3 Alasan Manchester City Kesulitan Musim Ini
Aga Deta | 3 Desember 2019 11:12
Bola.net - Manchester City kembali membuang poin saat berkunjung ke markas Newcastle dalam lanjutan Premier League. Pasukan Josep Guardiola hanya bermain imbang 2-2 di St James' Park.
Hasil imbang tersebut tentu saja buruk bagi City. Namun, yang lebih mengkhawatirkan tentu saja adalah performa tim yang tidak sebagus biasanya.
Sang juara bertahan sepertinya tampil di bawah standar pada musim ini. Yang lebih buruk, hasil ini memperlebar jarak City dari pimpinan klasemen Liverpool.
Liverpool mampu mengambil keuntungan dari imbang yang diraih City tersebut. Mereka sekarang berjarak 11 poin dari City setelah menang atas Brighton and Hove Albion.
Dengan performa yang sekarang ini, City berpotensi kehilangan gelar Premier League mereka. Liverpool melaju sangat kencang dan City berada dalam tekanan untuk mengejar mereka.
Berikut ini tiga alasan mengapa Manchester City mengalami kesulitan pada musim ini seperti dilansir Madaboutepl.
Cedera

Alasan yang paling utama dan jelas adalah cedera yang menimpa pemain-pemain seperti Aymeric Laporte dan Leroy Sane. Setelah kepergian Kompany dan City tidak mampu menggantikannya, Laporte menjadi penting bagi timnya musim ini.
Laporte sangat diandalkan di barisan pertahanan dan sayangnya City tidak punya kedalaman yang cukup untuk lini belakangnya. Hampir di semua area lainnya, mereka bisa mengatasi cedera tetapi tidak untuk posisi bek sentral.
Cedera Benjamin Mendy juga menjadi masalah dan pemain Prancis itu sudah kembali pada musim ini. Dia sudah kehilangan kecepatannya, umpan silangnya terlihat di bawah standar, dan aspek bertahan serta operannya juga dipertanyakan.
Mungkin sudah waktunya bagi City untuk menerima bahwa Mendy sudah menjadi pembelian yang buruk. Leroy Sane juga sangat dirindukan setelah masuk ruang perawatan untuk jangka waktu yang lama.
Kurang intensitas

Guardiola sering mempersiapkan timnya untuk bermain sepak bola yang halus dan menarik. Namun, salah satu keunggulannya adalah intensitasnya yang bisa menyulitkan tim mana pun.
Energi yang mereka keluarkan sepertinya sudah turun. Mungkin sang manajer sudah tidak bisa memotivasi para pemain seperti sebelumnya.
Jangan lupa kalau para pemain tersebut bermain selama dua musim dengan intensitas tinggi. Mungkin sang manajer sudah tidak bisa mendapatkan yang terbaik dari mereka lagi.
Tidak Ada Rencana B
Sekarang bisa dibilang sejumlah tim sudah menemukan cara untuk bermain melawan Manchester City. Ancaman signifikan City sering datang dari area yang sayap ketika pemain-pemain seperti Raheem Sterling, David Silva atau Kevin De Bruyne berada di posisi antara bek tengah dan fullback dan berusaha untuk merobek pertahanan.
Keran gol yang datang melalui cutback pass sudah mengering musim ini karena tim lawan menutupi celah antara fullback dan bek tengah. Pasukan Guardiola hampir tidak dapat mengancam dari bola mati atau umpan silang, dan mereka sepertinya tidak memiliki rencana B saat keadaan semakin sulit.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Prediksi Susunan Pemain Newcastle vs Man City, Tim Tamu Tanpa Haalad
Liga Inggris 7 Maret 2026, 18:01
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41














