Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Afdholud Dzikry | 21 Januari 2026 13:58
Bola.net - Bergabung dengan Juventus bukan sekadar perpindahan klub bagi Khephren Thuram. Bagi gelandang asal Prancis ini, mengenakan seragam Bianconeri adalah titik balik pendewasaan mentalitasnya sebagai pesepak bola profesional.
Thuram mengakui adanya perubahan drastis dalam cara pandangnya terhadap sepak bola sejak mendarat di Turin pada 2024. Ia bukan lagi sekadar pemuda yang datang untuk berlatih dan pulang tanpa beban.
Kini, di bawah asuhan Luciano Spalletti, ia bertransformasi menjadi pemain yang lebih detail dan lapar kemenangan.
Pernyataan ini dilontarkannya dalam konferensi pers jelang laga krusial Liga Champions melawan Benfica, yang kini diasuh Jose Mourinho. Thuram menegaskan bahwa dirinya siap memberikan segalanya demi lambang klub di dada.
Evolusi Mentalitas di Turin

Thuram tidak menampik bahwa lingkungan di Juventus memaksanya untuk tumbuh lebih cepat. Standar tinggi klub membuatnya menyadari bahwa bakat saja tidak cukup untuk bertahan di level tertinggi.
Ia mengenang masa-masa awalnya yang masih "hijau". Namun kini, setiap detik dalam rutinitas hariannya didedikasikan untuk menjadi lebih kuat.
"Saya sudah banyak berubah. Sebelum datang ke Juve, saya jauh lebih muda, saya datang untuk berlatih dan tidak memikirkan banyak hal lain," kenang Thuram jujur.
Rutinitasnya kini berubah total menjadi gaya hidup seorang atlet elit.
"Sekarang saya menyadari bahwa setiap hari itu penting, setiap video, setiap momen, semua yang Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu Anda menjadi lebih kuat," tegasnya.
"Ini cara hidup yang berbeda, memberikan segalanya untuk menjadi lebih kuat," imbuh putra legenda Lilian Thuram tersebut.
Sentuhan Tangan Dingin Spalletti
Kedatangan Luciano Spalletti di kursi pelatih juga membawa dimensi baru dalam permainan Thuram. Sang allenatore menuntut kontribusi lebih nyata dari sekadar mengalirkan bola di lini tengah.
Staf pelatih terus mendorongnya untuk lebih berani masuk ke kotak penalti lawan. Mereka ingin Thuram menjadi ancaman nyata dalam urusan mencetak gol.
"Cara bermain saya sedikit berubah. Pelatih dan staf membantu saya memahami bahwa saya bisa mencetak gol dan menjadi pemain penting bagi tim," ujar Thuram menjelaskan peran barunya.
Bangkit Usai Tergelincir Lawan Cagliari
Juventus baru saja menelan pil pahit usai kalah mengejutkan 0-1 dari Cagliari di Serie A. Thuram, yang menyaksikan laga tersebut dari bangku cadangan, menolak untuk panik.
Ia melihat timnya tetap memiliki fondasi permainan yang solid meski hasil akhir tidak berpihak. Fokusnya kini telah beralih sepenuhnya ke laga berikutnya.
"Saya melihat dari bangku cadangan bahwa kami adalah tim kuat yang menciptakan banyak peluang," analisisnya tenang.
"Setelah setiap pertandingan, kami selalu memikirkan pertandingan berikutnya," tambah Thuram.
Mimpi Piala Dunia dan Partai Krusial
Menatap laga melawan Benfica, Thuram tahu betul tidak ada kata lain selain kemenangan. Ini adalah mentalitas dasar yang tertanam di Juventus.
"Ini pertandingan penting, dan di Juventus, Anda selalu bermain untuk menang. Pertandingan besok sangat penting bagi saya," tegasnya.
Sementara itu, terkait peluangnya menembus skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026 musim panas nanti, Thuram memilih merendah. Ia sadar bahwa panggilan negara hanya akan datang jika ia tampil konsisten di level klub.
"Saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan Piala Dunia. Apa yang Anda lakukan sekarang lebih penting," katanya bijak.
Ia menutup sesi wawancara dengan memuji dua rekannya, Fabio Miretti dan Vasilije Adzic, yang dinilainya sebagai pekerja keras yang tahu cara mengembangkan diri tanpa perlu banyak nasihat.
"Penting untuk berkembang sebagai pemain dan bersama tim ini, memenangkan lebih banyak pertandingan, baru kemudian tim nasional akan melihat," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
Liga Italia 10 Juni 2026, 12:37
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Ekuador 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 20:00
-
Jadwal Wimbledon 2026: Video Review Hadir Pertama Kalinya! Saksikan di Vidio
Tenis 29 Juni 2026, 17:22
-
Update Kondisi Terkini Matthijs De Ligt: Kapan Bisa Comeback di MU?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 17:13
-
Xabi Alonso Ingin Boyong Eks Arsenal Ini ke Chelsea?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 16:53
-
Klub EPL Ini Siap Tikung MU untuk Transfer Felix Nmecha
Liga Inggris 29 Juni 2026, 16:44
-
Marquinhos Ingatkan Brasil Tak Remehkan Jepang
Piala Dunia 29 Juni 2026, 16:17
-
Cari Suksesor Robert Lewandowski, Barcelona Hubungi Agen Harry Kane
Liga Spanyol 29 Juni 2026, 15:47
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41













