Piala Dunia 2026: Taktik Jenaka Pelatih Irak yang Ingin Pasang 3 Kiper Sekaligus Demi Hentikan Kylian Mbappe

Piala Dunia 2026: Taktik Jenaka Pelatih Irak yang Ingin Pasang 3 Kiper Sekaligus Demi Hentikan Kylian Mbappe
Selebrasi Kylian Mbappe dalam laga Prancis vs Senegal di Grup I Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (c) AP Photo/Frank Franklin II

Bola.net - Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, melontarkan candaan jelang laga melawan Prancis di pertandingan kedua Grup I Piala Dunia 2026. Ia mengaku sempat berpikir untuk meminta izin memainkan tiga penjaga gawang sekaligus demi menghentikan Kylian Mbappe. Bagi Arnold, ide ekstrem itu terasa seperti satu-satunya cara untuk meredam ancaman terbesar yang dimiliki lawan.

Laga yang digelar Selasa (23/56/2026) pagi ini menjadi pertandingan penting bagi kedua tim. Prancis memburu kemenangan untuk mengamankan langkah ke fase gugur, sementara Irak berusaha bangkit setelah kalah telak pada laga pembuka. Karena itu, perhatian Arnold kini tertuju penuh pada cara menghentikan lini serang Les Bleus yang dipimpin Mbappe.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Penyerang Real Madrid itu tampil tajam saat menghadapi Senegal dengan mencetak dua gol, sekaligus melewati rekor gol Piala Dunia milik legenda Brasil, Pele. Ketajamannya kini menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Irak.

Tantangan Irak semakin berat karena laga ini juga akan menjadi momen spesial dalam karier internasional Mbappe. Pertemuan kedua tim dipastikan menarik perhatian pencinta sepak bola dari berbagai penjuru dunia.

Candaan untuk Hentikan Mbappe

Candaan untuk Hentikan Mbappe

Duel Kylian Mbappe dan Sadio Mane dalam laga Prancis vs Senegal di Grup I Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (c) AP Photo/Steve Luciano

Irak datang dengan modal yang kurang meyakinkan setelah kebobolan empat gol saat menghadapi Norwegia. Situasi di lini belakang memaksa Graham Arnold mencari solusi terbaik agar timnya tetap mampu bersaing. Menghadapi salah satu kandidat kuat juara dunia tentu membutuhkan disiplin dan organisasi permainan yang nyaris tanpa cela.

Sementara itu, Mbappe telah mengoleksi 14 gol sepanjang penampilannya di Piala Dunia. Catatan itu membuatnya sejajar dengan Gerd Muller dan hanya terpaut dua gol dari rekor sepanjang masa milik Miroslav Klose. Angka-angka tersebut menunjukkan betapa besar ujian yang menanti para pemain belakang Irak.

"Saya sempat bertanya apakah kami diizinkan untuk memainkan tiga penjaga gawang sekaligus. Namun, mereka tentu saja menjawab tidak boleh," ujar Arnold sambil tertawa dalam sesi konferensi pers, Minggu waktu setempat.

Respek Tinggi dan Evaluasi Internal Irak

Respek Tinggi dan Evaluasi Internal Irak

Pelatih kepala Irak, Graham Arnold. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Di luar urusan pertandingan, skuad Irak sempat mendapat pujian atas sikap mereka setelah laga sebelumnya. Usai kalah di Stadion Gillette, para pemain membersihkan ruang ganti sebelum meninggalkan stadion. Mereka juga meninggalkan pesan yang ditulis langsung di papan tulis sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.

Meski begitu, Arnold menegaskan fokus utama timnya tetap pada peningkatan performa di lapangan. Ia bahkan masih mempertimbangkan siapa yang akan menjaga gawang setelah kapten tim, Jalal Hassan, tampil kurang maksimal pada laga pertama. Irak bertekad memberikan perlawanan terbaik tanpa merasa kalah sebelum bertanding.

"Kami menyadari bahwa kami tidak bisa mengendalikan kualitas permainan yang akan ditunjukkan Prancis, tetapi kami sepenuhnya mengendalikan performa kami sendiri. Kami memastikan seluruh pemain siap turun ke lapangan dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka kepada dunia," tutur Graham Arnold.

Milestone Bersejarah Mbappe

Milestone Bersejarah Mbappe

Selebrasi Kylian Mbappe dalam laga Prancis vs Senegal di Grup I Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (c) AP Photo/Frank Franklin II

Bagi Kylian Mbappe, laga melawan Irak bukan hanya soal meraih tiga poin. Penyerang berusia 27 tahun itu akan mencatatkan penampilan ke-100 bersama Timnas Prancis. Sebuah pencapaian istimewa untuk pemain yang masih berada di puncak kariernya.

Jika terus tampil konsisten dan membawa Prancis melaju jauh, Mbappe berpeluang melewati catatan penampilan milik pelatihnya saat ini, Didier Deschamps. Rekor caps terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus yang masih dipegang Hugo Lloris juga mulai terlihat dalam jangkauan. Itu menjadi tambahan motivasi yang patut diwaspadai Irak.

"Selalu menjadi kehormatan besar bagi saya untuk mengenakan seragam tim nasional. Mencapai 100 pertandingan adalah momen bersejarah, apalagi kami sedang bermain di turnamen sebesar Piala Dunia," kata Kylian Mbappe dalam konferensi pers.

Perdebatan Status Pemain Terbaik Sepanjang Masa

Ketajaman Mbappe di level internasional memicu diskusi hangat di kalangan pencinta sepak bola dunia menyangkut statusnya sebagai pemain terbaik. Setelah menyalip torehan gol Olivier Giroud sebagai top skor sepanjang masa Prancis, koleksi gol Piala Dunia miliknya kini setara dengan legenda Jerman, Gerd Muller. Pencapaian fantastis ini diraih hanya dalam tiga edisi turnamen empat tahunan tersebut.

Mantan penggawa Monaco ini sekarang hanya terpaut dua gol dari rekor sepanjang masa yang dipegang Miroslav Klose dan Lionel Messi. Mengingat usianya yang masih prima, banyak pihak memprediksi Mbappe akan mendominasi panggung sepak bola dunia hingga satu dekade ke depan.

"Ini adalah perdebatan untuk orang-orang. Ini perdebatan untuk para jurnalis, perdebatan untuk para penggemar sepak bola. Saya pikir bagus untuk berdebat tentang para pemain, melihat siapa yang terbaik. Bagi saya, itu bukan pertanyaan di kepala saya. Ini hanya tentang bagaimana saya bisa membantu tim saya besok melawan Irak dan bisakah saya membawa pulang trofi pada bulan Juli," kata Mbappe.