10 Pemain Top Premier League Yang Kurang Dihargai
Aga Deta | 4 Oktober 2016 12:07
Bola.net - Bola.net - Seorang pesepakbola dinilai berdasarkan performa mereka di lapangan. Namun, ada beberapa pemain yang sudah tampil habis-habisan tapi tetap gagal membungkam kritik yang dialamatkan kepadanya.
Hal itu mungkin disebabkan banyak hal seperti sikap yang buruk, teknik yang kurang berkesan atau statistik yang tidak bertambah. Karenanya banyak pemain yang menjadi kurang dihargai oleh manajer atau suporter mereka sendiri.
Berikut ini 10 pemain top di Premier League yang kurang dihargai seperti dilansir talkSPORT.
1 dari 10 halaman
Olivier Giroud

Tidak ada yang lebih menyakitkan buat striker ketika melihat manajer memainkan pemain yang tidak masuk kategori striker untuk menempati posisi tersebut. Itulah yang sedang terjadi kepada Giroud di Arsenal musim ini dan pemain Prancis itu sebenarnya layak mendapat perlakuan yang lebih baik.
Bomber berusia 30 tahun itu mencetak 16 gol dan enam assist di musim lalu meskipun Arsene Wenger sering mengubah komposisi lini depannya. Dia juga mengantarkan Prancis menembus final Euro 2016. Giroud mungkin bukan pemain kelas dunia tapi tak pantas berada di bangku cadangan.
2 dari 10 halaman
Cesc Fabregas

Antonio Conte sepertinya tidak terlalu menyukai Fabregas. Pemain asal Spanyol itu selalu menjadi pemain reguler sejak kembali ke London pada tahun 2014, tapi tak pernah menjadi pilihan utama manajer Italia tersebut.
Suporter Chelsea kini terlihat frustrasi melihat situasi yang dihadapi Fabregas. Ia jelas lebih kreatif dibandingkan dengan Nemanja Matic dan Oscar. Kiprah Fabregas di Stamford Bridge sepertinya akan segera berakhir dan ia bisa mulai mencari klub baru.
3 dari 10 halaman
Michael Carrick

Jose Mourinho sudah mengutak-atik lini tengahnya sejak awal musim tapi pemain yang tidak masuk dalam rencananya adalah Michael Carrick. Pemain berusia 35 tahun itu sebelumnya merupakan pemain penting di lini tengah Manchester United selama satu dekade dan Mourinho bisa dianggap ceroboh karena tidak memberi kesempatan geladang berpengalaman tersebut.
4 dari 10 halaman
Erik Lamela

Lamela membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan dampak di White Hart Lane karena kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan di Premier League. Musim lalu ia ternyata mampu tampil konsisten dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Meskipun begitu, Lamela tak terbebas dari kritik. Mauricio Pochettino lebih senang dengan pemain baru Moussa Sissoko sehingga karir Lamela berpotensi kembali terancam.
5 dari 10 halaman
Jordan Henderson

Dianggap sebagai pemain yang mampu menggantikan Steven Gerrard di Anfield, Henderson masih kesulitan memenuhi ekspektasi yang tinggi di Liverpool. Pemain berusia 26 tahun itu mendapat ban kapten pada musim panas 2015 dan terus mempertahankan perannya pada era Jurgen Klopp.
Sikap Henderson tidak perlu dipertanyakan lagi, tapi banyak kritik soal kemampuannya mengontrol bola di lini tengah. Setelah membuktikan diri dengan mencetak gol lawan Chelsea, Henderson sanggup menciptakan momen ajaib untuk The Reds.
6 dari 10 halaman
Ander Herrera

Herrera tak mendapatkan kesempatan yang adil di bawah manajer Louis Van Gaal. Kemampuan pemain asal Spanyol itu diakui oleh publik Old Trafford tapi tidak dengan pria asal Belanda itu.
Menit bermain Herrera kini sudah semakin meningkat di bawah Jose Mourinho. Namun, ia masih kesulitan menjadi pemain utama di sana. Meski mempunyai kualitas, Herrera masih kesulitan menemukan posisi terbaiknya bersama Setan Merah.
7 dari 10 halaman
Gerard Deulofeu

Setelah menjalani awal yang bagus di Goodison Park, Deulofeu kemudian tak menjadi pilihan utama Roberto Martinez dan mengalami nasib yang di bawah manajer baru Ronald Koeman.
Tidak egois di daerah lawan, pemain asal Spanyol itu mungkin merasa frustrasi jarang mendapatkan kesempatan bermain. Beberapa suporter Toffees lebih menginginkan Deulofeu menjadi starter ketimbang Kevin Mirallas.
8 dari 10 halaman
Salomon Rondon

Sembilan gol Rondon di musim kemarin tidak terlalu mengguncang The Hawthorns, tapi bagi tim yang mempunyai kreativitas serangan yang terbatas itu sebuah pencapaian yang bagus. Musim ini sang striker sudah mencetak tiga gol sehingga ia berpeluang besar melewati torehannya musim lalu. Jika itu terjadi, maka banyak klub akan memburunya di musim panas mendatang.
9 dari 10 halaman
Jason Puncheon

Puncheon mengakui bahwa masalah sikapnya sudah menggangu karirnya sehingga membuat kualitasnya di atas lapangan tidak terlihat. Ia sudah membantu The Eagles menembus final Piala FA musim lalu dan merasa sangat marah saat Alan Pardew menaruhnya di bangku cadangan. Kebiasaannya mengkreasi gol penting mungkin sedikit tidak diketahui.
10 dari 10 halaman
Jake Livermore

Livermore tidak pernah membuat suporter di White Hart Lane puas dan beberapa bahkan terkejut dengan keputusannya pindah ke Hull City tiga tahun lalu. Ia tidak pernah memenuhi ekspektasi di Spurs tapi mampu menjadi pemain kunci The Tigers.
Pemain serba bisa itu selalu tampil starter dalam tujuh pertandingan di liga sebagai bek tengah. Livermore sangat vital di lini belakang Hull pada awal musim ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bintang Timnas Pantai Gading Ini Masuk Daftar Pantau Manchester United
Liga Inggris 18 Juni 2026, 21:01
-
Diincar MU, Berlian Muda Barcelona Ini Siap Cabut ke Old Trafford?
Liga Inggris 18 Juni 2026, 19:30
-
Gagal Latih MU, Ole Gunnar Solskjaer Bakal Latih Klub EPL Ini?
Liga Inggris 18 Juni 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Uruguay vs Cape Verde: Kevin Pina
Piala Dunia 22 Juni 2026, 07:20
-
Man of the Match Belgia vs Iran: Alireza Beiranvand
Piala Dunia 22 Juni 2026, 04:36
-
Hasil Belgia vs Iran: Setan Merah Gagal Jinakkan Cheetah Persia
Piala Dunia 22 Juni 2026, 04:04
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28















