8 Malam Paling Menyakitkan Arsenal di Liga Champions, Dari Kartu Merah Van Persie hingga Keajaiban Messi
Aga Deta | 29 Mei 2026 14:41
Bola.net - Premier League 2025/2026 akhirnya resmi berakhir dengan Arsenal sukses meraih gelar juara. Namun, pencapaian domestik itu belum sepenuhnya menghapus luka lama mereka di Liga Champions.
Arsenal masih menjadi salah satu tim besar Eropa yang belum pernah mengangkat trofi Liga Champions. Catatan itu terasa semakin menyakitkan karena mereka sudah memainkan ratusan pertandingan di kompetisi tersebut.
Sejak debut di Liga Champions pada musim 1998/1999, Arsenal beberapa kali nyaris melangkah jauh. Akan tetapi, The Gunners justru kerap tersingkir lewat cara yang dramatis dan menyakitkan.
Ada pertandingan yang hancur akibat keputusan kontroversial wasit. Ada pula laga ketika Arsenal gagal mempertahankan keunggulan dan harus melihat lawan berpesta di depan mata mereka.
Menjelang final Liga Champions akhir pekan ini, perjalanan Arsenal di Eropa kembali menjadi sorotan. Berikut delapan malam paling menyakitkan Arsenal di Liga Champions sepanjang sejarah mereka.
1. Barcelona 3-1 Arsenal - Babak 16 Besar 2011
Arsenal datang ke Camp Nou dengan modal kemenangan 2-1 dari leg pertama di London. Harapan untuk menyingkirkan Barcelona sempat terbuka setelah skor agregat masih imbang dalam pertandingan tersebut.
Situasi berubah drastis ketika Robin van Persie menerima kartu kuning kedua dari wasit Massimo Busacca. Penyerang asal Belanda itu dianggap membuang waktu karena tetap menendang bola sesaat setelah peluit offside dibunyikan.
Keputusan tersebut langsung memicu kemarahan kubu Arsenal. Arsene Wenger menyebut keputusan itu memalukan, sementara Van Persie menganggapnya sebagai lelucon karena sulit mendengar peluit di tengah suara puluhan ribu penonton.
Bermain dengan 10 orang membuat Arsenal kehilangan kendali pertandingan. Barcelona akhirnya menang 3-1 dan lolos dengan agregat 4-3 setelah Lionel Messi kembali tampil menentukan.
2. Arsenal 1-2 Chelsea - Perempat Final 2004
Musim 2003/2004 sebenarnya menjadi salah satu musim terbaik Arsenal di Liga Inggris. Mereka menjuarai Premier League tanpa terkalahkan, tetapi perjalanan di Liga Champions justru berakhir menyakitkan.
Setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama, Arsenal unggul lebih dulu lewat Jose Antonio Reyes di Highbury. Namun, Chelsea mampu bangkit melalui gol Frank Lampard pada babak kedua.
Saat pertandingan terlihat akan berlanjut ke babak tambahan, Wayne Bridge mencetak gol penentu kemenangan Chelsea. Bek asal Inggris itu melepaskan tembakan rendah yang gagal dihentikan Jens Lehmann.
Gol tersebut membuat Arsenal tersingkir dengan agregat 3-2. Kekalahan itu terasa sangat pahit karena The Gunners memiliki peluang besar untuk melangkah jauh di kompetisi Eropa.
3. Arsenal 1-3 Manchester United - Semifinal 2009
Arsenal menatap leg kedua semifinal melawan Manchester United dengan optimisme tinggi. Arsene Wenger bahkan menjanjikan penampilan luar biasa dari timnya di Emirates Stadium.
Harapan itu runtuh sangat cepat setelah Ji-Sung Park mencetak gol pada menit kedelapan. Tiga menit kemudian, Cristiano Ronaldo menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas jarak jauh yang spektakuler.
Ronaldo kembali mencetak gol pada babak kedua untuk membuat Arsenal semakin terpuruk. Meski Robin van Persie sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti, United tetap terlalu kuat untuk dihentikan.
Arsenal akhirnya kalah 3-1 di kandang sendiri dan tersingkir dengan agregat 4-1. Kekalahan itu menjadi salah satu malam paling mengecewakan dalam sejarah Emirates Stadium.
4. Barcelona 4-1 Arsenal - Perempat Final 2010
Barcelona menunjukkan kualitas luar biasa ketika menghadapi Arsenal di Camp Nou. Lionel Messi menjadi mimpi buruk bagi pertahanan The Gunners sepanjang pertandingan tersebut.
Arsenal sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat Nicklas Bendtner. Akan tetapi, Messi langsung mengambil alih permainan dan mencetak hattrick pada babak pertama.
Megabintang asal Argentina itu kemudian menambah satu gol lagi pada akhir laga. Barcelona menang 4-1 dan lolos dengan agregat 6-3 setelah mendominasi pertandingan secara penuh.
Arsene Wenger mengakui timnya kalah dari skuad yang lebih baik. Ia juga menyebut Messi sebagai pemain yang tidak bisa dihentikan ketika sedang menguasai bola.
5. Monaco 3-3 Arsenal - Babak 16 Besar 2015
Arsenal mengalami malam buruk ketika menjamu Monaco pada leg pertama di Emirates Stadium. Arsene Wenger bahkan menyebut penampilan timnya sebagai sesuatu yang bunuh diri.
Monaco membuka keunggulan lewat Geoffrey Kondogbia sebelum Dimitar Berbatov menggandakan skor. Arsenal terlihat kehilangan organisasi permainan dan kesulitan mengatasi serangan balik lawan.
Alex Oxlade-Chamberlain sempat memberi harapan lewat satu gol balasan. Namun, Yannick Carrasco mencetak gol ketiga Monaco yang membuat Arsenal berada dalam situasi sangat sulit.
Arsenal memang menang 2-0 pada leg kedua di Prancis. Sayangnya, mereka tetap tersingkir karena aturan gol tandang setelah agregat berakhir 3-3.
6. Bayern Munchen 1-0 Arsenal - Perempat Final 2024
Arsenal datang ke Allianz Arena dengan rasa percaya diri tinggi usai bermain imbang 2-2 pada leg pertama. Banyak pendukung mulai percaya bahwa mereka akhirnya bisa kembali mencapai semifinal Liga Champions.
Bayern Munchen ternyata tetap menjadi lawan yang sulit bagi Arsenal. Tim asal Jerman itu terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Joshua Kimmich akhirnya menjadi pembeda lewat sundulan pada babak kedua. Gol tersebut lahir setelah Raphael Guerreiro mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti Arsenal.
Kekalahan 1-0 membuat Arsenal tersingkir dengan agregat 3-2. Hasil itu menambah panjang daftar kekecewaan mereka saat menghadapi Bayern di Liga Champions.
7. Valencia 1-0 Arsenal - Perempat Final 2001
Arsenal membawa modal kemenangan 2-1 menuju markas Valencia. Banyak pihak percaya mereka akan melangkah ke semifinal dan menghadapi Leeds United dalam duel sesama tim Inggris.
Namun, Arsenal gagal memanfaatkan sejumlah peluang penting sepanjang pertandingan. Ketumpulan lini depan akhirnya menjadi masalah besar bagi skuad asuhan Arsene Wenger.
John Carew mencetak gol lewat sundulan pada menit ke-75 untuk membungkam Arsenal. Gol tersebut membuat agregat menjadi 2-2 dan Valencia unggul lewat aturan gol tandang.
Kekalahan itu terasa sangat menyakitkan bagi Arsenal. Mereka harus tersingkir meski sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah leg pertama.
8. Barcelona 2-1 Arsenal - Final 2006
Final Liga Champions 2006 menjadi kesempatan emas Arsenal untuk meraih trofi Eropa pertama mereka. Pertandingan di Stade de France itu awalnya berjalan menjanjikan bagi The Gunners.
Masalah datang ketika Jens Lehmann mendapat kartu merah pada menit ke-18 usai melanggar Samuel Eto'o. Meski bermain dengan 10 orang, Arsenal justru mampu unggul lewat sundulan Sol Campbell.
Barcelona terus menekan pertahanan Arsenal sepanjang babak kedua. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil lewat gol Samuel Eto'o dan Juliano Belletti pada 15 menit terakhir pertandingan.
Arsenal harus menerima kekalahan 2-1 setelah sempat sangat dekat dengan trofi Liga Champions. Hingga kini, final di Paris masih dianggap sebagai malam paling menyakitkan dalam sejarah Eropa mereka.
Sumber: Flashscore
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kecil Kemungkinan Sandro Tonali Gabung Manchester United
Liga Inggris 29 Mei 2026, 21:28
-
Kode Rafael Leao Mau Gabung Manchester United?
Liga Inggris 29 Mei 2026, 21:19
LATEST UPDATE
-
Resmi! Nova Arianto Panggil 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 29 Mei 2026, 22:48
-
Kecil Kemungkinan Sandro Tonali Gabung Manchester United
Liga Inggris 29 Mei 2026, 21:28
-
Kode Rafael Leao Mau Gabung Manchester United?
Liga Inggris 29 Mei 2026, 21:19
-
Siap Hedon! MU Punya Rp7,1 Triliun untuk Belanja Pemain Baru
Liga Inggris 29 Mei 2026, 20:57
-
Jadwal TV: 30 Mei - 2 Juni 2026
Jadwal Televisi 29 Mei 2026, 20:56
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04












