Tertawa di Atas Luka: Saat Curva Sud AC Milan Mengejek Nol Trofi Inter Milan
Gia Yuda Pradana | 2 Juni 2025 15:45
Bola.net - Musim 2024/2025 bukan hanya mengecewakan bagi Inter Milan, tapi juga jadi momen yang dimanfaatkan betul oleh sisi merah kota. Harapan untuk merengkuh kejayaan di Eropa pupus menyakitkan di Munich, dan pendukung AC Milan langsung menyambutnya dengan senyuman sinis.
Curva Sud, sektor fanatik Rossoneri, menyambut kepulangan tetangganya dengan spanduk pedas: “Nol trofi. Kemarin Istanbul, hari ini Munich, besok semua ke psikolog.” Tak ada ampun untuk rival yang tengah terluka.
Ejekan ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Curva Sud selalu tahu kapan waktu paling tepat untuk melempar ejekan. Kekalahan Inter di final Liga Champions adalah panggung sempurna bagi mereka untuk tampil.
Kegagalan yang Mengakar dari Istanbul
Kisah luka Inter di Eropa dimulai dua musim lalu, saat mereka akhirnya kembali ke final Liga Champions. Setelah 13 tahun menunggu, mimpi menyentuh trofi keempat pupus di Istanbul. Manchester City membungkam harapan itu lewat gol tunggal Rodri.
Meski musim itu ditutup dengan Coppa Italia dan Supercoppa Italiana, luka di final Liga Champions terasa lebih dalam. Tifosi Inter hanya bisa meratap, sementara City menorehkan sejarah treble pertama mereka.
Ironi pun tak terelakkan. Inter datang membawa ambisi, tapi justru jadi saksi momen emas tim lawan. Kisah ini, rupanya, hanya awal dari bab yang lebih getir.
Munich: Kekalahan yang Menjadi Aib
Musim ini, Inter kembali merasakan final Liga Champions. Perjalanan yang awalnya impresif, berakhir dengan tragedi di Allianz Arena. Kali ini, PSG datang bukan hanya untuk menang—mereka menghancurkan.
Skor 5-0 jadi mimpi buruk yang sulit dilupakan. Inter tak hanya gagal juara, tapi mencatat kekalahan terbesar dalam sejarah final kompetisi Eropa. Gol-gol dari Hakimi, Doue, Kvaratskhelia, dan Mayulu jadi penanda kehancuran.
Lebih menyakitkan lagi, Inter kembali jadi saksi sejarah. PSG mengulangi kisah Manchester City: meraih treble, dan Inter lagi-lagi ada di panggung sebagai korban utama.
Milan: Tak ke Eropa, tapi Satu Trofi dan Dominasi Derby
Di sisi lain kota Milan, Rossoneri memang gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Namun, musim mereka tak sepenuhnya kelam. Satu trofi berhasil dibawa pulang—Supercoppa Italiana, dan itu diraih lewat kemenangan atas Inter.
Laga final Supercoppa jadi salah satu puncak emosi Rossoneri musim ini. Mereka menang 3-2 dan memperlihatkan bahwa di pertandingan besar, mereka lebih siap dan lebih tajam dibanding sang rival sekota.
Tak hanya itu, Milan menguasai seluruh Derby della Madonnina musim ini. Tiga kemenangan dan dua hasil imbang di lima pertemuan menegaskan satu hal: Milan boleh gagal di klasemen, tapi mereka menang dalam gengsi.
Musim Nol Gelar dan Ejekan Abadi
Awal musim diwarnai harapan besar dari kubu Nerazzurri. Skuad mentereng dan performa stabil membuat tifosi yakin ini tahun mereka. Treble bahkan sempat terlihat. Namun, seiring waktu, segalanya runtuh satu demi satu.
Scudetto lepas ke Napoli, Coppa Italia dihentikan oleh Milan, dan final Liga Champions menjadi titik nadir. Dari mimpi besar menjadi realita pahit: musim berakhir tanpa satu pun piala.
Sementara tifosi Inter merenung dalam diam, Curva Sud bersorak dalam senyum. Karena dalam rivalitas sekota, kemenangan tak melulu soal trofi—tapi tentang momen saat tawa bisa menyayat lebih tajam dari kekalahan itu sendiri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Cagliari vs Inter Milan di Liga Italia, 31 Agustus 2026
Liga Italia 31 Agustus 2026, 01:10
-
Bye AC Milan! Santiago Gimenez Segera Tuntaskan Kepindahan ke FC Porto
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 18:30
-
Live Streaming Cagliari vs Inter Hari Ini, 31 Agustus 2026
Liga Italia 30 Agustus 2026, 14:35
-
Bradley Barcola Sengaja Tunda Kepindahannya ke Liverpool, Kenapa?
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 20:00
-
Rafael Leao Pamit Pergi dari AC Milan
Liga Italia 29 Agustus 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Marc Klok dan Beckham Putra Ukir Rekor Penampilan Bersama Persib di Asia
Bola Indonesia 1 September 2026, 15:12
-
RESMI: Emtek Media Jadi Official Broadcaster BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 1 September 2026, 14:51
-
Donyell Malen dan Paulo Dybala, Formula Mematikan di Lini Depan AS Roma
Liga Italia 1 September 2026, 14:48
-
Raphinha, Kapten Ideal Barcelona!
Liga Spanyol 1 September 2026, 13:43
-
3 Pelajaran dari Kemenangan Barcelona atas Rayo: Ada Kekuatan, Ada Masalah
Liga Spanyol 1 September 2026, 13:02
-
5 Pelajaran Kemenangan Arsenal atas Aston Villa: Bukti Mental Juara
Liga Inggris 1 September 2026, 12:24
-
Chelsea Sepakat Lepas Robert Sanchez ke Como
Liga Inggris 1 September 2026, 12:07
-
Juventus Amankan Dua Pemain dari Premier League, Pape Matar Sarr dan Nick Woltemade
Liga Italia 1 September 2026, 11:54
-
Lamine Yamal Tembus 50 Gol untuk Barcelona, Rekornya Lebih Cepat dari Mbappe dan Haaland
Liga Spanyol 1 September 2026, 11:24
-
Hansi Flick Terkejut Barcelona Bisa Datangkan Gabriel Jesus dari Arsenal
Liga Spanyol 1 September 2026, 10:54
-
Mikel Arteta Mulai Rasakan Tekanan Besar di Awal Perburuan Gelar Premier League
Liga Inggris 1 September 2026, 10:24
-
Resmi, Santiago Gimenez Gabung Porto dari AC Milan dengan Status Pinjaman
Liga Italia 1 September 2026, 10:19
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



