5 Kunci di Balik Prestasi Bersejarah Rusia
Gia Yuda Pradana | 6 Juli 2018 14:01
Bola.net - Bola.net - Sejak edisi 1994, sejak pertama kalinya mereka pecah dari Uni Soviet, Rusia belum pernah melangkah lebih jauh dari babak penyisihan grup di turnamen akbar Piala Dunia. Namun sejarah terukir ketika Rusia menjadi tuan rumah 2018.
Sempat dipandang skeptis di awal, Rusia justru meraih prestasi di luar perkiraan.
Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Rusia lolos ke fase knockout. Di babak 16 besar, Rusia menyingkirkan tim kuat Spanyol lewat adu penalti.
Sekarang, Rusia bahkan sudah berada di perempat final. Jika bisa mengalahkan Kroasia, Sbornaya akan maju ke empat besar.
Namun apapun yang terjadi, tim Rusia ini telah meraih sebuah prestasi yang bersejarah dan sangat membanggakan. Apa sajakah kunci di balik kesuksesan mereka?
Skuat Yang Kompak

Tim ini mulai dibangun sejak dua tahun lalu bersama pelatih Stanislav Cherchesov. Selama itu, banyak pemain yang sudah dipanggil.
Hanya saja, perjalanan tim ini penuh tak semulus kelihatannya. Ada banyak keraguan, terutama yang berkaitan dengan line-up terbaik mereka.
Namun pemain-pemain terpilih itu ternyata mampu menjadi satu unit yang solid dan kompak, yang siap berjuang satu sama lain demi mengejar tujuan yang sama.
Rahasia kesuksesan kami bukan cuma para pemain starter-nya, terang bek Ilya Kutepov kepada FIFA.com. Namun semua orang di skuat, juga para staf dan tim kepelatihan, bekerja untuk tujuan yang sama.
Kami telah menjadi satu kesatuan. Baik dimainkan atau tidak, dukungan selalu terasa dari semua pihak di skuat. Kami sudah memetik hasilnya.
Dukungan Suporter

Ketika kiper Igor Akinfeev menjulurkan kaki untuk mementahkan penalti Iago Aspas, bukan cuma sorak sorai para suporter Rusia yang terdengar di Luzhniki Stadium. Gemuruhnya luar biasa. Rasanya seperti ada pesawat yang baru lepas landas di sana.
Bukan Akinfeev yang menyelamatkan penalti tersebut, tapi seisi stadion, dan itu memicu selebrasi gila-gilaan di setiap Fan Fest serta seantero negeri.
Jika bukan berkat para suporter, dan Piala Dunia ini digelar di tempat lain, hasilnya mungkin berbeda, kata gelandang Roman Zobnin.
95 Persen pujian adalah untuk para suporter, yang selalu mendukung dan mendorong kami sejak pertandingan pertama. Kami merasakan dukungan mereka, dan kami tak mau mengecewakan mereka.
Dedikasi Penuh

Selama beberapa tahun terakhir, pemain-pemain Rusia kerap dikritik karena dianggap tak bekerja cukup keras. Namun itu sudah jadi cerita lama.
Di Piala Dunia ini, di negerinya sendiri, Sbornaya menunjukkan dedikasi penuh mereka.
Komitmen itu diutarakan oleh striker Artem Dzyuba usai pertandingan melawan Spanyol. Satu-satunya cara kami bisa menang dari Spanyol adalah dengan performa seperti ini, dengan keteguhan hati dan perjuangan.
Rasa sakit dan kelelahan urusan belakangan.
Dewa-dewa sepakbola tak selalu berpihak pada kami, tapi hari ini mereka membantu kami. Saya bangga jadi bagian tim ini, sungguh sebuah kehormatan.
Selamat untuk semuanya, kita sudah bermain luar biasa. Di akhir laga, kami seolah melayang. Kami percaya bahwa pengorbanan, kedisiplinan dan kekompakan bisa mengatasi perbedaan kelas.
Fleksibilitas Taktik

Tak mudah membaca taktik permainan Rusia. Di setiap pertandingan di Piala Dunia 2018 sejauh ini, tuan rumah tak takut untuk beradaptasi dengan gaya main lawan dan berusaha mengeksploitasi kelemahan mereka.
Game plan yang disusun Cherchesov sudah memberi hasil-hasil yang memuaskan.
Kami menganalisis permainan Spanyol, lanjut Zobnin. Bagaimana mereka menyerang, di mana saja titik lemah mereka, pertahananan, dan apa saja keunggulan mereka.
Kami mengikuti game plan yang diberikan. Kami bertahan dan meredam mereka, karena kami tahu sebagus apa mereka saat menyerang.
Terlepas dari beberapa situasi yang ada, kami tak memberi mereka terlalu banyak peluang.
Kebugaran Optimal

Performa Rusia ini tak lepas dari peran dua pelatih fisiknya, Paulino Granero dan Vladimir Panikov.
Di turnamen ini, Rusia mendominasi sejumlah statistik yang berkaitan dengan fisik. Termasuk di antaranya adalah total jarak berlari, intensitas pressing, dan seberapa sering mereka memulihkan possession.
Selama dua tahun terakhir, kami berusaha mempertahankan tren-tren yang positif kata Granero, yang notabene merupakan orang Spanyol.
Tim kami memiliki kebugaran fisik yang bagus. Para pemain sangat disiplin untuk urusan yang satu ini.
Mereka sadar, bahwa Piala Dunia ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pemain Tertua di Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Modric Masuk Daftar!
Piala Dunia 6 Juni 2026, 20:50
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













