5 Pelatih Mahal yang Gagal Meloloskan Timnya ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2022
Aga Deta | 5 Desember 2022 05:36
Bola.net - Seorang pelatih mempunyai peran yang sangat penting di sebuah tim. Karena itu, tak sedikit klub atau negara yang berani membayar mereka dengan mahal, termasuk di Piala Dunia 2022 ini.
Sebanyak 32 pelatih beradu taktik di Qatar. Kiprah mereka tentu saja sangat menarik untuk disimak, bukan cuma performa para pemain saja.
Demi meraih prestasi di Piala Dunia 2022 federasi suatu negara rela menggelontorkan banyak uang untuk mempekerjakan pelatih jempolan. Sayang, tidak semua pelatih mampu membawa timnya melangkah jauh di turnamen ini.
Namun, pelatih mahal ternyata tidak menjamin bisa memberikan prestasi bagus di lapangan. Beberapa di antaranya gagal membawa timnya lolos dari fase grup.
Berikut ini lima pelatih dengan bayaran termahal yang gagal meloloskan timnya ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
5. Carlos Queiroz

Carlos Queiroz memiliki catatan panjang dalam mengampu timnas Iran. Dirinya mendapatkan bayaran sebesar 1,5 juta pounds per tahun saat bertarung di Piala Dunia 2022.
Meski begitu, Queiroz gagal membawa Iran lolos ke babak gugur. Mehdi Taremi dan kolega hanya mampu finis di posisi ketiga Grup B.
Iran hanya mengumpulkan tiga poin hasil dari sekali menang dan dua kali kalah. Mereka kalah dari Inggris dan Amerika Serikat.
4. Herve Renard

Arab Saudi sempat menggemparkan dunia kala berhasil membungkam Argentina di laga perdana Grup C. Wakil Asia ini mengalahkan Lionel Messi dan kawan-kawan dengan come back ciamik 2-1.
Namun, itu adalah satu-satunya kemenangan yang berhasil diraih Arab Saudi. Mereka gagal lolos ke fase gugur karena sisanya kalah dari Meksiko dan Polandia.
Herve Renard sendiri telah menjadi pelatih Arab Saudi sejak 2019. Dirinya mendapatkan bayaran sebesar 2 juta pounds per tahun.
3. Felix Sanchez

Meski berstatus tuan rumah, Qatar tidak bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2022. Mereka harus menelan tiga kekalahan dari tiga pertandingan.
Qatar menempati dasar klasemen Grup A dan tidak mendapatkan poin. Mereka kalah 0-2 dari Belanda, 1-3 dari Senegal dan 0-2 dari Ekuador.
Tak heran jika Qatar dicap menjadi tuan rumah terburuk sepanjang Piala Dunia. Padahal sang pelatih Felix Sanchez mendapat bayaran 2,5 juta pounds per tahun.
2. Roberto Martinez

Hasil mengejutkan diperoleh Belgia sepanjang turnamen. Menempati Grup F bersama Kanada, Maroko dan Kroasia, Belgia ternyata tak mampu lolos ke 16 besar.
Belgia finis di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin. Mereka menang 1-0 atas Kanada, imbang 0-0 lawan Kroasia dan menyerah 0-2 dari Maroko.
Roberto Martinez pun mengundurkan diri setelah Belgia terhenti di fase grup. Padahal Martinez mendapat bayaran 3 juta pounds per tahun.
1. Hansi Flick

Hansi Flick meraup bayaran sebesar 5 juta pounds per tahun sebagai pelatih Jerman. Hal ini membuatnya keluar sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi dalam catatan Piala Dunia 2022.
Meski begitu, Flick termyata tidak mampu membawa Jerman lolos ke babak 16 besar. Hal ini lantaran Jerman menempati posisi ketiga di klasemen Grup E, dengan perolehan skor akhir empat poin.
Meski perolehan poin akhirnya sama dengan saingan ketatnya, Spanyol, tapi Jerman tetap tidak bisa melanjutkan ke fase gugur karena selisih gol. Dalam jumlah gol, Jerman kalah dari Spanyol.
Jangan lupa saksikan Piala Dunia 2022 di SCTV, Indosiar, MOJI, Mentari TV, Nex Parabola dan live streaming di Vidio. Dan ikuti terus berita terbaru Piala Dunia 2022 hanya di Bola.net.
Baca Juga:
- 7 Pemain Berbanderol 100 Juta euro Plus di Piala Dunia 2022
- 5 Pemain Chelsea yang Mencetak Gol di Piala Dunia 2022, Termasuk Kai Havertz
- 5 Pemain Termahal di Grup H Piala Dunia 2022, Tak Ada Ronaldo
- 5 Pemain Termahal di Grup G Piala Dunia 2022, Vinicius Nomor Satu!
- Termasuk Takehiro Tomiyasu, 7 Bintang Premier League Pada Laga Jepang vs Spanyol di Piala Dunia 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kontroversi VAR 8 Menit untuk Anulir Gol Pau Cubarsi: Barcelona Dirugikan Wasit!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 15:32
-
Barcelona Dihajar Atletico Madrid 0-4: Masih Ada Leg Kedua di Camp Nou, Bisakah Bangkit?
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 11:57
-
Tragedi Metropolitano! Barca Hancur Lebur, Flick Sebut Cek VAR 7 Menit Tak Masuk Akal
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 08:55
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Inter vs Juventus: Piotr Zielinski
Liga Italia 15 Februari 2026, 06:35
-
Hasil Liverpool vs Brighton: Mohamed Salah Bikin Gol dan Assist, The Reds Berjaya
Liga Inggris 15 Februari 2026, 05:35
-
Rekap Daftar Tim yang Lolos ke Babak Kelima FA Cup 2025/2026
Liga Inggris 15 Februari 2026, 05:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Sociedad: Vinicius Junior
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 05:09
-
Hasil Inter vs Juventus: Drama 5 Gol & 1 Kartu Merah, Nerrazurri Tekuk Bianconeri
Liga Italia 15 Februari 2026, 05:03
-
Menang di FA Cup: Manchester City Ukir Sejarah Baru dan Patahkan Catatan Lama Liverpool
Liga Inggris 15 Februari 2026, 04:45
-
Cristiano Ronaldo Bisa Terus Bermain Selama yang Dia Mau!
Piala Dunia 15 Februari 2026, 04:15
-
Wah! Kalah Telak dari Atletico Buat Pemain Barcelona Ragukan Taktik Hansi Flick
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 04:00
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 15 Februari 2026
Voli 15 Februari 2026, 04:00
-
Matheus Cunha Soal Challenge Potong Rambut Fans Man United: Tidak Peduli!
Liga Inggris 15 Februari 2026, 03:30
-
Catat Tonggak Bersejarah: Harry Kane Tembus 500 Gol Karier!
Bundesliga 15 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Napoli vs Roma 16 Februari 2026
Liga Italia 15 Februari 2026, 02:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00


