7 Pelatih Real Madrid Yang Didepak Secara Semena-Mena
Aga Deta | 9 Mei 2016 12:37
Bola.net - Bola.net - Tidak ada pekerjaan yang lebih sulit di dunia sepakbola daripada menjadi pelatih Real Madrid. Memberikan gelar belum tentu bisa menjamin terbebas dari pemecatan.
Dengan tekanan yang begitu berat, bongkar pasang pelatih di Santiago Bernabeu seperti sudah biasa terjadi. Bahkan Florentino Perez sudah memakai jasa 14 pelatih yang berbeda sejak mengambil alih jabatan presiden pada tahun 2009.
Beberapa pelatih kenamaan sudah sering keluar masuk Real Madrid. Beberapa diantaranya bahkan ada yang dipecat secara semena-mena. Siapa saja mereka? Berikut ini daftarnya.
1 dari 7 halaman
Manuel Pellegrini

Manuel Pellegrini memiliki rasio kemenangan yang paling bagus dari semua pelatih Real Madrid pada milenium ini dengan catatan 75%. Namun, hal tersebut ternyata tidak menjamin pekerjaannya bisa bertahan lama di Santiago Bernabeu.
Pellegrini dipecat setelah hanya menukangi Madrid selama satu musim. Pria asal Chile itu tidak diberi kesempatan untuk memberikan gelar kepada Los Blancos dan digantikan Jose Mourinho. Pellegrini pun sempat mengkritik kebijakan transfer mantan klubnya itu.
Saya tidak memiliki suara atau hak pilih di Madrid. Mereka mendatangkan pemain terbaik, tapi bukan pemain terbaik yang dibutuhkan dalam posisi tertentu. Tidak ada gunanya memainkan sebuah orkestra dengan 10 gitaris terbaik jika saya tidak memiliki seorang pianis, kata Pellegrini.
Real Madrid memiliki gitaris terbaik, tetapi jika saya meminta mereka untuk bermain piano mereka tidak akan mampu melakukannya dengan baik. Dia [Perez] menjual pemain yang saya anggap penting. Kami tidak memenangkan Liga Champions karena kami tidak memiliki skuat yang terstruktur dengan benar untuk bisa menang.
2 dari 7 halaman
Jupp Heynckes

Heynckes hanya menangani Real Madrid selama satu musim. Meskipun cukup singkat, ia mampu memberikan prestasi gemilang berupa trofi Liga Champions.
Namun, penampilan buruk di La Liga membuat Heynckes kehilangan pekerjaannya. Ia dipecat setelah hanya mampu membawa Los Blancos finis di peringkat empat.
3 dari 7 halaman
Vicente Del Bosque

Del Bosque memenangkan trofi dua Liga Champions dan dua titel La Liga selama empat tahun di Real Madrid. Hal tersebut membuatnya sangat dicintai para fans.
Namun, perbedaan pendapat dengan manajemen klub membuatnya harus meninggalkan klub tahun 2003. Del Bosque angkat kaki dari Santiago Bernabeu sehari setelah ia memenangkan gelar La Liga dan seminggu setelah klub mendatangkan David Beckham.
4 dari 7 halaman
Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan Real Madrid. Ia memenangkan trofi Liga Champions di musim pertamanya dan memberi empat piala selama dua tahun masa kepemimpinannya.
Meskipun begitu, Ancelotti ternyata juga tidak kebal dengan pemecatan. Perez mengambil keputusan yang sangat sulit untuk memecat Ancelotti setelah ia tidak memenangkan Liga Champions atau La Liga di musim keduanya.
5 dari 7 halaman
Fabio Capello

5 Juli 2006 - 28 Juni 2007
Fabio Capello menangani Real Madrid dalam dua periode. Dalam masa kepemimpinannya, Don Fabio mampu memberikan dua gelar La Liga tapi juga harus merasakan dua kali dipecat.
Perbedaan pendapat dengan presiden Lorenzo Sanz membuat Capello harus angkat kaki pada tahun 1997. Sementara itu, gaya permainan membuat pelatih Italia itu kembali harus terdepak dari Santiago Bernabeu sepuluh tahun kemudian.
6 dari 7 halaman
Bernd Schuster

Schuster menikmati kesuksesan dengan memenangkan trofi La Liga pada musim pertamanya di Real Madrid. Namun ia harus meninggalkan klub pada bulan Desember tahun yang sama.
Schuster memilih berhenti ketimbang dipecat setelah menyatakan timnya tidak memiliki peluang mengalahkan Barcelona asuhan Josep Guardiola. Schuster mendapat tekanan hebat dari Florentino Perez di musim keduanya.
7 dari 7 halaman
Rafael Benitez

Raafel Benitez bukanlah pilihan populer di kalangan fans Real Madrid. Karirnya di Santiago Bernabeu pun cukup singkat setelah hanya berlangsung selama enam bulan.
Pelatih asal Spanyol itu mempunyai hubungan yang kurang harmonis dengan fans dan ia diberhentikan dari jabatannya setelah Madrid menuai beberapa hasil buruk. Kepergian Benitez memberikan jalan kepada Zinedine Zidane untuk menjadi pelatih Los Blancos selanjutnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Manchester City Menangkan Drama 8 Gol Lawan Sunderland, Perasaan Enzo Maresca Campur Aduk
Liga Inggris 21 September 2026, 10:00
-
Pujian Setinggi Langit Iraola untuk Alexander Isak, Sang Pahlawan Liverpool!
Liga Inggris 21 September 2026, 09:40
-
Reuni dengan Mantan, Andoni Iraola Lega Liverpool yang Menang!
Liga Inggris 21 September 2026, 09:19
-
MU Comeback dari Fulham, Ada Peran Cawe-cawe Wasit?
Liga Inggris 21 September 2026, 08:51
-
Michael Carrick Sebut Pemain Ini Jadi Biang Kerok MU Gagal Menang Lawan Fulham
Liga Inggris 21 September 2026, 08:45
-
Real Madrid Rilis Pernyataan Resmi, Kritik Kepemimpinan Wasit di Derby Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:30
-
Meski Dipenuhi Kontroversi, Diego Simeone Klaim Atletico Madrid Layak Kalahkan Real Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:03
-
Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
Liga Spanyol 21 September 2026, 05:35
-
Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
Liga Italia 21 September 2026, 05:20
-
Hasil AC Milan vs Lecce: Dominan, Rossoneri Tembus 5 Besar!
Liga Italia 21 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


