5 Solusi Untuk Rapuhnya Pertahanan Milan
Editor Bolanet | 26 September 2014 10:08
Bola.net - Serie A 2014/15 sudah melalui empat giornata dan kekuatan ofensif AC Milan sukses mencuri perhatian. Hanya saja, meski kuat di depan, pasukan Filippo Inzaghi sangat rapuh di belakang.
Dalam empat laga awal, Milan sudah melesakkan total 10 gol. Namun, mereka juga kebobolan delapan atau rata-rata dua gol di setiap pertandingan.
Kelemahan pertahanan itu juga yang membuat Milan terlempar dari pucuk klasemen sementara menyusul kekalahan 0-1 kontra Juventus dan hasil imbang 2-2 melawan Empoli dalam dua laga terakhirnya.
Jika Milan ingin kembali ke Eropa musim depan, hal seperti tak boleh terulang kembali di laga-laga yang akan datang karena akibatnya bisa fatal. Lima langkah berikut mungkin bisa menjadi solusi bagi Rossoneri. (bleacher/gia)
Buang Bonera, Segera

Daniele Bonera telah berusia 33. Seiring pertambahan usia, performa bek Italia itu juga memudar. Banyak pihak menilai kalau dia sudah bukan lagi pemain yang pantas memperkuat Milan.
Kasarnya, duduk di bangku cadangan pun dia sudah tak layak.
Ketika Milan menang 5-4 di kandang Parma, mantan klub Bonera, pemain yang bersangkutan tampil begitu mengecewakan. Dari empat bek Milan di laga itu, Bonera mendapatkan rating terendah. Dua kartu kuning yang diterimanya juga membuat Milan keteteran hingga kebobolan empat meski akhirnya pulang dengan poin maksimal.
Bonera sering out of position. Melawan Empoli, dia juga dinilai 'berperan besar' membuat lawan dua kali membobol gawang timnya.
Kontrak Bonera akan habis pada akhir musim nanti. Namun, Milan sepertinya tak perlu menunggu sampai kompetisi selesai untuk mengganti Bonera dengan bek anyar yang lebih berkualitas di bursa Januari mendatang.
Duetkan Alex dan Rami

Dibandingkan Cristian Zapata yang kerap melepas operan-operan panjang yang jauh dari kata akurat (7 sukses/total 25), Alex dan Rami lebih tenang ketika mendapatkan bola.
Khusus Rami, bek Prancis itu selalu tampil solid jika diberi kesempatan turun ke lapangan.
Alex dan Rami tak hanya punya pengalaman dan konsentrasi, tapi mereka juga kuat serta tangguh dalam menghadapi situasi set-piece, yang merupakan salah satu kelemahan Milan saat ini.
Optimalkan El Shaarawy

Musim lalu, penggawa muda timnas Italia itu nyaris tak beredar sama sekali akibat cedera. Performanya setelah pulih pun belum mencapai titik optimal. Namun, work rate-nya masih luar biasa dalam memerankan full-back bayangan untuk meng-cover sektor sayap.
Tak jarang El Shaarawy membuat laju winger atau bek sayap lawan teredam dengan keberadaannya di sektor kiri Milan.
Dalam skema 4-3-3 racikan Filippo Inzaghi, penyerang seperti El Shaarawy sangat berguna untuk mengurangi potensi ancaman dari sayap.
El Shaarawy diakui sebagai salah satu talenta muda terbaik di Eropa. Yang dibutuhkannya sekarang adalah menit bermain optimal guna mengembalikan performanya ke level seperti yang pernah kita saksikan dua musim silam.
Perbaiki Aliran Bola di Tengah

Andai saja Filippo Inzaghi memasang barisan gelandang yang lebih solid dalam hal penguasaan bola, maka possession Milan bisa berjalan dengan baik. Tak mudah kehilangan bola di tengah, berarti empat bek di belakang juga tak rentan diserang lewat counter attack seperti yang terlihat beberapa pekan belakangan.
Tiga gelandang langganan starter Milan, Sulley Muntari, Nigel de Jong dan Andrea Poli bukan tipe pemain kreatif seperti kapten Riccardo Montolivo yang masih cedera.
Khusus Muntari, dengan rata-rata operan sukses yang hanya 77,2%, layak dipertanyakan kenapa dia bisa tetap ada di starting line-up Milan.
Untuk sementara, para gelandang Milan harus berhenti membombardir lini belakang lawan dengan bola-bola panjang yang tidak akurat maupun kehilangan possession akibat kesalahan mengoper yang sangat mendasar. Itu sama saja memberi lawan kesempatan untuk menyerang balik secara cepat.
Jadi, perbaiki aliran bola di tengah dan lini pertahanan pun akan mendapatkan efek positifnya.
Bebaskan De Jong

De jong bebas berganti posisi dari tengah lapangan menjadi pemain yang lebih defensif di depan dua bek sentral Milan, dan begitu pula sebaliknya.
Dari formasi awal empat bek, kemudian menjadi lima bek dengan De Jong sebagai 'bek sentral ketiga'. itu berfungsi cukup baik berkat insting destroyer yang dimiliki sang gelandang bertahan Belanda.
Dia bisa mematahkan aliran bola lawan yang datang secara frontal dengan power, tackle maupun interception-nya.
Saat possession kembali dalam genggaman Milan, De Jong bisa kembali ke tengah, atau bahkan merangsek naik jauh ke depan untuk coba mendapatkan angka.
Keseimbangan dalam bertahan atau menyerang mutlak diperlukan oleh Milan. Untuk itu, peran terbaik buat De Jong pun sifatnya sangat vital.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 27 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Genoa vs Juventus 29 Oktober 2026
Liga Italia 27 Oktober 2026, 12:17
-
Prediksi Venezia vs Inter 29 Oktober 2026
Liga Italia 27 Oktober 2026, 10:08
-
Prediksi Milan vs Bologna 29 Oktober 2026
Liga Italia 27 Oktober 2026, 09:13
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



