3 Pemain Afrika Paling Ikonik di La Liga
Aga Deta | 30 April 2020 14:13
Bola.net - La Liga musim 2019/2020 saat ini sedang ditangguhkan karena pandemi virus Corona. Sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai kelanjutan kompetisi tersebut.
Padahal, ada banyak pemain yang menampilkan performa yang menawan di sepak bola Spanyol musim ini. Salah satunya adalah Lionel Messi.
La Liga tentu saja sudah sangat identik dengan Messi. Bintang Barcelona itu sudah malang melintang di sepak bola Spanyol selama bertahun-tahun.
Tidak hanya Messi, pemain dari Afrika juga banyak yang menghiasi La Liga. Benua Afrika punya banyak talenta-talenta hebat dalam mengolah si kulit bundar.
Bahkan, tak sedikit pemain asal Afrika yang mencuat menjadi bintang di kompetisi teratas Spanyol. Mereka bisa menemukan kesuksesan sehingga meninggalkan warisan besar di sana.
Berikut ini pemain-pemain terbaik asal Afrika yang menjadi ikon di La Liga seperti dilansir Ghanaweb.
Frederic Kanoute - Sevilla FC

Frederic Kanoute lahir di Sainte-Foy-les-Lyon di Prancis timur. Namun, asal usulnya dari Mali yang membuat Kanoute mendapat gelar Pemain Terbaik Afrika Tahun 2007, menjadikannya pemain yang lahir bukan di Afrika pertama yang meraih gelar tersebut.
Kanoute berhasil mencetak 89 gol dalam 209 penampilannya untuk salah satu klub tertua dan paling tradisional di Spanyol, Sevilla. Ia meraih banyak trofi di sana, termasuk dua Piala UEFA, dua Copa del Rey, satu Piala Super Eropa dan satu Piala Super Spanyol.
Kanoute memiliki prestasi hebat di Eropa dan juga membuat Afrika bangga ketika ia membela negara ayahnya, Mali, dalam tiga turnamen Piala Afrika. Dia berperan penting dalam membawa negaranya ke semifinal pada 2004 dan akhirnya pensiun dari sepakbola internasional pada 2010 dengan total 39 caps dan 23 gol.
Geremi - Real Madrid

Geremi Sorele Njitap Fotso, yang biasa dikenal sebagai Geremi, adalah mantan pemain sepak bola yang punya reputasi hebat. Lahir di Kamerun, Geremi sangat dicintai karena fleksibilitasnya di lapangan dan gaya permainannya yang kuat.
Dengan kemampuannya yang luar biasa untuk bergeser dari bek kanan menjadi gelandang bertahan, Geremi mendapat pujian dari mantan pelatih Real Madrid, Vicente del Bosquea, karena menjaga skuad tetap kompak. Meski pemain Kamerun itu mungkin bukan bintang paling bersinar untuk raksasa Spanyol selama empat tahun di sana, ia memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan bagi rekan satu timnya dan masuk dalam penghargaan Ballon d'Or pada tahun 2000.
Selama memperkuat Madrid, Geremi berhasil memenangkang La Liga dan trofi Liga Champions. Selain itu, ia juga berhasil menyabet , satu Piala Super Spanyol, dua trofi Piala Afrika dan medali emas Olimpiade saat membela negaranya.
Samuel Eto'o - FC Barcelona

Selalu dianggap sebagai salah satu pemain Afrika terhebat sepanjang masa dan salah satu penyerang top di dunia, Eto'o sudah memberikan dampak yang besar terhadap sepakbola, terutama di La Liga. Eto'o pindah ke Spanyol pada usia 16 tahun dengan bergabung Real Madrid tetapi kariernya melesat bersama Barcelona .
Selama lima musim bermain untuk Barca, Eto'o mencetak 130 gol dan berhasil meraih Trofi Pichichi karena menjadi pencetak gol terbanyak liga pada musim 2005-2006. Ia juga berhasil memecahkan rekor penampilan terbanyak yang dibuat oleh pemain Afrika dalam sejarah La Liga.
Saat bermain di Spanyol, Eto'o menyabet tiga gelar La Liga, dua trofi Liga Champions, satu Copa del Reay dan dua Piala Super Spanyol. Untuk negaranya, ia memimpin Kamerun meraih juara Piala Afrika pada tahun 2000 dan 2002. Seperti halnya Geremi, Eto'o juga mendapat medali emas Olimpiade pada tahun 2000.
Sumber: Ghanaweb
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Bisa Rekrut Dua Bek Tengah Sekaligus Musim Panas
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 15:33
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







