5 Legenda Yang Menjadi Pemain dan Juga Pelatih di Euro
Aga Deta | 10 Juni 2016 15:37
Bola.net - Bola.net - Euro telah menjadi panggung besar berbagai pemain hebat dari benua Eropa. Oleh karena itu, banyak pemain yang selalu ingin tampil di turnamen empat tahunan itu.
Ternyata ada beberapa pemain yang pernah tampil di Euro tapi bisa kembali ke turnamen tersebut dalam kapasitas yang berbeda yakni sebagai pelatih tim nasional mereka. Siapa sajakah mereka? Berikut ini adalah rangkumannya.
Marco van Basten

Marco van Basten merupakan pemain penting Belanda di Euro 1988. Ia menjadi top skor di turnamen tersebut dan sekaligus mengantarkan tim Oranje meraih juara.
Van Basten kembali memperkuat Belanda pada Euro 1992 tapi ia gagal mencetak di turnamen tersebut. Perjalanan Belanda hanya sampai babak semifinal setelah kalah adu penalti melawan Denmark.
Pelatih
Van Basten kemudian menangani Belanda di Euro 2008. Setelah tampil hebat di babak penyisihan grup dengan mengalahkan juara dunia Italia dan runner up Piala Dunia Prancis, Tim Oranje akhirnya kalah dari Rusia, yang notabene dilatih oleh pelatih asal Belanda Guus Hiddink dengan skor 3-1 setelah perpanjangan waktu. Van Basten kemudian mundur sebagai pelatih timnas tak lama setelah itu.
Frank Rijkaard

Di masa jayanya, Frank Rijkaard adalah salah satu gelandang yang komplit. Ia meraih kesuksesan besar bersama Ruud Gullit dan Marco Van Basten dengan mengantarkan Belanda menenangkan Euro 1988.
Rijkaard kembali bermain di Euro 1992 di mana ia mencetak gol melawan Jerman di babak fase grup. Rijkaard kembali mencetak satu gol lagi di semifinal melawan Denmark tapi sayangnya Belanda tersingkir lewat adu penalti.
Pelatih
Di bawah Frank Rijkaard, Tim Oranje mendapat pujian karena bermain baik di Euro 2000. Mereka mampu menyapu bersih pertandingan penyisihan grup dengan kemenangan setelahmengalahkan Prancis 3-2, Republik Ceko 1-0 dan Denmark 3-0 untuk lolos ke perempat final.
Di perempat final, Belanda mengamuk setelah menghajar Yugoslavia dengan skor 6-1 dan kemenangan terbesar sepanjang turnamen. Namun, Belanda akhirnya harus mengakui ketangguhan Italia di babak semifinal setelah menyerah lewat adu penalti.
Dino Zoff

Zoff membantu Italia memenangkan Euro 1968 dengan Italia meski baru membuat debut internasional di semifinal. Hanya dalam dua pertandingan, ia dinobatkan sebagai Kiper Terbaik di turnamen.
Italia selanjutnya kembali tampil di Euro 1980 tapi hanya sanggup finis di posisi empat. Pada turnamen tersebut Zoff hanya kebobolan satu gol dan mengemas tiga clean sheet sehingga kembali terpilih sebagai Kiper Terbaik.
Pelatih
Sebagai pelatih, Zoff memimpin Italia di Euro 2000. Di turnamen tersebut Italia mampu melaju ke babak final tapi sayang harus menyerah dari Prancis lewat golden goal David Trezeguet. Kekalahan tersebut membuat Zoff mengambil keputusan mundur dari timnas.
Michel Platini

Pada tahun 1984, Michel Platini menjadi kapten timnas Prancis di Euro yang diselenggarakan negara mereka. Ia tampil gemilang dengan membawa Les Bleus keluar sebagai juara.
Platini sendiri tampil tajam di turnamen tersebut dengan mencetak sembilan gol dari lima pertandingan sehingga mengunci gelar pencetak gol terbanyak. Sampai saat ini belum ada yang sanggup melewati perolehan gol Platini dalam sejarah Euro.
Pelatih
Platini dipercaya untuk memimpin Prancis di Euro 1992. Namun, ia gagal memberikan prestasi lantaran timnya gagal lolos dari fase grup setelah hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah dari tiga pertandingan.
Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer merupakan kapten Jerman Barat yang memenangkan Euro 1972. Di partai final, mereka berhasil mengalahkatim kuat Uni Sovyet dengan skor 3-0 dan nama Beckenbauer bahkan terpilih untuk masuk dalam tim terbaik turnamen.
Empat tahun berselang atau tepatnya pada tahun 1976, Beckenbauer ingin mengulangi kembali kesuksesannya di Euro. Namun, Jerman Barat gagal mempertahankan gelarnya setelah kalah dari Cekoslovakia di final lewat perpanjangan waktu.
Pelatih
Ketika Beckenbauer memimpin Jerman Barat di Euro 1988, banyak yang mengharapkan Jerman Barat akan mengangkat trofi. Setelah imbang melawan Italia dan menang melawan Denmark dan Spanyol, perjalanan mereka di turnamen tersebut sangat bagus. Namun, Beckenbauer harus menerima kenyataan pahit tersingkir di babak semifinal dari Belanda yang selanjutnya menjadi juara.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





