7 Manajer dengan Rataan Poin Per Laga Terbaik di Premier League, Guardiola Ungguli Klopp
Aga Deta | 23 Oktober 2020 12:45
Bola.net - Tidak sedikit yang menyebut Premier League sebagai kompetisi paling sulit di dunia. Kompetisi ini memiliki banyak bintang dan kekuatan antartim tidak terlalu jauh.
Setiap pertandingan Premier League sukar diprediksi. Tim tangguh belum tentu mampu meraih kemenangan dengan mudah melawan tim papan bawah sekalipun.
Situasi itu sudah berlangsung sejak lama. Setiap pertandingan Premier League selalu menarik untuk disaksikan karena kerap menghadirkan kejutan.
Namun, ada beberapa manajer yang sukses meraih banyak kemenangan bersama klubnya. Hal itu terjadi tentu saja dengan dukungan taktik dan strategi yang tetap dan dipadukan materi pemain berkualitas.
Mereka sering memberikan kemenangan sehingga memiliki rataan poin per pertandingan terbaik. Pencapaian ini tentu saja diraih dengan tak mudah dan penuh kerja keras.
Setidaknya ada tujuh manajer dengan rataan poin pertandingan terbaik di Premier League. Pelatih asal Italia tercatat mendominasi dalam daftar tersebut.
7. Carlo Ancelotti (Italia)

Premier League tentu saja bukan kompetisi yang asing buat Carlo Ancelotti. Sebelum menukangi Everton pada 2019, nama Ancelotti sempat harus saat menjadi manajer Chelsea rentang 2009-2011.
Bersama The Blues, Ancelotti sukses mempersembahkan gelar Premier League, Piala FA, dan Community Shield. Kini, Ancelotti sedang berusaha meraih kesuksesan bersama Everton.
Tanda-tanda itu sudah mulai terlihat karena bersama Ancelotti, Everton saat ini menjadi pemuncak klasemen sementara Premier League 2020-2021 dengan raihan 13 poin. Sampai saat ini, Ancelotti sudah memimpin 101 pertandingan Premier League dengan rataan poin 1,98 per pertandingan.
6. Roberto Mancini (Italia)

Roberto Mancini memiliki catatan karier cemerlang ketika menukangi Manchester City rentang 2009-2013. Manajer asal Italia itu berhasil mempersembahkan tiga gelar meliputi Premier League, Piala FA, dan Community Shield.
Bersama Mancini, Manchester City menjelma menjadi kekuatan baru di Inggris. Itu tak terlepas dari materi pemain berkualitas yang dimilikinya saat itu.
Mancini secara keseluruhan memimpin 133 pertandingan Premier League. Mancini sukses meraih rataan poin mencapai 2,05 per pertandingan.
5. Jose Mourinho (Portugal)

Jose Mourinho sudah berkarier di tiga klub Premier League yakni Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur. Namun, masa-masa kesuksesan Mourinho terjadi saat dua periode menukangi Chelsea.
Mourinho ketika itu sukses mempersembahkan tiga gelar Premier League untuk Chelsea. Adapun sewaktu di Manchester United, Mourinho gagal mempersembakan gelar liga.
Sejauh ini, Mourinho sudah memimpin 335 pertandingan Premier League dan jumlah poin yang dikumpulan mencapai 693 angka. Artinya, Mourinho memiliki rataan poin mencapai 2,07 per pertandingan.
4. Antonio Conte (Italia)

Antonio Conte memang memiliki karier yang singkat di Premier League yakni selama dua musim menukangi Chelsea rentang 2016-2018. Namun, manajer asal Italia itu mampu memberikan sejumlah kesuksesan.
Conte mempersembahkan gelar Premier League dan Piala FA. Berkat Conte juga lini pertahanan Chelsea menjadi yang paling sukar ditembus saat itu dengan skema andalan 3-4-3.
Conte tercatat memimpin 76 laga Premier League dengan jumlah poin maksimal yang diraih sebanyak 163. Artinya, Conte memiliki rataan poin per pertandingan mencapai 2,14 angka.
3.Sir Alex Ferguson (Skotlandia)

Tak bisa dimungkiri, Sir Alex Ferguson merupakan manajer terbaik sampai saat ini di Premier League. Predikat itu pantas diraih dengan mengacu pada gelar yang diberikan semasa menukangi Manchester United rentang 1986-2013.
Sir Alex tercatat mempersembahkan 13 gelar Premier League. Hal itulah yang membuat Manchester United menjadi tim yang disegani ketika itu.
Sir Alex tercatat memimpin 810 laga Premier League dengan jumlah poin maksimal yang diraih adalah 1.752 angka. Artinya, manajer asal Skotlandia itu meraih 2,16 poin per pertandingan yang dipimpinnya.
Jurgen Klopp (Jerman)

Jurgen Klopp sudah lima tahun berkarier di Liverpool. Bersama manajer asal Jerman itu, Liverpool menjelma menjadi tim yang kembali menakutkan di Inggris.
Klopp punya peran besar dalam kesuksesan yang diraih Liverpool dalam beberapa tahun terakhir. Berkat kinerja Klopp juga Liverpool berhasil meraih gelar perdana di Premier League dalam 29 tahun.
Klopp sejauh ini sudah memimpin Liverpool dalam 187 laga Premier League dan meraih poin maksimal 405 angka. Artinya, rataan poin yang dipersembahkan Klopp untuk Liverpool adalah 2,17 per pertandingan.
Pep Guardiola (Spanyol)

Tak butuh waktu lama buat Pep Guardiola menjadikan Manchester City sebagai tim tangguh di Inggris. Dalam empat tahun terakhir, manajer asal Spanyol itu berhasil membuat City sebagai kekuatan yang disegani di Premier League.
Bersama Guardiola, City sukses meraih dua gelar Premier League. Klub berjuluk The Citizens itu juga dikenal tajam dan kerap memenangi pertandingan dengan skor besar.
Sampai saat ini, Guardiola telah memimpin 156 laga Premier League bersama Manchester City. Guardiola sukses mempersembahkan 364 poin dengan rataan 2,33 poin pertadingan. Jumlah itu membuatnya menjadi manajer dengan rataan poin pertandingan terbaik di Inggris.
Sumber: Planet Football
Disadur dari: Bola.com/Penulis Zulfirdaus Harahap/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 23 Juni 2020
Baca Juga:
- 5 Pemain yang Kariernya Melesat Setelah Tinggalkan MU, Dari Ronaldo Hingga Di Maria
- 6 Pemain yang Dicoret dari Skuad Premier League Musim Ini, Bukan Cuma Ozil
- 3 Pemain yang Pernah Berseragam Celtic dan AC Milan
- 5 Bek Gratis yang Bisa Menggantikan Virgil van Dijk di Liverpool, Ada Eks Real Madrid
- Frank Lampard Terancam, Ini 5 Calon Pelatih Baru Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







