lucescu, sebelum turnamen itu.
Dalam karier klubnya, Hagi pernah memperkuat dua tim besar Spanyol yakni Real Madrid dan Barcelona.
5. Paul Gascoigne
Paul Gascoigne merupakan playmaker kreatif dari tanah Inggris. Ia bersinar pada Piala Dunia 1990.
Ia kemudian melanglang buana ke luar Inggris sejak 1992. Dimulai dari Lazio dan lalu ke Rangers. Namun, kariernya hancur mendekati 1990-an akhir. Hidupnya sering terlibat masalah karena karakternya yang temperamental.
6. Dennis Bergkamp
Dennis Bergkamp terkenal sebagai pemain bersinar di bawah asuhan Arsene Wenger. Ia menjadi playmaker yang pas untuk rekan-rekannya di Arsenal.
"Semuanya harus sempurna, bahkan dalam pelatihan. Semuanya seratus persin. Dia pria yang sangat lucu tetapi ketika dia bekerja tidak ada lelucon," kenang Thierry Henry.
Ia juga merupakan tokoh kunci Arsenal meraih juara Premier League dengan predikat The Invincible.
7. Manuel Rui Costa
Berambut panjang, mampu mencetak gol-gol indah, dan punya kemampuan di atas rata-rata. Semua kategori tersebut melekat pada diri legenda sepak bola Portugal, Manuel Rui Costa.
Penampilan apiknya bersama AC Milan mungkin baru datang setelah era 1990-an. Namun, kehebatannya saat berbaju Fiorentina sudah cukup membuatnya menjadi satu di antara playmaker hebat di era 1990-an.
Sumber: Planet Football
Disadur dari Bola.com (Hanif Sri Yulianto/ Yus Mei Sawitri)
Published: 31 Agustus 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marselino Ferdinan Fokus Rehabilitasi usai Operasi Lutut di Sevilla
Bola Indonesia 14 Agustus 2026, 16:25
-
FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Kesempatan Timnas Indonesia Kumpulkan Pemain Terbaik
Tim Nasional 11 Agustus 2026, 15:40
LATEST UPDATE
-
Arema FC Kehilangan 4 Poin di Depan Mata pada 2 Laga Terakhir, Apa yang Terjadi?
Bola Indonesia 21 September 2026, 14:15
-
Timnas Voli Putri Indonesia Tekuk Vietnam 3-0, Selangkah Lagi Amankan Posisi ke-5 Asian Games 2026
Voli 21 September 2026, 14:12
-
PSS Sleman Terpuruk di Awal Musim, Pieter Huistra Ungkap Biang Masalahnya
Bola Indonesia 21 September 2026, 13:43
-
Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 13:36
-
Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia vs Malaysia 28 September
Tim Nasional 21 September 2026, 13:33
-
Mental Baja Persib Bandung: Tuntaskan 'Raja Terakhir' Bernama Persijap Jepara
Bola Indonesia 21 September 2026, 13:12
-
Matheus Cunha Tegaskan Manchester United Masih Percaya 100% kepada Michael Carrick!
Liga Inggris 21 September 2026, 13:00
-
Isu Pemecatan Kian Kencang Berhembus, Michael Carrick: Bodo Amat!
Liga Inggris 21 September 2026, 12:45
-
Marcus Rashford Dikritik, Michael Carrick Pasang Badan (Lagi)
Liga Inggris 21 September 2026, 12:15
-
Eugenia Diva Tambah Medali Tim Indonesia di Asian Games 2026 Melalui Cabor Wushu
Olahraga Lain-Lain 21 September 2026, 11:37
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33








