5 Pelajaran Yang Bisa Dipetik Dari Pembantaian MU Terhadap Spurs
Editor Bolanet | 16 Maret 2015 13:08
Bola.net - Bola.net - Setelah sekian lama tampil buruk meski mampu memenangkan pertandingan, akhirnya Manchester United mampu menyuguhkan penampilan apik yang selaras dengan hasil akhir. Menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford (15/03), The Red Devils mampu membantai sang tamu dengan skor telak 3-0.
Gelandang United yang dipasang sebagai bek kiri dalam pertandingan tersebut, Daley Blind, menyebut bahwa performa kontra Spurs merupakan penampilan terbaik United sejak manajer Louis Van Gaal menjadi manajer klub musim ini. Kemenangan telak tersebut juga menjaga jarak United menjadi tinggal dua poin dengan Manchester City di peringkat kedua dan satu poin dengan Arsenal yang menghuni peringkat ketiga.
Di sisi lain, penampilan Spurs dinilai tidak sesuai harapan dalam laga semalam. Setelah menang beruntun di Old Trafford dalam dua musim sebelumnya, Spurs malah tampil loyo dalam laga kemarin. Tidak hanya bomber Harry Kane yang gagal meneruskan ketajamannya musim ini, namun lini belakang armada Mauricio Pochettino juga tampil belepotan dalam proses terjadinya tiga gol MU.
Untuk mengingat kembali laga menarik di Old Trafford kemarin, berikut Bolanet sajikan lima pelajaran yang bisa dipetik dari dibantainya Spurs oleh MU kemarin.
Daley Blind, Bek Kiri Ideal Untuk United

Blind mampu tampil superior di sisi kiri United, ia mampu membuat winger Spurs, Andros Townsend mati kutu namun juga berhasil membantu Ashley Young mengacak-acak sisi kanan Spurs.
Statistik mencatat Blind sangat sibuk dalam pertandingan tersebut, dengan total tiga intersep dan tiga clearance sepanjang laga. Pemain asal Belanda ini juga memenangkan 40 persen duel perebutan bola, empat umpan silang ke kotak penalti Spurs, dan juga mencatatkan akurasi umpan 81% sepanjang laga.
Ia juga hampir saja bisa mencetak gol saat mendapatkan kesempatan menembak di awal babak pertama, namun tendangan kerasnya mampu diblok oleh Nacer Chadli dan gagal menguji kemampuan kiper Hugo Lloris.
Harry Kane Tak Bisa Mengangkat Spurs Seorang Diri

Namun seganas-ganasnya permainan Kane, ia tetap tak bisa mengangkat permainan timnya seorang diri, terlebih lagi ketika rekan-rekannya tak tampil optimal seperti pada laga semalam. Buruknya performa barisan gelandang Spurs membuat Kane tak mendapatkan suplai bola yang diinginkan, dan dipaksa turun jauh maupun melebar untuk menjemput bola.
Hal ini tercermin dari heatmap Kane dalam laga semalam, ia benar-benar jarang memasuki kotak penalti United sepanjang pertandingan, seperti yang terlihat di bawah ini.
Kane sendiri sempat sekali melepaskan tembakan on target dari sudut sempit di babak kedua, namun tendangannya mampu dijinakkan oleh David De Gea. Itu adalah satu-satunya peluang yang bisa didapatkan Kane, sekaligus momen langka baginya untuk bisa masuk ke kotak penalti MU dalam situasi open play.
Carrick, Jimat Poin Manchester United

Laga kontra Spurs kemarin merupakan untuk pertama kalinya Carrick turun sebagai starter, setelah absen panjang akibat cedera otot sejak laga kontra QPR pada pertengahan Januari silam. Carrick langsung membuktikan kualitasnya dengan menjadi boss di lini tengah United. Berikut adalah diagram umpan yang menunjukkan mobilitas tinggi serta distribusi bola yang dilakukan oleh sosok 33 tahun tersebut.
Ia melepaskan 42 umpan sukses dengan jarak rata-rata umpan 21 meter dan akurasi mencapai 84 persen. Ia menjadi arsitek dengan menjadi penyumbang assit bagi gol pembuka yang dicetak oleh Marouane Fellaini, sebelum akhirnya mencetak gol kedua United melalui sundulan kepala memanfaatkan clearance Nacer Chadli yang tidak sempurna.
Minimnya Pengalaman Skuat Muda Spurs Menjadi Bumerang

Dalam laga semalam, dua gol United tercipta berkat kelalaian pemain Spurs yang masih hijau. Pada proses terjadinya gol pertama Marouane Fellaini, Eric Dier yang masih berusia 20 tahun lalai mengawasi pergerakan gelandang asal Belgia tersebut dan juga tak bisa kembali tepat waktu untuk menutup ruang tembak.
Sedangkan gelandang Nabil Bentaleb, yang juga masih berusia 20 tahun, melakukan kesalahan fatal di daerah pertahanan sendiri dan membuat Wayne Rooney mencetak gol ketiga yang terlihat begitu mudah. Dier sendiri juga gagal membendung pergerakan Rooney dalam proses terjadinya gol.
Tak hanya kedua pemain tersebut, namun penggawa muda lainnya seperti Ryan Mason, Danny Rose, dan Harry Kane juga cenderung tampil underperform dan tak bisa mengatasi tekanan tampil di Old Trafford.
Wayne Rooney Sebaiknya (Memang) Dipasang Sebagai Striker

Cederanya Robin Van Persie dan masih melempemnya performa Radamel Falcao membuat Van Gaal kembali memainkan Rooney di lini depan dalam beberapa laga terakhir, dan hasilnya terbukti positif. Dalam laga kontra Spurs, Rooney yang dipasang sebagai striker tunggal menjadi pemain MU yang paling sering membahayakan gawang lawan.
Rooney melakukan lima percobaan tembakan ke arah gawang, dengan dua di antaranya on target, dan satu berbuah gol ketiga MU. Proses terjadinya gol tersebut pun menunjukkan naluri bomber yang dimiliki Rooney. Ia dengan cerdik memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Nabil Bentaleb, sebelum akhirnya menggiring bola seorang diri menembus lini belakang Spurs dan dnegan tenang menaklukkan Hugo Lloris.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
LATEST UPDATE
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Link Live Streaming Liga Champions Inter vs Arsenal di Vidio, Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 02:13
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







