8 Keistimewaan Juan Mata
Editor Bolanet | 27 Januari 2014 14:39
Bola.net - Manchester United baru saja merekrut Juan Mata dari senilai €44,7 juta. Harga yang pantas untuk Mata. Kenapa? Itu karena dia memang istimewa.
Gelandang serang/playmaker kelahiran 28 April 1988 yang juga mantan pilar serta Chelsea Player of the Year 2011/12 dan 2012/13 itu memiliki setidaknya delapan keunggulan utama sebagai seorang pesepakbola.
Berikut pembahasannya.
Data dan statistik via WhoScored. (bola/gia)
1 dari 8 halaman
Holding on to the Ball

Pada musim pertamanya berseragam Chelsea (2011/12) setelah direkrut senilai €26,7 juta dari Valencia, The Blues mencatatkan rata-rata ball possession 55,8% per laga. Salah satunya berkat keberadaan Mata.
Berkat kontribusinya juga, Chelsea bisa menjuarai Liga Champions musim tersebut dan merebut titel Liga Europa musim berikutnya.
Musim lalu, Chelsea mencatatkan rasio penguasaan bola 54,4% per laga. Namun, mereka finis lebih baik (peringkat 3) daripada musim sebelumnya (peringkat 6).
2 dari 8 halaman
Finishing

Pada musim 2011/12, Mata mengukir 12 gol dalam 54 penampilan di semua ajang bersama Chelsea. Musim berikutnya lebih dahsyat, yakni 20 gol dalam 64 penampilan.
Musim ini, karena terbatasnya kesempatan bermain sejak Chelsea ditangani Jose Mourinho, Mata hanya mencetak satu gol dalam 17 penampilan di semua ajang sebelum digaet Red Devils.
Di pentas Internasional, Mata sudah mengoleksi 9 gol dalam 30 penampilan. Salah satu golnya berjasa membawa Spanyol mengalahkan Italia 4-0 untuk mempertahankan gelar di EURO 2012.
Kalau ada kekurangan Mata, maka itu mungkin kontribusinya yang minim dalam bertahan, yang membuat nilainya berkurang di mata Mourinho.
3 dari 8 halaman
Through Ball

Di Premier League 2011/12, Mata membukukan total 12 accurate through balls dari 20 percobaan. Rasionya 0,4 per laga atau setara dengan torehan Frank Lampard (Chelsea), Tomas Rosicky (Arsenal), Charlie Adam (Liverpool), Rafael van der Vaart (Tottenham) dan Robin van Persie (Arsenal) waktu itu.
Musim lalu, Mata mencatatkan total 8 operan terobosan sukses dari 16 percobaan. Musim ini, sebelum gabung United, dia menghasilkan 3 through ball sukses dari 4 percobaannya.
4 dari 8 halaman
Passing

Untuk urusan passing, Mata termasuk top. Di Premier League 2011/12, dia menorehkan 1293 operan sukses dari total 1486. Rata-rata akurasinya sekitar 87% atau setingkat di bawah sang kompatriot David Silva (Manchester City), yang menghasilkan akurasi operan rata-rata 87,1% dari 2020 percobaan.
Musim lalu, akurasi operan Mata sedikit menurun jadi 85,2% (1566/1838).
Musim ini, meski dimainkan tak sesering sebelumnya, Mata tetap bisa memberikan yang terbaik. Dari total 537 operan dalam 13 penampilannya di Premier League bersama Chelsea, Mata menyukseskan 473 di antaranya (akurasi 88,1 %).
5 dari 8 halaman
Crossing

Rata-rata 1,8 umpan silang sukses per laga (61/236) dicatatkan oleh Mata. Dia hanya kalah dari Matthew Jarvis (2 - Wolverhampton), Matthew Etherington (2 - Stoke), Leighton Baines (2 - Everton), Sebastian Larsson (2,1 - Sunderland), Martin Petrov (2,4 - Bolton) dan Jermaine Pennant (2,6 - Stoke).
Musim lalu, rasio crossing sukses Mata menurun jadi 1,3 per laga (46/222), tapi dia tetap termasuk 20 besar di liga.
6 dari 8 halaman
Set-piece

Hadiah set piece untuk Chelsea sendiri tak jarang berawal dari pelanggaran lawan terhadap Mata.
Ya, dia termasuk pemain yang cukup sering dilanggar (EPL 2011/12 30 kali, EPL 2012/13 35 kali).
7 dari 8 halaman
Direct Free Kick

Gol-gol tendangan bebas Mata biasanya melewati pagar hidup lawan dan melengkung indah ke sudut yang sulit dijangkau penjaga gawang.
Gol semacam itu dia ciptakan musim lalu, yakni ketika Chelsea kalah 2-3 secara kontroversial dari United lewat late goal Javier Hernandez di ajang liga.
8 dari 8 halaman
Key Pass

Satu hal yang membuat Mata istimewa sebagai seorang pesepakbola adalah kemampuannya dalam merancang key pass atau menciptakan peluang.
Pada musim pertama bersama Chelsea, Mata adalah pencipta peluang nomor satu di Premier League dengan rata-rata 3 key passes per game (total 102) mengalahkan pemain-pemain semacam David Silva (2,9/game), Luka Modric (2,7/game) dan Samir Nasri (2,5/game).
Musim berikutnya, seiring kegagalan lolos dari fase grup Liga Champions, performa tim Chelsea seolah menurun drastis. Mata tak terkecuali.
Posisi Mata sebagai pencipta peluang nomor satu di liga pun diambil oleh Silva (3,3/game) dan dia terlempar ke peringkat empat (2,7/game) di bawah Leighton Baines (3,1/game) dan Luis Suarez (juga 2,7/game).
Secara keseluruhan, key pass Mata banyak yang terkonversi menjadi assist. Di bawah ini detailnya:
- 2010/11 - Valencia - UCL - 18 key passes - 3 assist
- 2010/11 - Valencia - La Liga - 74 key passes - 12 assists
- 2011/12 - Chelsea - UCL - 23 key passes - 3 assists
- 2011/12 - Chelsea - EPL - 102 key passes - 13 assist
- 2012/13 - Chelsea - UCL - 16 key passes - 3 assists
- 2012/13 - Chelsea - UEL - 29 key passes - 5 assists
- 2012/13 - Chelsea - EPL - 95 key passes - 12 assisst
- 2013 - Spanyol - Piala Konfederasi - 10 key passes - 2 assists
- 2013/14 - Chelsea - UCL - 7 key passes - 0 assist
- 2013/14 - Chelsea EPL - 30 key passes - 2 assists
United akhir-akhir ini kesulitan meraih kemenangan salah satunya karena minimnya sentuhan kreativitas di lini tengah sehingga tak banyak peluang gol tersedia untuk para pemain depan.
Demi mengatasi masalah itulah mereka mendatangkan Mata, karena dia adalah ahlinya menciptakan peluang.
Sudah Baca?
Rekor Transfer Gelandang Serang
6 Pertanyaan Seputar Agenda Transfer Juan Mata
10 Transfer Dengan Profit Terbesar
10 Transfer Dengan Kerugian Terbesar
Deretan Prestasi Yang Lepas Dari Tangan Messi
Spesialis Man of the Match
4 Formasi Milan Racikan Allegri di Serie A 2013/14
Bagian 1/3: Sepak Terjang Ronaldo Meraih Ballon d'Or
Bagian 2/3: Sepak Terjang Ronaldo Meraih Ballon d'Or
Bagian 3/3: Sepak Terjang Ronaldo Meraih Ballon d'Or
EDITORIAL: Ronaldinho, Jenius Master Jogo Bonito
8 Teknik Terbaik Lionel Messi
14 'Doppietta' Kaka Dengan Seragam Milan
Para Raja Statistik 2013
EDITORIAL: Kaka dan Memori Indah Milan Tujuh Tahun Silam
5 Senjata Terkuat Cristiano Ronaldo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Siapkan 100 Juta Euro untuk Pengganti Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 20:50
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Barcelona Punya Alasan Khusus Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Datangkan Julian Alvarez
Liga Spanyol 4 September 2026, 19:40
LATEST UPDATE
-
Gabriel Martinelli Pergi, Mikel Arteta Tetap Puas dengan Opsi Serangan Arsenal
Liga Inggris 5 September 2026, 00:20
-
Link Live Streaming Betis vs Madrid, 5 September 2026
Liga Spanyol 4 September 2026, 23:45
-
Link Live Streaming Ipswich vs Liverpool, 5 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 23:10
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Move On dari Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 22:35
-
Michael Carrick Yakin Joshua Zirkzee Masih Penting untuk Manchester United
Liga Inggris 4 September 2026, 22:00
-
Jude Bellingham Makin Bersinar di Sistem Jose Mourinho: Lebih Bebas dan Lebih Berbahaya
Liga Spanyol 4 September 2026, 21:25
-
Hasil BRI Super League: Bali United Bungkam PSS Sleman, Dua Gol Dianulir
Bola Indonesia 4 September 2026, 21:19
-
Chelsea Siapkan 100 Juta Euro untuk Pengganti Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 20:50
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Barcelona Punya Alasan Khusus Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Datangkan Julian Alvarez
Liga Spanyol 4 September 2026, 19:40
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




