4 Hal yang Perlu Dikerjakan MU Agar Bisa Keluar dari Keterpurukan
Aga Deta | 16 Oktober 2019 15:17
Bola.net - Manchester United adalah salah satu tim yang cukup sukses di Inggris. Mereka sudah merebut berbagai macam gelar baik pada ajang domestik maupun kontinental.
Manchester United pernah mengalami masa kejayaan pada era 90-an hingga 2010-an awal. Di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Manchester United menjadi salah satu tim yang paling ditakuti baik di Inggris maupun Eropa.
Kini masa kejayaan Manchester United telah berakhir seiring dengan pensiunnya pelatih asal Skotlandia tersebut. Sudah empat manajer yang melatih Manchester United sejak Sir Alex pensiun.
Namun, keempat suksesor tersebut belum bisa menyamai torehan yang dipersembahkan Sir Alex.
Jose Mourinho adalah manajer tersukses setelah kepergian Fergie dari Manchester United. Satu trofi Community Shield, Piala Liga, dan Liga Europa dipersembahkan pelatih asal Portugal tersebut semasa melatih Tim Setan Merah.
Namun, petinggi Manchester United memecat Mourinho musim lalu lantaran tidak mampu meraih hasil positif selama separuh musim.
Ole Gunnar Solskjaer yang menjadi pengganti Mourinho mampu memberikan angin segar pada masa awal kepelatihannya. Namun, setelah menekan kontrak sebagai manajer permanen, Solskjaer membawa Manchester United ke arah kehancuran.
Saat ini, Manchester United menduduki posisi ke-12 dengan raihan sembilan poin dari delapan laga di Premier League. Kini, The Red Devils terpaut dua poin dari jurang degradasi dan 15 poin dari pemuncak klasemen sementara, Liverpool.
Cukup kompleks permasalahan yang dialami hingga membawa Manchester United terancam terdegradasi dari Premier League musim ini. Lantas apa yang perlu dilakukan manajemen untuk membawa Manchester United bangkit dari keterpurukan dan menuju kejayaan kembali?
Berikut empat hal yang membuat Manchester United kembali bangkit yang disadur dari Sportskeeda:
Percaya pada proses

Setelah Sir Alex pensiun, sudah ada empat manajer permanen yang melatih Manchester United. Namun, keempat manajer tersebut belum ada yang mampu menyamai prestasi Fergie di Manchester United.
Manchester United dikenal sebagai klub yang selalu mendapatkan trofi di setiap musimnya. Sejak era Premier League, Sir Alex tidak pernah absen memberikan gelar demi gelar setiap tahun.
Namun, kini Manchester United sulit untuk mendapatkan gelar di setiap musimnya. Tidak hanya sulit mendapatkan gelar, tim Setan Merah bahkan sulit untuk menembus zona Liga Champions.
Manchester United memilih jalan instan untuk mengembalikan kejayaan di masa lampau. Oleh karena itu, Manchester United mendatangkan sejumlah pemain ternama dengan harga yang cukup tinggi seperti Angel di Maria, Fred, Marouane Fellaini, Memphis Depay, dan Nemanja Matic. Namun, dana yang dikeluarkan Manchester United tidak sejalan dengan hasilnya.
The Red Devils perlu melakukan pembelian pemain sesuai kebutuhan. Manchester United sudah melakukannya musim ini dengan mendatangkan dua bek, Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka. Setan Merah harus bersabar menunggu hasil dari sebuah proses yang sedang berjalan.
Investasi kepada pemain muda

Manchester United identik dengan tim yang menghasilkan beberapa pemain muda. Sir Matt Busby telah mewariskan hal ini hingga sekarang.
Salah satu produk akademi tersukses Manchester United adalah Class of ’92. Pada era tersebut bermunculan banyak pemain top seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt, dan Neville bersaudara (Phil dan Gary).
Saat ini, Manchester United sedang kembali membangun tim dari beberapa pemain muda. Dalam meneruskan pembinaan pemain muda, Manchester United mempromosikan Mason Greenwood, Angel Gomes, dan Tahith Chong musim ini. Jika Manchester United ingin membangun kejayaan kembali, maka meraka harus berinvestasi kepada pemain muda di akademi.
Datangkan direktur teknik

Salah satu alasan Manchester United terpuruk di musim ini adalah keliru mengambil keputusan pada bursa transfer musim panas ini. Melepas striker utama seperti Romelu Lukaku dan tanpa mencari penyerang pengganti merupakan kesalahan terbesar Setan Merah di awal musim.
Sejak pensiunnya Sir Alex, Manchester United nampak kehilangan arah saat bursa transfer bergulir. Ed Woodward sebagai salah satu petinggi Manchester United tidak cukup paham dalam hal sepak bola dan kerap melakukan pembelian pemain ternama agar dapat mendatangkan untung secara bisnis tanpa melihat dampaknya bagi tim.
Oleh karena itu, Manchester United sangat membutuhkan sosok direktur teknik. Dengan adanya direktur teknik, Manchester United dapat membeli pemain seusai kebutuhan tanpa mementingkan aspek bisnis.
Mengubah Gaya Bermain

Saat awal Solskjaer menjabat, Manchester United kerap menggunakan formasi 4-3-3. Gaya permainan ini menekankan pada pertahanan yang menumpuk dan kecepatan dalam melakukan serangan balik.
Serangkaian hasil positif yang diraih Solskjaer dengan menggunakan formasi tersebut menghantarkannya sebagai manajer tetap Manchester United.
Mulai musim panas ini, manajer asal Norwegia tersebut beralih menggunakan formasi 4-2-3-1. Namun, bukannya memperbaiki performa, skema tersebut membuat Manchester United berada dalam titik terburuk sepanjang sejarah Premier League.
Solskjaer memiliki tim yang cocok dalam menerapkan serangan balik, tetapi membuat alur penyerangan Manchester United terlihat berat sebelah.
Sekarang, Penyerangan Setan Merah lebih berfokus pada sisi kiri. Hal ini terlalu mudah ditebak oleh manajer tim lawan. Tidak ada kreativitas makin memperburuk cara permainan Manchester United.
Jika ingin bertahan sebagai manajer Manchester United, Solskjaer harus merubah gaya bermain seperti layaknya tim besar. Melakukan penguasaan bola, kreatif dalam membangun penyerangan, dan efektif dalam melakukan serangan dapat diterapkan Solskjaer dengan pemain yang tepat.
Solskjaer harus banyak belajar dari Pep Guardiola yang mengandalkan penguasaan bola dan Jurgen Klopp yang terkenal karena gaya permainannya yang menekan. Sudah saatnya bagi The Red Devils merubah cara bermain jika tidak ingin mengakhiri musim di zona merah.
Sumber: Sportskeeda
Disadur dari: Bola.com/Penulis Ario Yosia/Editor Ario Yosia
Published: 15 Oktober 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 11 September 2026, 10:56
-
5 Pelajaran Manchester United 4-0 Sabah: Dorgu Bersinar, Fernandes Makin Panas
Liga Champions 11 September 2026, 10:35
-
Patrick Dorgu Girang Jalani Debut Liga Champions Bersama Manchester United
Liga Champions 11 September 2026, 09:55
-
Lisandro Martinez Bahagia Cetak Gol Perdana di Old Trafford
Liga Champions 11 September 2026, 09:15
-
Kobbie Mainoo Tampil Impresif di Liga Champions, Michael Carrick Beri Pujian Tinggi
Liga Champions 11 September 2026, 08:35
LATEST UPDATE
-
Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
Liga Spanyol 11 September 2026, 23:11
-
Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
Bola Indonesia 11 September 2026, 22:36
-
Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:50
-
Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:14
-
Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 11 September 2026, 21:10
-
Menpora Erick Thohir Minta Olahraga Dianggap Sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:30
-
Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 20:09
-
Balsa Sekulic Tertantang Bobol Gawang Persija Lagi
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:02
-
Teja Paku Alam Siap Tampil di Laga Persija vs Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:36
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Isenmulang FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Borneo FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:16
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
-
Hasil BRI Super League: Dwigol Jose Enrique Bawa Persik Tenggelamkan Garudayaksa
Bola Indonesia 11 September 2026, 17:31
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


