4 Alasan MU Harus Segera Jual Paul Pogba
Aga Deta | 26 Juni 2019 15:25
Bola.net - Paul Pogba saat ini sedang dikaitkan dengan pintu keluar dari Manchester United. Pemain berusia 26 tahun itu sudah mengatakan ingin mencari tantangan baru dalam kariernya.
"Setelah menjalani musim terbaik dalam karier saya secara pribadi dan mempertimbangkan segala hal yang telah terjadi, mungkin sekarang adalah momen yang tepat untuk mendapatkan tantangan baru di tempat lain,” ucap Pogba yang sudah tiga musim memperkuat MU dalam pernyataan yang dikutip dari Daily Mirror.
Real Madrid dan Juventus jadi klub yang ngebet meminang Paul Pogba, yang kurang disukai suporter Manchester United.
Sejak musim lalu Pogba kerap membuat drama di Tim Setan Merah. Ia sempat bersitegang dengan Jose Mourinho yang berujung pada pemecatan sang pelatih pada bulan Desember silam.
Pesepak bola asal Prancis itu kerap dituduh tidak bermain dengan segenap hati di Manchester United. Fans klub pun mengait-ngaitkan cerita masa lalu ketika Sir Alex Ferguson melegonya ke Juventus, karena melihat pemain muda satu ini bakal menciptakan masalah di masa datang.
Apa yang terjadi tiga musim terakhir seperti membenarkan cerita masa lalu tersebut.
Fans Man United boleh jadi lelah melihat drama tanpa akhir dalam cerita Pogba. Terlalu banyak drama yang diciptakannya. Ironisnya, hal itu tidak sejalan dengan konsistensi dan kontribusi yang diberikan kepada tim.
Barangkali, memang sudah seharusnya Paul Pogba hengkang dari Old Trafford untuk kali kedua. Demi kebaikan atau bahkan mungkin juga keuntungan. Ada beberapa alasan mengapa kepergiannya bisa jadi keuntungan untuk MU. Simak detailnya di bawah ini:
United Bisa Bermain Lebih Kolektif

Pusat perhatian media, publik, hingga permainan United, sejak Pogba memainkan periode keduanya dengan klub, terlalu terpusat kepadanya. Seolah, Pogba sama dengan Manchester United dan juga sebaliknya.
Jadi, apabila tim kalah, semua menyalahkan Pogba. Begitu juga ketika menang, Pogba selalu disebut bermain baik. Hal itu mendiskreditkan pemain-pemain lainnya yang juga berjuang dengan jersey yang sama.
Andai Pogba hengkang, maka permainan tim bisa lebih merata tanpa adanya satu individu yang mendapatkan perhatian lebih. Sorotan media pun bisa lebih kolektif memperlihatkan tim secara menyeluruh - tak melulu Pogba.
Soal penggantinya, tak perlu khawatir. Masih banyak pemain berposisi sebagai gelandang yang tersebar di bursa transfer. Cukup cari pemain yang tidak banyak gaya, berulah, dan fokus mengejar prestasi.
Virus Negatif Hilang dari Tim

Bagian ini memang tidak ada bukti yang kongkrit. Kendati demikian, gaya hidup Pogba di luar lapangan pertandingan yang terkesan rileks (acapkali pasca United kalah), glamour, terlalu banyak gaya, seakan memengaruhi ruang ganti pemain.
Dampaknya bisa dilihat kala beberapa pemain United saat ini lebih fokus membesarkan brand atau produk mereka sendiri, ketimbang berbenah jika tim melalui periode negatif, lalu menyadari bahwa mereka butuh kerja keras.
Pogba memang masih diduga sebagai 'racun' di ruang ganti pemain. Tapi, bukti sudah bisa terlihat dari beberapa ulah yang dibuatnya. Misalnya ketika Mourinho dipecat klub, Pogba mem-posting foto dengan wajah tersenyum dan berkata "caption this" atau "Lihat ini".
Kendati dia sudah memberi penjelasan dan meminta maaf, serta mengklarifikasi bahwa itu sudah di-setting oleh tim marketing-nya sendiri, publik sudah kadung melihat Pogba sebagai pemain yang tak punya respek - apalagi penempatan waktunya sangat pas setelah Mourinho dipecat klub.
Pemain seperti Pogba itu jika dibiarkan terlalu lama di satu klub, khususnya di tim yang tak punya pemimpin dengan sosok yang disegani, bisa menularkan aura negatif di antara para pemain. Jadi, lebih baik dia dijual.
Keuntungan Finansial dari Penjualan

Paul Pogba dibeli United pada 2016 dari Juventus sebesar 89 juta poundsterling - rekor transfer kala itu. Manchester United bisa menjualnya dengan harga yang tidak jauh dari nominal tersebut.
Jika dijual lebih murah setidaknya tidak jauh dari 89 juta poundsterling. Jika lebih maka itu jadi kabar bagus bagi klub. Nantinya, uang penjualan Pogba bisa dibelikan dua pemain berkualitas yang matang pengalaman.
Bisa Fokus Membenahi Permainan

Musim 2018/19 menjadi salah satu musim terkelam bagi fans Setan Merah. Di kala tim-tim rival di Inggris bermain di final turnamen antarklub Eropa, menembus zona Champions League, Man United - melalui media sosial - malah membahas masa lalu atau sejarah klub.
Admin media sosial itu barangkali bingung menyoroti satu hal positif dalam skuat United terkini - tidak ada yang dibanggakan. Lagi-lagi, Pogba, bersama dengan Jesse Lingard, mendapatkan sorotan di tengah periode itu karena mereka lebih mementingkan marketing brand.
Alexis Sanchez, dengan gaji 400.000 poundsterling per pekannya, bermain jauh dari ekspektasi, pertahanan rapuh, David De Gea ikut-ikutan bermain buruk, hingga hilangnya ketajaman di lini depan.
Mendepak Pogba bisa jadi menunjukkan keseriusan manajemen untuk membangkitkan klub dan kembali meraih trofi. Pesannya, jika klub menjual Pogba, adalah: tidak ada pemain yang lebih besar dari klub, tak peduli meski pemain itu juara Piala Dunia atau bintang tim.
Sudah saatnya Ole Gunnar Solskjaer mengembalikan tradisi dan DNA United yang fokus bermain sepak bola, berprestasi, bukan membanggakan pemasukkan besar dari penjualan merchandise dan lainnya.
Sumber: Liputan6.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Ipswich vs Liverpool: 2 Gol Cepat Isak Bawa The Reds Raih Kemenangan Perdana
Liga Inggris 5 September 2026, 06:19
-
Gabriel Martinelli Pergi, Mikel Arteta Tetap Puas dengan Opsi Serangan Arsenal
Liga Inggris 5 September 2026, 00:20
-
Link Live Streaming Ipswich vs Liverpool, 5 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 23:10
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Move On dari Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 22:35
-
Michael Carrick Yakin Joshua Zirkzee Masih Penting untuk Manchester United
Liga Inggris 4 September 2026, 22:00
LATEST UPDATE
-
Jose Mourinho Kecewa: Betis Mencari Imbang, Malah Dapat Jackpot
Liga Spanyol 5 September 2026, 11:00
-
6 Pemain Real Madrid yang Tampil Buruk saat Kalah dari Betis
Liga Spanyol 5 September 2026, 10:51
-
Real Madrid Kalah dari Betis, Mourinho Bingung
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:52
-
5 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
Liga Inggris 5 September 2026, 08:46
-
Rating Pemain Real Madrid saat Tersungkur di Markas Real Betis: Sebuah Kontradiksi
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:30
-
Rating Pemain Liverpool saat Tundukkan Ipswich: Kolaborasi Maut Isak dan Gakpo
Liga Inggris 5 September 2026, 08:21
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 08:09
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:07
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 08:05
-
Jadwal BRI Super League 2026/27: Menjelang Pertandingan Persib vs PSM di Vidio
Bola Indonesia 5 September 2026, 07:58
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 07:07
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 07:05
-
Man of the Match Betis vs Madrid: Alvaro Valles
Liga Spanyol 5 September 2026, 06:58
-
Man of the Match Ipswich vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 5 September 2026, 06:51
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

