5 Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Pep Guardiola: Mourinho, Simeone, Siapa Lagi?
Aga Deta | 11 Desember 2024 12:29
Bola.net - Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih yang tenang. Namun dalam sepanjang kariernya, ia juga pernah terlibat konflik dengan beberapa pelatih.
Sebagai pelatih Manchester City, Guardiola telah meraih 12 gelar liga sejak memulai karier kepelatihannya pada tahun 2007. Hal itu menjadikannya salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola.
Meskipun dikenal dengan gaya kepemimpinan yang kalem, ada beberapa rival yang menambah drama dalam perjalanan kariernya. Dalam artikel ini, kita akan mengulas lima manajer yang pernah terlibat konflik dengan Guardiola selama bertahun-tahun.
Konflik-konflik ini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga sering kali menciptakan ketegangan di luar pertandingan. Dari rivalitas sengit hingga komentar terbuka, mari kita lihat siapa saja manajer yang terlibat dalam perselisihan dengan Pep Guardiola.
Dari Jose Mourinho yang terkenal dengan pertikaian mereka di Spanyol hingga Diego Simeone yang tak jarang beradu pendapat dengan Guardiola, perselisihan ini menambah bumbu dalam dunia sepak bola.
Siapa saja manajer yang pernah berseteru dengan Guardiola dan bagaimana perselisihan mereka mempengaruhi karier masing-masing? Simak selengkapnya di bawah ini.
1. Jose Mourinho

Jose Mourinho dan Pep Guardiola memiliki persaingan sengit, terutama saat keduanya berada di Spanyol. Mourinho bersama Real Madrid, sementara Guardiola memimpin Barcelona.
Ketegangan memuncak pada semifinal Liga Champions 2010-11 ketika Barcelona mengalahkan Madrid. Mourinho menuduh Guardiola tidak memenangkan kompetisi dengan cara yang "bersih" dan menantang UEFA atas keputusan-keputusan yang dianggap kontroversial.
Hingga kini, keduanya masih sering saling sindir. Guardiola baru-baru ini menyebut dirinya "mirip" Mourinho setelah kekalahan City dari Liverpool, sementara Mourinho membalas dengan menekankan pentingnya kemenangan yang jujur dan adil.
2. Sergio Conceicao

Sergio Conceicao pernah berselisih dengan Pep Guardiola di Liga Champions pada 2020. Guardiola terlihat aktif di tepi lapangan dan sikapnya menuai kritik dari Conceicao.
Conceicao menilai Guardiola sering menekan wasit dan berbicara buruk kepada pemain lawan. Ia juga menuduh Guardiola menggunakan kata-kata kasar tentang negaranya.
Guardiola membantah tuduhan tersebut dan merasa timnya tidak bersalah. Ia menegaskan bahwa Manchester City bukan tim yang suka menekan wasit atau berbuat curang.
3. Paul Cook
Paul Cook dan Pep Guardiola terlibat perselisihan setelah Fabian Delph mendapat kartu merah langsung di babak pertama pada laga FA Cup antara Wigan Athletic dan Manchester City. Mereka terus berdebat di lorong stadion setelah insiden tersebut.
Guardiola tetap marah meskipun pertandingan telah berakhir. Perdebatan sengit ini akhirnya membuat keduanya harus dipisahkan.
Setelah pertandingan berakhir, Guardiola mencoba meredakan situasi. Cook menyatakan tidak ada masalah dengan Guardiola setelah Wigan menang 1-0.
4. Diego Simeone

Setelah pertandingan perempat final Liga Champions 2022 antara Manchester City dan Atletico Madrid, Guardiola mengkritik taktik bertahan Diego Simeone yang ia anggap kuno. Ia menyebut bahwa Simeone bermain dengan dua garis lima pemain yang sulit ditembus.
Komentar Guardiola ini membuat sebagian pemain Atletico merasa tidak senang. Namun, Simeone memilih untuk tidak terpengaruh dan lebih fokus pada pemahaman terhadap gaya permainan lawan.
Simeone juga menegaskan bahwa ia selalu menghormati pelatih lain meskipun ada perbedaan cara bermain. Menurutnya, setiap pelatih memiliki pendekatan sendiri yang layak dihormati.
5. Rafael Benitez

Pada Desember 2017, setelah Manchester City menang 1-0 di kandang Newcastle, Guardiola melontarkan sindiran terhadap taktik Rafael Benitez. Ia mengkritik bahwa tim lawan sulit untuk bermain ketika mereka tidak ingin bermain.
Benitez merespon dengan membela taktiknya dan mengatakan bahwa bermain melawan Manchester City mengharuskan mereka untuk waspada terhadap cara bermain City yang sangat kuat. Ia juga menambahkan bahwa meski sulit, timnya tetap bertahan hingga akhir pertandingan.
Benitez menekankan bahwa para penggemar Newcastle paham betul bahwa mereka harus bermain dengan cara seperti itu untuk menghadapi tim sekuat Manchester City.
Sumber: Planet Football
Baca Juga:
- Di Mana Mereka Sekarang? 10 Pemain yang Diminta Roy Keane untuk Dijual Man Utd pada 2023
- 7 Pemain Top di Eropa yang Gajinya Melebihi Mohamed Salah, Siapa Saja?
- 7 Keputusan Brutal yang Sudah Dibuat Sir James Ratcliffe Sejak Kelola MU: Termasuk Pemecatan Dan Ashworth, Ten Hag & Ferguson
- Di Mana Mereka Sekarang? 8 Pemain Barcelona yang Dijual Guardiola Setelah Satu Penampilan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bremer Monster di Tardini! Rapor Pemain Juventus Saat Pesta Gol di Markas Parma
Liga Italia 2 Februari 2026, 11:43
-
Mason Mount Menghilang di Laga Manchester United vs Fulham, Ada Apa Gerangan?
Liga Inggris 2 Februari 2026, 11:40
LATEST UPDATE
-
Alex Marquez Soal Dapat Motor Pabrikan Ducati di MotoGP 2026: Ini Motivasi, Bukan Beban
Otomotif 2 Februari 2026, 13:25
-
Frenkie de Jong, Kapten dan Penguasa Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 13:10
-
Lamine Yamal Versi Paling Mematikan
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 13:02
-
Harapan Inter Milan Reuni dengan Ivan Perisic Pupus
Liga Italia 2 Februari 2026, 12:57
-
Lamine Yamal Samai Torehan Gol Diego Maradona di Barcelona
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 12:56
-
Start Kurang Mulus di Putaran II, Bandung BJB Tandamata Jaga Asa ke Final Four Proliga 2026
Voli 2 Februari 2026, 12:50
-
5 Kartu Kuning, Vinicius Junior Tak Bisa Perkuat Real Madrid di Laga Berikutnya
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 12:23
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terakhir Bursa Januari 2026
Editorial 2 Februari 2026, 13:18
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46




