3 Alasan Liverpool Tak Akan Juara Liga Champions
Aga Deta | 26 April 2018 16:16
Bola.net - Bola.net - tampil mengesankan di pertandingan semifinal leg pertama saat melawan AS Roma. Tim asuhan Jurgen Klopp tersebut mampu meraih kemenangan dengan skor telak 5-2 di Anfield.
Hasil tersebut membuat Liverpool sangat difavoritkan untuk melangkah ke partai final. Mereka hanya butuh hasil imbang saja di Olimpico untuk tampil di Kiev.
Kini para pendukung Liverpool mulai bermimpi kalau tim kesayangannya akan bisa meraih trofi Liga Champions pada musim ini. Namun, mereka juga harus tetap membumi karena The Reds punya potensi untuk gagal menjadi juara.
Berikut ini tiga alasan Liverpool tak akan juara Liga Champions seperti dilansir Sportskeeda.
1 dari 3 halaman
Kurang Pengalaman

Kurang Pengalaman
Liga Champions tidak bisa dimenangkan dengan mudah dan karena itulah mengapa itu disebut kompetisi klub papan atas Eropa. Hanya tim terbaik yang bisa keluar sebagai juara beberapa kali seperti Real Madrid, Barcelona atau Bayern Munchen.Dominasi mereka di Eropa saat ini adalah hasil dari pertarungan mereka di kompetisi secara rutin dan akhirnya mereka memiliki mental juara di timnya masing-masing.
Setelah menghabiskan ratusan juta euro, PSG dan Manchester City sempat dianggap favorit. Pemain-pemain seperti Neymar, Kylian Mbappe, Kevin de Bruyne dan Leroy Sane sepertinya tidak bisa dihentikan tetapi mereka justru tak mampu membawa timnya ke babak semifinal.
Di sisi lain, Real Madrid saat ini dianggap sebagai favorit - meski tampil buruk di pentas domestik - karena mereka sangat berpangalaman di pertandingan besar dan tahu caranya mengadapi tekanan. Oleh karena itu, pengalaman itu sangat penting dan tidak boleh diremehkan.
Liverpool terakhir kali menjadi juara pada tahun 2005, lebih satu dekade lalu. Mereka setelah itu tidak konsisten dan kesulitan, tetapi tahun ini mampu melampaui semua ekspektasi.
Namun, kurangnya pengalaman melawan tim papan atas bisa menentukan hasil Liverpool pada akhir bulan depan.
2 dari 3 halaman
Roma Belum Habis

Roma Belum Habis
Setelah menang telak atas AS Roma di leg pertama, Liverpool sangat difavoritkan untuk melangkah ke final. Namun, klub Italia itu juga punya tabungan dua gol tandang.Keunggulan 5-2 bisa terbuang percuma, jika Giallorossi bisa mengulangi comeback luar biasa mereka di perempat final. Roma mampu mengalahkan Barcelona 3-0 meski kalah 4-1 di pertemua pertama sehingga tim asuhan Eusebio Di Francesco berhak melaju ke semifinal berkat keunggulan gol tandang.
Klopp harus memastikan timnya tidak kebobolan tiga gol saat berkunjung ke Olimpico. Perjalanan Liverpool ke Ethiad mungkin tidak berakhir menyenangkan jika gol Leroy Sane tidak dianulir oleh wasit.
Roma mungkin tidak akan langsung menyerang secara frontal seperti City di babak perempat final, karena pendekatan mereka kemungkinan akan jauh lebih taktis dan hati-hati. Oleh karena itu, Liverpool belum bisa dikatakan aman untuk ke final sebelum peluit panjang di leg kedua berbunyi.
3 dari 3 halaman
Lawan Berat di Final

Lawan Berat di Final
Apabiila Liverpool mampu melewati AS Roma dan masuk ke final, mereka akan menghadapi salah satu dari juara bertahan Real Madrid atau raksasa Bundesliga Bayern Munchen di Kiev.Kedua tim ini tampil cukup konsisten di pentas Eropa dan mereka berdua telah memenangkan empat dari lima gelar Liga Champions terakhir.
Gegenpressing ala Klopp mungkin efektif melawan Pep Guardiola, tetapi mereka mungkin tidak akan mudah melewati tim asuhan Juup Heynckes dan pelatih Bayern tersebut sudah pernah mengangkat trofi Liga Champions dua kali.
Di sisi lain, Madrid akan senang melihat lawan-lawannya meninggalkan ruang bagi pemain kelas dunia Los Blancos untuk mencari peluang. Ini artinya Liverpool mungkin harus mengadopsi taktik yang berbeda untuk meraih kesuksesan. Jalan ke Kiev mungkin terbuka lebar bagi The Reds, tapi masih ada ujian besar yang menanti sebelum mereka meraih gelar Eropa keenam.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tantang Barcelona, Lamine Yamal Bukan Satu-satunya Ancaman untuk Aston Villa!
Liga Champions 3 November 2026, 06:20
-
Berstatus Tim Underdog, Aston Villa Siap Buat 'Keributan' di Kandang Barcelona
Liga Champions 3 November 2026, 06:00
-
Usai Kalah di Derby, Inter Milan Bidik Misi Kebangkitan di Kandang Feyenoord
Liga Champions 3 November 2026, 05:40
-
Bos Feyenoord Waspadai Inter Milan yang Lagi Terluka
Liga Champions 3 November 2026, 05:19
LATEST UPDATE
-
Klub EPL Ini Mau Tikung Transfer Jean-Philippe Mateta ke MU
Liga Inggris 3 November 2026, 10:29
-
Alejandro Balde Dikritik, Hansi Flick Pasang Badan
Liga Champions 3 November 2026, 10:00
-
Jadwal Lengkap I.League Cup 2026/2027, 3-4 November 2026
Bola Indonesia 3 November 2026, 09:37
-
Kalahkan AS Roma, Peruntungan Manchester United Diyakini Bakal Berbalik
Liga Champions 3 November 2026, 09:00
-
Jamu AS Roma, Manchester United Usung Misi Kebangkitan!
Liga Champions 3 November 2026, 08:40
-
Jamu Inter Milan, Feyenoord Usung Misi Balas Dendam
Liga Champions 3 November 2026, 08:20
-
AS Roma Enggan Sepelekan Manchester United yang Lagi Babak Belur!
Liga Champions 3 November 2026, 07:40
-
Jamu Aston Villa, Barcelona akan Kembali Andalkan Raphinha
Liga Champions 3 November 2026, 07:20
-
Anthony Gordon Peringatkan Barcelona: Aston Villa Bukan Lawan yang Enteng!
Liga Champions 3 November 2026, 06:40
-
Tantang Barcelona, Lamine Yamal Bukan Satu-satunya Ancaman untuk Aston Villa!
Liga Champions 3 November 2026, 06:20
-
Berstatus Tim Underdog, Aston Villa Siap Buat 'Keributan' di Kandang Barcelona
Liga Champions 3 November 2026, 06:00
-
Usai Kalah di Derby, Inter Milan Bidik Misi Kebangkitan di Kandang Feyenoord
Liga Champions 3 November 2026, 05:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




